Kiriman dibuat oleh Adelina Kusumawati 2213053234

Nama: Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis Video 2
5 Masalah Terbesar Remaja Masa Kini

1. Penampilan
Berat badan dan jerawat membuat kepercayaan diri menurun, sebaiknya jangan hanya fokus kepada penampilan saja, tetapi juga kualitas diri.
2. Pendidikan
Pendidikan zaman sekarang tidak seperti zaman dahulu, namun kemajuan teknologi dan dibantu dengan banyaknya fitur, dapat memudahkan kita untuk belajar di masa sekarang.
3. Persahabatan
Tekanan dalam persahabatan, rela mengubah diri demi dapat diterima oleh lingkungan. sejatinya sahabat yang baik adalah yang menerima apa adanya. Kita harus bijak memilik dengan siapa kita bergaul.
4. Percintaan
Kisah percintaan yang rumit, jadikan jatuh cinta sebagai penyemangat, bukan justru menjadi penghambat.
5. Kepercayaan diri
Krisis kepercayaan diri yang rendah, percaya diri sangat penting sebagai ujung tombak dalam kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh karena itu kepercayaan diri harus terus diasah.

Nama: Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis Video 1
Nilai Moral Di Lingkungan Masyarakat

Contoh Nilai Moral Yang Baik di Lingkungan Masyarakat
1. Tolong menolong
2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik.
3. Menghargai pendapat orang lain.
4. Bertegur sapa
5. Mengikuti pelajaran dengan tentram

Contoh Nilai Moral Yang Tidak Baik di Lingkungan Masyarakat
1. Mencuri
2. Membuang sampah tidak pada tempatnya
3. Memendang rendah orang lain
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi
5. Membuang sampah di sungai
6. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman yang berkelahi.

Kesimpulan
Nilai moral adalah nilai yang menjadi standar baik buruknya seseorang. Moral memiliki makna ajaran baik buruk mengenai perbuatan, sikap, dan kewajiban.moral sering disebut juga sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila.
Nama : Adelina Kusumawati
NPM : 2213053234

Analisis Video 4
Film pendek korupsi-pelajar anti korupsi

Hanafi, pelajar SMK 3 Wonosari yang dimintai bantuan oleh seorang temannya untuk memfotokopi lembar tugas. Total biaya yang dihabiskan adalah 5.000 rupiah, namun Hanafi membuat nota palsu dengan total yang dihabiskan sebesar 10.000 rupiah.
Saat jam istirahat tiba, seorang teman bernama Bayu datang menghampiri, ia berbicara dengan Hanafi tentang korupsi. Bayu juga mengatakan apa yang disampaikan oleh ustadznya mengenai hasil korupsi akan menjadi penyakit dalam tubuh kita. Maka pada saat itu, hanafi yang mulai merasa tidak enak badan pun sadar akan kesalahannya. Hanafi pun jujur dan mengakui perbuatannya, ia juga mengembalikan uang yang telah ia pakai.
Nama : Adelina Kusumawati
NPM : 2213053234

Analisis Video 1
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan

Martencis Veronica Siregar merupakan seorang pengajar muda dari gerakan indonesia mengajar yang di tempatkan di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara, sebelumnya ia adalah seorang relawan peduli HIV/AIDS di Jayapura, Papua. Selama 6 bulan ia mengajar kelas 1 SD dan mengajar les bagi anak kelas 6 SD. Anak-anak disana memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan yang rendah, dikarenakan banyaknya orang tua yang kurang sadar terhadap pentingnya pendidikan, hal tersebut juga menyebabkan maraknya pernikahan dini yang dialami oleh anak-anak perempuan. Taman kanak kanak atau PAUD belum masuk di ke desa Tanjung Matol, jadi kelas 1 adalah awal dari jalan panjang menempuh pendidikan di desa tersebut. Martencis Siregar memiliki cita-cita untuk membekali anak-anak di daerah tersebut dengan pendidikan agar masa depannya lebih baik. Ia mengajar di SDN 11 Sembakung. Ia bertemu dengan Loly, gadis berusia 18 tahun yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan di desa Matol. ialah yang membantu Martencis mengajar anak anak di Sekolah Dasar. Tidak hanya Loly, tetapi guru-guru yang penuh semangat, bersama orang-orang hebat seperti mereka kelak masa depan anak-anak desa Matol dapat terukir.
Nama : Adelina Kusumawati
NPM : 2213053234

Analisis jurnal 1
Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis : Suparlan Suhartono

Arti dan Isi Filsafat
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata - kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika.

Arti Moral dan Etika
moral berakar dari bahasa Latin “mos” atau “mores”, berarti costum, … “relating to principles of right and wrong in behavior ”. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertib tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi, moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik. Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat
Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur” menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Tanpa individu dengan segala potensinya, kehidupan masyarakat tidak mungkin ada dan apalagi berkembang. Sebaliknya tanpa masyarakat, individu tidak mungkin ada dan bisa mengembang -kan diri. Individu lahir dari masyarakat dan masyarakat terbentuk dari individu. Sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Perbedaan setiap potensi individual mengendap di dalam keutuhan masyarakat; dan sebaliknya keutuhan masyarakat tergantung pada sistem harmonisasi hubungan antar individu dengan keragaman potensi masing - masing. Jadi kehidupan bermasyarakat adalah suatu si stem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud.

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat
Secara keseluruhan, sistem nilai adalah suasana moralitas manusia yang harus dipertanggung - jawabkan secara etis di sepanjang kehidupan. Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma -norma etika. kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum. Oleh karena itu tidak perlu lagi terjadi saling menyudutkan antara paham individualisme dan kolektivisme. Justru dengan kesadaran moral, kebebasan dan kreativitas individual mendapat saluran yang tepat, dan sebaliknya kolektivisme bisa mendapatkan jati dirinya di dalam kehidupan bermasyarakat.

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan
Fakta ikatan sosial saling mendidik, menunjukkan bahwa di dalam pendidikan terkandung benih moral, berupa dorongan sosial setiap orang untuk saling berbuat baik. Dengan sistem hubungan ko-eksistensial saling mendidik, berarti nilai kebenaran menyebar dan berkembang sehingga kehidupan bermasyarakat menjadi dinamis ke arah kemajuan. Hal itu berarti di balik dorongan moral saling mendidik juga menunjukkan adanya keadilan sosial. Kemudian, nilai keadilan sosial itu di dalam pendidikan dikembang -kan menjadi suatu sistem filsafat perilaku yaitu etika. ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu: 1) pencerdasan spiritual, menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan, 2) pencerdasan intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul di sepanjang kehidupan, 3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai bagi tujuan kehidupan. Jika pendidikan berhasil membina ketiga kecerdasan tersebut, maka seorang individu menjadi terdidik.