Nama: Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234
Analisis jurnal 2
Identitas jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Moral Kemasyarakatan
Volume : 02
Nomor : 01
Halaman : .30-44
Tahun : 2017
Judul : Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa Smp Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orangtua
Penulis : Ilham Hudi
Pembahasan
Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral
Terdapat banyak pengetahuan yang berbeda tentang moral, etika dan nilai menurut ahli yang berbeda pula makna kegunaan(berharga). Moral berasal dari bahasa latin yaitu mores. Etika atau ethics dari bahasa yunani yaitu ethos yang memiliki makna hampir sama dengan etika. Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut. (Wong Naikung dkk, 2011; Muthualagan Thangavelu dkk, 2009; dan Abdul Rahman Md Arof, 2011).
Konsep dasar karakter
Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif
Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Perilaku Moral (Moral Action)
Perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional seperti yang baik, mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benarUntuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoralatau justru menghalanginyakita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.
Pendidikan Orang Tua
Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar, yang oleh Ki Hajar Dewantara, dikatakan sebagai tri pusat pendidikan keluarga, sekolah,dan masyarakat. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral.