NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E
Analisis Jurnal
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan dasar pemikiran dan kesadaran. Dalam pengembangan ilmu harus memperhatikan ketuhanan yang menjadi dasar semua pemikiran manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek manusia, tanpa memperhatikan landasan ini, pengetahuan dipisahkan dari nilai sebenarnya dari pengetahuan itu. Pancasila ada karena pengetahuan terbentuk dari berbagai sumber dan kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam implementasi pemikiran mendalam Pancasila sebagai filsafat ilmiah, kami berusaha tidak hanya mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak hanya memuaskan rasa ingin tahu orang yang tidak ada habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran dalam bentuk filsafat Pancasila. digunakan dalam gaya hidup, kehidupan sehari-hari (pandangan hidup, falsafah hidup, gaya hidup, dll) dan juga pengetahuan sebagai indikator perkembangan sehingga seseorang dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin baik di dunia maupun di akhirat.
Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakekatnya adalah sistem pengetahuan. Pancasila merupakan pedoman atau landasan bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari untuk melihat realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara, tujuan hidup, dan landasan bagi bangsa Indonesia untuk memecahkan persoalan hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai falsafah ilmu pengetahuan mengandung nilai ganda, yaitu memberikan landasan teoritis (dan normatif) bagi pengelolaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk menetapkan tujuan; dan nilai intrinsik dari tujuan iptek didasarkan pada nilai-nilai spiritual kepribadian dan moralitas manusia.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Ketuhanan berasal dari kata Tuhan adalah pencipta semua yang ada dan semua ciptaan. Yang Maha Esa berarti satu-satunya, tanpa sekutu, satu dalam isi, satu dalam hakikat, satu dalam perbuatan, yang berarti bahwa hakikat Tuhan tidak terdiri dari banyak zat yang kemudian menjadi satu, bahwa hakikat Tuhan itu sesempurna mungkin. Bahwa karya Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan siapapun. Jadi Ketuhanan Yang Maha Esa berarti memahami dan meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta dan segala sesuatu. Menurut Soedjad, nilai-nilai
Pancasila dalam perintah Tuhan Yang Maha Esa adalah:
A. Ketuhanan Yang Maha Esa sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab dalam setiap agama dan kepercayaan.
B. Menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda untuk menciptakan keharmonisan.
C. Saling menghormati kebebasan beribadah 35 menurut agama dan kepercayaan.
D. Tidak Memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk berbudi luhur dengan kemampuan berpikir, berinisiatif, dan mencipta. Karena potensi ini, orang memiliki martabat tertinggi. Dengan nalar orang menjadi budaya, dengan nalar murni orang sadar akan nilai dan standar. Kemanusiaan terutama mengacu pada kodrat manusia, yang bersifat internal, dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya. Adil terutama berarti bahwa keputusan dan tindakan didasarkan pada standar yang objektif, bukan subyektif atau sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya. Jadi beradab adalah berbudaya, artinya sikap, keputusan, dan tindakan masyarakat selalu didasarkan pada nilai-nilai budaya, terutama sosial dan kesusilaan atau standar moral.
Menurut Soejad, nilai-nilai yang terkandung dalam perintah kedua adalah:
A. Pengakuan atas kesetaraan manusia, persamaan hak dan tanggung jawab yang sama.
B. Cintai satu sama lain orang.
C. Pemulihan sikap toleran
D. Tidak semena-mena kepada orang lain
E. Penanaman nilai-nilai kemanusiaan
F. Nikmati bantuan kemanusiaan
G. Berani membela kebenaran dan keadilan h Bangsa Indonesia merasa dirinya adalah bagian dari seluruh umat manusia, yang memungkinkan untuk mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Persatuan Indonesia
Kesatuan berasal dari kata Satu yang berarti utuh dan tidak pecah, kesatuan berarti menggabungkan berbagai pola yang berbeda menjadi satu kesatuan. Jadi, persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa Indonesia yang tinggal di wilayah Indonesia. Bangsa ini bersatu karena berjuang untuk mencapai kehidupan yang merdeka dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Tujuan persatuan Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta menciptakan perdamaian abadi. Persatuan Indonesia adalah pembentukan ideologi kewarganegaraan Indonesia yang penuh ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Nilai perintah ketiga adalah
A. Pengakuan suku, agama, adat dan budaya Bhineka Tunggal Ika.
B. Pengakuan terhadap kesatuan bangsa dan wilayah Indonesia serta kewajiban menjaga dan melestarikannya (patriotisme).
C. Cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara Indonesia (nasionalisme).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kerakyatan berasal dari kata people yang berarti sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu. Kerakyatan dalam pengertian sila IV ini berarti bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Demokrasi disebut juga kedaulatan rakyat (rakyat memiliki kedaulatan/kekuasaan) atau demokrasi (rakyat memerintah). Kebijaksanaan berarti penggunaan sikap/pikiran yang sehat selalu sesuai dengan persatuan dan kesatuan bangsa, memperhatikan kepentingan bangsa dan secara sadar, jujur dan bertanggung jawab serta berpedoman pada itikad baik sesuai dengan hati nurani orang tersebut.
Nilai-nilai perintah adalah sebagai berikut:
A. Negara adalah untuk kepentingan semua orang.
B. Kedaulatan ada di tangan rakyat
C. Rakyat Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan tanggung jawab yang sama.
D. Kepemimpinan populer adalah kebijaksanaan.
E. Keputusan diambil atas dasar perundingan, yang tujuannya adalah persetujuan para anggota parlemen.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Keadilan berasal dari kata justice yang berarti keadilan yang berlaku dalam segala bidang kehidupan masyarakat, baik materiil maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia adalah semua warga negara Indonesia, baik warga negara Indonesia di bawah pemerintahan maupun warga negara yang tinggal di luar negeri. (Burhanuddin, 1988). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti semua rakyat Indonesia diperlakukan sama di bidang hukum, politik, ekonomi dan budaya.
Nilai-nilai perintah 5 adalah:
A. Perlakuan yang adil dalam segala bidang kehidupan, terutama politik, ekonomi, sosial dan budaya.
B. Terwujudnya keadilan sosial meliputi seluruh rakyat Indonesia.
C. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
D. Menghormati hak milik orang lain
E. Cita-cita masyarakat adil dan makmur yang sama-sama material dan spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia.
F. Cinta untuk kemajuan dan pembangunan.