Posts made by Adelina Kusumawati 2213053234

Nama: Adelina Kusumawati

NPM: 2213053234

Metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah Dasar adalah cara pembelajaran yang fokus pada pengembangan kewarganegaraan dan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Dalam metode ini, pembelajaran dilakukan dengan mengacu pada tujuan pendidikan kewarganegaraan yang meliputi pengembangan kesadaran mengenai budaya, tradisi, dan nilai-nilai nasional; pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawab sebagai warga negara; dan pengembangan kemampuan komunikasi dan sosial.

Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKN di SD yang sesuai dengan kurikulum 13 yaitu diantaranya metode ceramah, metode demonstrasi, metode diskusi, metode resitasi, metode bernyanyi, dan metode tanya jawab.


Nama: Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis Video 3
Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral

Lingkungan dalam kajian perspektif etika dan moral
  1. Penyusutan sumber daya alam, meliputi sumber daya lahan, hutan, air, mineral. SDA merupakan modal utama & fundamental untuk melaksanakan aktifitas pembangunan. SDA yang dieksploitasi akan mengalami penyusutan & akan menimbulkan dampak bagi lingkungan.
  2. Polusi pencemaran, Udara , tanah , air , suara , limbah domestik rt, radiasi (alam / buatan ), teknologi
  3. Bisnis dan konservasi sumber daya alam, Konservasi merupakan segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik, untuk mencegah kerusakan & kemusnahan dengan cara pengawetan.

UU NO 24 TAHUN 1992
  • Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan dengan fungsi utama lindung atau fungsi utama budidaya
  • Kawasan lindung adalah kawasan yg ditetapkan dg fungsi utama melindungi kelestarian LH untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
  • Kawasan budidaya adalah kawasan yg ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi & potensi SDA

Konservasi SDA di Indonesia
Sifat SDA di indonesia yaitu penyebaran yang tidak merata serta sifat ketergantungan antara SDA

Tujuan Konservasi SDA
Memelihara proses Ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan, menjamin keanekaragaman genetik, serta pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.

Peranan Kawasan Konservasi
  1. Penyelamat usaha pembangunan dan hasil hasil pembangun
  2. Sebagai pengembangan ilmu pendidikan
  3. Pengembangan Pariwisata alam dan peningkatan devisa
  4. Pendukung pembangunan di bidang pertanian
  5. Keseimbangan lingkungan alam
  6. Bermanfaat bagi manusia

Fakta Etika Lingkungan
Perumusan kebijakan masih terfokus pada un- renewable resources
Kewajiban pada lingkungan adalah mengenai keberlanjutan hidup manusia
Ekonomi VS et lingkungan; Penggunaan poluters's pay principle
UU Lingkungan Hidup adalah yang paling sulit diterapkan di Indonesia

UU NO. 11 ΤΗ 1967
Tentang ketentuan ketentuan pokok pertambangan merupakan ketentuan tentang pengelolaan sumberdaya mineral
PASAL 3 dinyatakan bahan galian terdiri atas 3 golongan
GOLA: Bahan galian strategis
GOL B: Bahan galian vital
GOL C: Bahan galian tidak termasuk GOLA & GOL B

Peraturan Pemerintah NO. 32/1969
Merupakan pelaksanaan UU 11 tahun 1967
Menurut Ketentuan Pasal 1 PP 32/1969 Dinyatakan bahwa kuasa pertambangan untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian pertambangan Gol A dan gol B di berikan oleh menteri, Gol C diberikan oleh gurbernur

Masalah Lingkungan
  • Erosi
  • Penurunan keanekaragaman hayati
  • Kehilangan sumber plasma nutfah
  • Pemanfaatan sumber daya perikanan yang merusak

Bahan Berbahaya & Beracun (B3)
Limbah B3, Limbah yg mengandung bahan berbahaya dan atau beracun, yg krn sifat dan atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tdk langsung, dapat merusak dan mencemari lingk. hidup, dan atau membahayakan kesehatan manusia
Limbah yg termasuk B3 memenuhi kriteria (salah satu atau lebih): Mudah meledak, Mudah terbakar, Bersifat reaktif, Beracun, Menyebabkan infeksi, Bersifat korosif, Limbah lain, yg apabila diuji toksisitasnya dapat digolongkan sebagai B3.

Nama: Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Tugas Analisis
berikan analisa mu mengenai penanaman nilai dan moral dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, muali dari bagaimana cara menanamkannya , hambatan hambatan proses penanamannya, dan trik atau strategi apa yang tepat yang dipakai agar penanaman tersebut dapat menjadi kebiasaan dan dilakukan secara terus menerus oleh anak didik kita.

1. Cara menanamkan nilai moral dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
  • Keluarga: orang tua dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai, moral, dan aturan pergaulan serta pandangan kepada anggota keluarga.
  • Sekolah: Guru dapat menanamkan nilai-nilai moral pada peserta didik dengan memberikan contoh nyata atas perilaku permoral seperti yaitu, Saling Menghargai, Kejujuran, Sikap Rendah Hati, dan Tanggung Jawab.
  • Masyarakat: menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, saling menghormati sesama, menjaga kerukunan antar tetangga, tidak membuat keributan, dan saling menghargai privasi.

2. Hambatan
penghambat penanaman nilai moral yaitu lingkungan yang kurang baik, keterbatasan waktu orangtua untuk bertemu anak, nenek yang terlalu memanjakan cucunya, dan tidak adanya contoh perilaku baik dari orangtua, serta tidak adanya pembatasan pergaulan.

3. Trik atau strategi
memberikan contoh nyata, pembiasaan mulai dari yang paling sederhana, dan memberi pemaham tentang pentingnya nilai dan moral pada anak.
Nama: Adelina Kusumawati
NPM: 2213053234

Analisis jurnal 2
Identitas jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Moral Kemasyarakatan
Volume : 02
Nomor : 01
Halaman : .30-44
Tahun : 2017
Judul : Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa Smp Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orangtua
Penulis : Ilham Hudi

Pembahasan
Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral
Terdapat banyak pengetahuan yang berbeda tentang moral, etika dan nilai menurut ahli yang berbeda pula makna kegunaan(berharga). Moral berasal dari bahasa latin yaitu mores. Etika atau ethics dari bahasa yunani yaitu ethos yang memiliki makna hampir sama dengan etika. Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut. (Wong Naikung dkk, 2011; Muthualagan Thangavelu dkk, 2009; dan Abdul Rahman Md Arof, 2011).

Konsep dasar karakter
Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif

Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Perilaku Moral (Moral Action)
Perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional seperti yang baik, mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benarUntuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoralatau justru menghalanginyakita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.

Pendidikan Orang Tua
Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar, yang oleh Ki Hajar Dewantara, dikatakan sebagai tri pusat pendidikan keluarga, sekolah,dan masyarakat. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral.