གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ratri Eka Ningtyas 2213053214

Nama: Ratri Eka Ningtyas
NPM : 2213053214
Kelas : 1E

Analisis Video

Pada tanggal 15 Agustus 75 tahun yang lalu, terjadi peristiwa bersejarah - penyerahan Jepang kepada Sekutu yang membuka jalan bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dua hari kemudian, pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Amerika di Pulau Hurber, mengusir Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan beberapa koloni Inggris serta beberapa kekuatan kolonial. Negara-negara Amerika Latin berjuang bersama melawan Jepang. Kemudian Jerman dan Italia juga bergabung, puncak perang Sekutu melawan Jepang adalah dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945. 140.000 orang, setengah dari Jepang, tewas seketika dalam perang ini. Penduduk kota Hiroshima yang saat itu berjumlah 350 ribu tidak berhenti sampai di situ, sekutu menjatuhkan bom atom kedua di kota Nagasaki di Jepang 3 hari kemudian, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945, 6 hari setelah pengeboman. kota. Nagasaki Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu, Menteri Luar Negeri Jepang saat itu, Sigimatsu Sakaibara, menandatangani surat yang menyatakan bahwa Jepang telah menyerahkan kapal perang Amerika.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E

Analisis Video
Ada ratusan warga Pekalong yang melakukan protes atas banyaknya sampah yang menumpuk di sungai sehingga membuat warga sekitar tidak nyaman. Sampah yang ada di sungai berasal dari sebuah pabrik pakaian yang membuang limbah dari pakaian tersebut langsung ke sungai, yang dilakukan warga untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi adalah dengan menutup saluran limbah pabrik tersebut. dan limbah garmen merupakan sungai yang tidak hanya berasal dari satu pabrik garmen, melainkan enam pabrik. Pembuangan limbah industri langsung ke sungai dapat menimbulkan ketidaknyamanan warga sekitar karena bau limbah tersebut dan juga menyebabkan pencemaran air sungai yang dapat merusak ekosistem sungai. Warga sekitar berusaha mengatasi masalah ini dan juga meminta bantuan pihak desa untuk menutup pabrik tersebut, karena pabrik tersebut tidak memiliki fasilitas pembuangan sendiri dan limbahnya langsung dibuang ke sungai dan pembuangan limbah. pabrik pakaian tersebut sudah berjalan cukup lama, lebih dari 25 tahun. Pemerintah desa berupaya mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi dengan menutup saluran yang berasal dari pabrik. Pemilik pabrik pun mengamini tindakan aparat desa dan warga setempat, karena pemilik pabrik sendiri mengaku tidak paham pengelolaan sampah.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 2213053214

Analisis Jurnal
Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama Bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Demikian pula dalam aktifitas ilmiah. Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia didasarkan kelima sila dalam Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga diharapkan melalui tulisan ini diharapkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat menjadi rambrambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu Pancasila
sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagiyang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional. Artinya niali-nilai dasar Pancasila secara normatifmenjadi dasar, kerangka acuan, dan tolakukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalan kan di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
(i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers;
(ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara; dan
(iii) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya. Nilai praktis merupakan perpaduan identitas dan realitas, terkandung dalam kenyataan sehari-hari sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila.
Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral
dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi Upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi, di masa sekarang memang merupakan kebutuhan tersendiri. Bagi kelompok manusia yang menginginkan kemajuan mutlak harus memiliki dua hal tersebut.
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila
haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengethuan dan teknologi. Hal ini dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika, diantaranya
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak. Sehingga dapat menempatkan manusia di semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagaian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
b. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek. Iptek adalah salah satu perkembangan dalam budaya hidup manusia, yang pada hakekatnya bertujuan demi kesejahteraan bersama.
c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya iptek sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menghormati dan mengharai kebebsana orang lain dalam bersikap serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang membangun.
e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusi itu berada.

Hal yang lain bahwa meletakkna Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
(1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg,
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).

Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai
Pengembangan Iptek Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945.
Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu belum banyak dibicrakan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi, menginat para pendiri negara yang juga termasuk cerdik cendikia atau inteletual bangsa Indonesia yang pada masa itu mencurahkan tenaga dan pemikirannya untuk membangun bangsa dan negara. Para intelktual merupakan sebagai pejuang bangsa masih disibukkan pada upaya pembenahan dan penatan negara yang baru saja terbebas dari penjajahan. Penjajahan tidak hanya penjajahan fisik tapi rakyat Indonesia berada dalam kemiskinan dan kebodohan.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E

Analisis Jurnal

Sikap adalah seperangkat tanggapan yang konsisten terhadap objek sosial, yang mengisyaratkan bahwa sikap adalah reaksi atau respon yang masih tertutup oleh seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.
Menurut Eagle dan Chaiken (1993), A. Wawan dan Dewi M. mengemukakan dalam bukunya bahwa sikap dapat ditempatkan dalam proses kognitif, afektif (emosional) dan perilaku sebagai hasil dari evaluasi objek sikap. Dari definisi di atas, jelas bahwa, secara umum, sikap terdiri dari komponen kognitif (pemikiran yang biasanya terkait dengan berbicara dan belajar), perilaku (cenderung memengaruhi respons yang sesuai dan tidak sesuai), dan komponen emosional (menyebabkan respons konsekuen).

Karakteristik sikap.
Sikap tidak dilahirkan sejak lahir, tetapi dibentuk atau dipelajari selama perkembangan sehubungan dengan objeknya.Sikap dapat berubah, oleh karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang, jika ada kondisi dan keadaan tertentu yang mendorong sikap pada orang. . Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi selalu memiliki hubungan tertentu dengan objeknya. Dengan kata lain, sikap secara konstan dibentuk, dipelajari atau diubah terhadap objek tertentu yang didefinisikan dengan jelas. Objek dari suatu sikap adalah suatu hal yang spesifik, tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut. Sikap memiliki aspek motivasional dan emosional yang sifatnya membedakan sikap dengan keterampilan atau pengetahuan.

Tingkatan Sikap Menurut Notoadmodjo (2003), sikap menurut Wawan dan Dewi (2010) terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu: :
(1) Penerimaan (Acceptance) Penerimaan artinya orang (subyek) menginginkan dan memperhatikan suatu stimulus yang diberikan . (objek),
(2) Answer (bereaksi) Memberikan jawaban ketika ditanya, melakukan tugas yang diberikan adalah sikap demonstratif, karena Anda mencoba menjawab pertanyaan atau melakukan tugas tertentu. Terlepas dari apakah pekerjaan itu benar atau salah, berarti orang tersebut menerima ide tersebut,
(3) Nilai Mengajak orang lain untuk mengerjakan masalah atau berdiskusi dengan orang lain menunjukkan sikap tingkat ketiga,
(4) Responsif (bertanggung jawab ).
(5) Tanggung jawab terhadap semua orang yang dipilih beserta segala resikonya adalah sikap yang paling tinggi.

Fungsi Sikap Sikap Katz memiliki beberapa fungsi yaitu:
(1) Fungsi instrumental atau fungsi pengatur atau fungsi berguna, fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan. Orang melihat sejauh mana suatu objek sikap dapat digunakan sebagai alat atau sarana untuk mencapai tujuan. Jika objek sikap dapat membantu orang tersebut mencapai tujuannya, maka orang akan memiliki sikap positif terhadap objek tersebut. Di sisi lain, jika objek sikap menghalangi pencapaian tujuan, orang akan memandang objek sikap yang relevan secara negatif,
(2) Fungsi pertahanan ego, Ini adalah sikap yang diambil seseorang untuk melindungi ego atau akunnya. Seseorang mengambil sikap ini ketika ego orang itu terancam,
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap seseorang adalah cara orang mengekspresikan nilai-nilainya. Dengan mengekspresikan diri, Anda mendapatkan kepuasan karena bisa menunjukkan diri Anda. Ketika individu mengambil sikap tertentu, mereka menggambarkan keadaan sistem nilai yang berlaku pada individu yang bersangkutan,
(4 ) Tugas pengetahuan Orang memiliki keinginan untuk ingin memahami melalui pengalamannya. Ini berarti bahwa jika seseorang memiliki sikap tertentu tentang suatu objek, itu berbicara tentang pengetahuan orang tersebut tentang objek sikap itu.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) selalu menjadi bagian terpenting dalam memajukan pembangunan negara. Kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang karena tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang juga semakin berkembang di berbagai bidang. Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila Secara etimologis, istilah “science” berarti ilmu (dalam bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan. Kata ini berasal dari kata latin scientia, yang berasal dari scire, yang berarti mengetahui (to know) dan belajar (to learn). Secara terminologi, pengertian ilmu setidaknya mencakup tiga hal, yaitu pengetahuan, tindakan dan metode untuk memahami makna ilmu. Sedangkan menurut Juju Surya Sumantri, pengetahuan dibagi menjadi tiga jenis: etika (pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat), estetika (pengetahuan tentang keindahan dan keburukan) dan logika (pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan).
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E
Analisis Video

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil karya manusia, pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk membantu kebutuhan manusia dalam menghadapi kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk tujuan tertentu, baik untuk dampak positif maupun negatif. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat baik sekarang maupun di masa yang akan datang.

Landasan Ketuhanan Yang Maha Esa yang mutlak bagi masyarakat Indonesia, bila diikuti dengan pandangan sekuler dunia barat, yang ilmunya dipelajari dan menjadi rujukan para ulama, tampaknya justru sebaliknya..

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek
1. sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Saya percaya pada satu-satunya perintah Tuhan yang memenuhi sains kreatif, akal budi dan keseimbangan irasional antara akal dan kehendak.Berdasarkan tatanan ini, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya memikirkan apa yang telah ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga tentang tujuan dan akibatnya, apakah merugikan orang di sekitarnya atau tidak. penggunaan seimbang dengan penyimpanan.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Menjadi dasar moralitas, bahwa dalam perintah kedua manusia harus bertindak secara beradab dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil manusia yang beradab dan bermoral. budaya.
3. Sila persatuan Indonesia, yang melengkapi universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menumbuhkembangkan rasa kebangsaan, kebesaran bangsa, dan keluhuran budi bangsa sebagai bagian dari masyarakat dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis berarti bahwa setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, ia juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta terbuka terhadap kritik dan evaluasi . . atau perbandingan dengan eksposur lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Untuk melengkapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keseimbangan keadilan harus dijaga dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan terhadap diri sendiri dan Tuhan, umat dan manusia. orang dan masyarakat, orang dan negara, dan orang-orang dan lingkungan alam mereka.