Posts made by Ratri Eka Ningtyas 2213053214

NAMA ; RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E

Analisis Soal

A.Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?

Jawab   :

Sikap Gotong royong dapat membantu Indonesia dari persoalan – persoalan yang ada,contoh saja kasus banjir yang melanda titik – titik ibukota maupun daerah yang ada ,gotong royong pun dapat di laksanakan dengan membantu sesama dengan menyumbangkan sebagian rezeki,Membantu membersihkan tempat kejadian dan membantu atau menyumbang ide agar tidak terjadi lagi kejadian banjir.Dan Sikap Gotong royong dapat di tanamkan dari usia dini .

B.     Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?

Jawab   : Dengan terus bersikap toleransi beragama,toleransi ras dan suku tidak membeda – bedakan satu sama lainnya,menerapkan gotong royong saling membantu an sikap simpati dan empati kepada sesame.

C.     Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !

Jawab   : Setiap bangsa mempunyai acuan dan identitas agar bisa dijadikan pedoman hidup atau berkegiatan dan mempunyai identitas agar dikenal oleh banyak kalangan dan membentuk ciri khas sendiri menjadi diri sendiri.

D.    Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?

Jawab   :

Sikap Para pendiri sangat menghormati pendapat masing – masing terus bermusyawarah agar mendapatkan yang terbaik seperti yang di tuliskan pada point ke 4 pancasila yaitu Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

 


NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E
Analisis Jurnal

Sejarah Pancasila
Yang di ambil menjadi dasar negara sedangkan kelompok Islam menginginkan Islam sebagai dasar negara, perbedaan pandangan agama dan negara antara Soekarno dan Natsir dimulai dengan adanya artikel dari Soekarno dengan judul memandang bahwa pemisahan agama dan negara karena agama adalah urusan spiritual sedangkan negara urusan dunia, hal ini telah dilakukan oleh negara Turki pada masa Kemal agama dipakai dalam mengelola negara, bahwa agama dan negara tidak bisa dari nilai-nilai Islam karena orang beragama yang semuanya mencakup pada Al-Qur’an dan pernyataan Soekarno mengenai agama dan negara yang menjadikan Turki pada masa Islam yang ada pada Al-Qur’an dan Sunnah Soekarno dan Natsir dapat disimpulkan pandangan mengenai negara Islam yaitu makhluk ciptaan Allah SWT yang pada berjalan sesuai yang ada dalam aturan nilainilai Islam. membuat aturan yang sesuai dengan perintah Melalui kekuasaan negara nilainilai Islam dapat diimplementasikan karena Ketiga Islam merupakan agama yang bahwa pola negara Islam anti terhadap rezim pandangan Islam menjelaskan bahwa dalam gagasan mengenai agama dan negara pada saat perdebatan antara Soekarno dan Natsir pada membandingkan antara konsep Islam dengan sekuler dalam mengelola negara, beliau Agama lebih dari pada sekuler, agama mengakui segala hal dan yang luas dalam aspek seluruh kehidupan untuk menyusun dasar negara dibentuklah Kemerdekaan (BPUPKI) dan diresmikan pada golongan Islam dan selebihnya adalah Islam dalam anggota BPUPKI hanya mengenai dasar negara antara kelompok Islam dan kelompok nasional dalam sidang BPUPKI Islam sebagai dasar negara, sedangkan sebagai dasar negara
Hubungan Agama dan Negara
Agama dan negara saling terkait dan saling mempengaruhi atau berdiri sendiri dan bersimbiosis. Dengan kata lain, agama membutuhkan negara. Di sisi lain, negara membutuhkan agama. Karena agama memungkinkan negara berkembang dalam kerangka etika dan moral. Ulama dari kelompok ini adalah Mohammed Husein Haikal, Al-Mawardi, Fazlur Rahman, dan Qamaruddin Khan. Tiga hubungan antara agama dan negara bersifat sekuler. Entah mereka menolak hubungan timbal balik antara agama dan negara, atau hubungan antara agama dan negara dipisahkan dalam segala hal. Dari ketiga paradigma tersebut, terdapat perbedaan dan perspektif dalam memahami realitas antara agama dan negara, yang mempengaruhi keberlangsungan sistem administrasi nasional saat ini.
Islam dan Negara
Islam adalah agama untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat. Islam mencakup keyakinan, moral, dan ibadah, serta mengandung prinsip-prinsip hukum dan politik. Islam membimbing manusia untuk membawa kedamaian bagi seluruh umat, khususnya umat Islam dan umat pada umumnya. Dalam sejarah peradaban Islam, Nabi Muhammad SAW menganggap SAW sebagai pemimpin umat Islam, pemimpin bangsa, diakui oleh semua kelompok di Barat dan Timur. Nabi Muhammad mendirikan negara-negara bagian dengan konstitusi negara yang disebut Piagam Madinah atau Konstitusi Madinah. Konstitusi Madinah merupakan kontrak sosial berupa hukum tertulis dari berbagai kelompok agama dan etnis, yang memuat dasar-dasar kebebasan beragama, hubungan antarkelompok, agama, dan kewajiban mempertahankan hidup. Beberapa ahli di dunia sepakat bahwa Konstitusi Madinah adalah dokumen tertulis pertama di dunia, meletakkan dasar-dasar yang sangat mendasar dari administrasi negara.Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi untuk pelaksanaan ketertiban nasional di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengingat pemikiran para pendiri tentang berdirinya negara Indonesia, kita dapat memahami bahwa pilihan Pancasila adalah hasil ijtihad, atau kesepakatan bersama, yang harus dipatuhi untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera dan damai.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053241
KELAS : 1E

Analisis Video

Pada tanggal 1 Juni 1945 yang biasa dikenal sebagai hari lahir Pancasila, Bung Karno menggali apa yang terpendam dalam tanah Indonesia dan mengembangkan ide dasar Pancasila untuk dijadikan dasar bahasa Indonesia masa depan. bisa. Pancasila adalah dasar yang benar-benar dinamis yang dapat mempersatukan seluruh tenaga bangsa Indonesia, tidak hanya untuk memulai revolusi, tetapi untuk benar-benar mempersatukan bangsa Indonesia untuk mengakhiri revolusi dengan hasil yang baik.Revolusi Indonesia ini bukanlah revolusi Sukarno, tetapi revolusi seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E

Analisis Soal

1.Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawaban :
Pendidikan Pancasila mempunyai peran penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena Pancasila dapat menjadi pedoman masyarakat untuk tata perilaku dalam bermasyarakat . Pancasila pun berisikan Landasan landasan yang dapat mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila juga sangat penting bagi mahasiswa atau generasi sekarang,apalagi dengan zaman 4.0 yang harus sangat di control tata karma dan sikap serta toleransi generasi muda dan dapat melaksanakan 5 tujuan Pancasila Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Agar mahasiswa dapat mengembangkan karakter manusia Pancasilais dalam pemikiran, sikap, dan tindakan.
3. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.
5. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawaban :
Hal yang harus di pelajari dari pendidikan Pancasila untuk menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan yaitu dengan mempelajari point – point nilai Pancasila dan melaksanakan nilai tersebut,Contohnya Toleransi,Gotong Royong dan menyaring informasi dari berita hoaks dan lain – lainnya.
3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Faktor Penghambat pendidikan Pancasila di perguruan tinggi yaitu ;
Faktor penghambatnya adalah pemuda masa kini yang menganggap Pancasila sebagai lambang negara dan mulai melupakan nilai-nilai yang dikandungnya. Pancasila yang merupakan dasar negara dan sumber segala peraturan perundang-undangan merupakan nafas eksistensi bangsa Indonesia.
Faktor pendukungnya antara lain pemahaman dan penghayatan jiwa dan nilai-nilai inti Pancasila bagi peserta didik yang menjadi warga negara Republik Indonesia, serta membimbing mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa ?
Jawaban :
Pendidikan pancasila tentang berwawasan kebangsaan erat kaitannya dengan berbagai jenis disiplin ilmu pendidikan diantaranya disiplin ilmu Pendidikan guru sekolah dasar,dimana kita belajar tentang sejarah perjuangan kemerdekaan diharapkan dalam pembelajaran ini kita mampu untuk menghargai jasa para pahlawan negara dan juga timbulnya rasa patriotisme bagi setiap orang yang mempelajari sejarah Indonesia,dalam pendidikan guru sekolah dasar pun mendidik peserta didik pada nilai – nilai Pancasila juga peserta didik dapat memahami dan mengamalkan nilai Pancasila ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,persatuan Indonesia,kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial yang adil dan beradab dengan peserta di.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS ; 1E

Analisis Jurnal

Revitalisasi Pancasila
Pada awalnya Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, sehingga para pendiri membentuk konsensus politik yang disebut ideologi ketika mereka memilih Pancasila.Pancasila sebagai dasar negara dapat dibentuk dari sudut pandang bangsa Indonesia yang memiliki ciri khas dalam hubungan politik. Pancasila yang menjadi dasar pembentukan dan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diturunkan kepada generasi muda, salah satunya melalui pendidikan formal. Berdasarkan falsafah Pancasila dapat membentuk moralitas generasi muda, karena tujuan dari kebangkitan itu sendiri adalah untuk mengembalikan status.
Internalisasi Pancasila Melalui Mata Kuliah Pancasila
Keadaan ini menuntut peran dosen untuk membantu mahasiswa memahami Pancasila, bahwa dengan mempelajari Pancasila, diperoleh pengetahuan ilmiah yang terdiri dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui mahasiswa UAD dalam Pancasila, serta untuk mengetahui dan mengingat susunan kandungan Pancasila. . instruksi . Ilmu yang didapat bersifat normatif, sehingga ilmu yang diberikan kepada mahasiswa UAD yang menempuh mata kuliah ini sebenarnya adalah mahasiswa baru (semester 1 atau 2) untuk memahami alasan dan asal mula mengambil kehidupan pancasila, ilmu yang didapat berupa pengetahuan normatif. sebelum juga tentang standar yang diwujudkan dalam Pancasila yang diterapkan dalam Pancasila, ada standar yang menjelaskan secara rinci standar dalam Pancasila dan pengenalannya di kelas, dan dosen memberikan penjelasan. memberikan begitu secara tidak langsung Segera, siswa sudah memahami norma-norma yang mengatur dalam Pancasila dan memahami sifat yang dinyatakan dari pengetahuan yang harus dibahas secara menyeluruh, isi petunjuk, unsur-unsur yang dapat terjadi dalam pelajaran. dosen menjelaskan tentang Pancasila, menyelesaikan mata kuliah Pancasila, menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan juga pedoman-pedoman yang ada. kendala untuk mempelajari pancasila di kelas, namun siswa dapat mandiri dan meminta kepada guru yang senantiasa dan terus menerus menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila dapat diwujudkan atau dapat dipadukan dengan latihan. kasus bagi siswa, yaitu sebagai berikut. Dalam kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi Pancasila dan nilai-nilai luhur, serta mata kuliah Pancasila sebagai teladan, mata kuliah Pancasila tidak diperuntukkan bagi mereka yang tidak lagi apatis terhadap Pancasila, tetapi menjadi lebih muda berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. generasi dalam Pancasila. Pancasila sebagai pribadi pemaknaan nilai-nilai Pancasila (Erni. Dalam proses perkuliahan mata kuliah Pancasila di kelas, UAD diasumsikan selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah Kebangsaan

Pancasila memiliki berbagai fungsi dan tugas, seperti Pancasila sebagai landasan, ideologi, pandangan hidup, landasan filosofis dan masih banyak lagi fungsi dan tugas lainnya. Fungsi dan kedudukan Pancasila tidak berdiri sendiri tetapi merupakan satu kesatuan. Namun, keberadaan Pancasila menghadapi tantangan di era digital saat ini. Pengaruh dunia digital inilah yang memudahkan masuknya ideologi lain ke Indonesia, yang dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat Indonesia. Pancasila diharapkan dapat menyelesaikan semua permasalahan tersebut, karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selalu penting ditinjau dari perkembangan zaman. Pancasila dianggap sebagai ideologi yang tepat dan final bagi bangsa dan negara Indonesia, yang dapat mengatasi perbedaan dan permasalahan bangsa lainnya.