Posts made by Ratri Eka Ningtyas 2213053214

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Ratri Eka Ningtyas 2213053214 -
Nama : Ratri Eka Ningtyas
NPM : 2213053214
Kelas : 2E
Hakikat dan pentingnya PKN di perguruan tinggi
A. Pendidikan Kewarganegaraan adalah upaya sadar untuk mempersiapkan peserta didik untuk mencintai, setia, berani berkorban demi bela bangsa dan negara. Pendidikan kewarganegaraan melatih siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan demokratis berdasarkan Pancasila.

B. Landasan ideal dan landasan hukum pendidikan kewarganegaraan adalah

1. Pancasila pembukaan undang-undang Dasar 1945,
2. batang tubuh undang-undang 1945 khususnya pada pasal 27 ayat 3,
3. Undang-undang nomor 20 tahun 1982 tentang pendidikan bela negara
4. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 mata kuliah pengembangan kepribadian,
5. SK Dirjen DIKTI Nomor 42 tahun 2006

C. Sumber historis sosiologis dan politik PKN
1. Sumber historis, substansi dimulai sebelum Indonesia merdeka.
2. Sumber sosiologis,Diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga memelihara dan mempertahankan eksistensi negara bangsa
3. Sumber politik Dokumen kurikulum kewarganegaraan 1957, civics 1962,kewarganegaraan 1968.

D. Dinamika esensi dan urgensi PKN

Pendidikan kewarganegaraan harus mendorong warga negara untuk memanfaatkan dampak positif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknis dalam pembangunan negara-bangsa. Masa depan PKN sangat ditentukan oleh adanya konstitusi bagi negara dan rakyat Indonesia.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E

Analisis Jurnal
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan dasar pemikiran dan kesadaran. Dalam pengembangan ilmu harus memperhatikan ketuhanan yang menjadi dasar semua pemikiran manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek manusia, tanpa memperhatikan landasan ini, pengetahuan dipisahkan dari nilai sebenarnya dari pengetahuan itu. Pancasila ada karena pengetahuan terbentuk dari berbagai sumber dan kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam implementasi pemikiran mendalam Pancasila sebagai filsafat ilmiah, kami berusaha tidak hanya mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak hanya memuaskan rasa ingin tahu orang yang tidak ada habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran dalam bentuk filsafat Pancasila. digunakan dalam gaya hidup, kehidupan sehari-hari (pandangan hidup, falsafah hidup, gaya hidup, dll) dan juga pengetahuan sebagai indikator perkembangan sehingga seseorang dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin baik di dunia maupun di akhirat.
Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakekatnya adalah sistem pengetahuan. Pancasila merupakan pedoman atau landasan bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari untuk melihat realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara, tujuan hidup, dan landasan bagi bangsa Indonesia untuk memecahkan persoalan hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai falsafah ilmu pengetahuan mengandung nilai ganda, yaitu memberikan landasan teoritis (dan normatif) bagi pengelolaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk menetapkan tujuan; dan nilai intrinsik dari tujuan iptek didasarkan pada nilai-nilai spiritual kepribadian dan moralitas manusia.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Ketuhanan berasal dari kata Tuhan adalah pencipta semua yang ada dan semua ciptaan. Yang Maha Esa berarti satu-satunya, tanpa sekutu, satu dalam isi, satu dalam hakikat, satu dalam perbuatan, yang berarti bahwa hakikat Tuhan tidak terdiri dari banyak zat yang kemudian menjadi satu, bahwa hakikat Tuhan itu sesempurna mungkin. Bahwa karya Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan siapapun. Jadi Ketuhanan Yang Maha Esa berarti memahami dan meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta dan segala sesuatu. Menurut Soedjad, nilai-nilai
Pancasila dalam perintah Tuhan Yang Maha Esa adalah:
A. Ketuhanan Yang Maha Esa sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab dalam setiap agama dan kepercayaan.
B. Menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda untuk menciptakan keharmonisan.
C. Saling menghormati kebebasan beribadah 35 menurut agama dan kepercayaan.
D. Tidak Memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk berbudi luhur dengan kemampuan berpikir, berinisiatif, dan mencipta. Karena potensi ini, orang memiliki martabat tertinggi. Dengan nalar orang menjadi budaya, dengan nalar murni orang sadar akan nilai dan standar. Kemanusiaan terutama mengacu pada kodrat manusia, yang bersifat internal, dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya. Adil terutama berarti bahwa keputusan dan tindakan didasarkan pada standar yang objektif, bukan subyektif atau sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya. Jadi beradab adalah berbudaya, artinya sikap, keputusan, dan tindakan masyarakat selalu didasarkan pada nilai-nilai budaya, terutama sosial dan kesusilaan atau standar moral.
Menurut Soejad, nilai-nilai yang terkandung dalam perintah kedua adalah:
A. Pengakuan atas kesetaraan manusia, persamaan hak dan tanggung jawab yang sama.
B. Cintai satu sama lain orang.
C. Pemulihan sikap toleran
D. Tidak semena-mena kepada orang lain
E. Penanaman nilai-nilai kemanusiaan
F. Nikmati bantuan kemanusiaan
G. Berani membela kebenaran dan keadilan h Bangsa Indonesia merasa dirinya adalah bagian dari seluruh umat manusia, yang memungkinkan untuk mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
Kesatuan berasal dari kata Satu yang berarti utuh dan tidak pecah, kesatuan berarti menggabungkan berbagai pola yang berbeda menjadi satu kesatuan. Jadi, persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa Indonesia yang tinggal di wilayah Indonesia. Bangsa ini bersatu karena berjuang untuk mencapai kehidupan yang merdeka dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Tujuan persatuan Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta menciptakan perdamaian abadi. Persatuan Indonesia adalah pembentukan ideologi kewarganegaraan Indonesia yang penuh ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Nilai perintah ketiga adalah
A. Pengakuan suku, agama, adat dan budaya Bhineka Tunggal Ika.
B. Pengakuan terhadap kesatuan bangsa dan wilayah Indonesia serta kewajiban menjaga dan melestarikannya (patriotisme).
C. Cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara Indonesia (nasionalisme).

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kerakyatan berasal dari kata people yang berarti sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu. Kerakyatan dalam pengertian sila IV ini berarti bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Demokrasi disebut juga kedaulatan rakyat (rakyat memiliki kedaulatan/kekuasaan) atau demokrasi (rakyat memerintah). Kebijaksanaan berarti penggunaan sikap/pikiran yang sehat selalu sesuai dengan persatuan dan kesatuan bangsa, memperhatikan kepentingan bangsa dan secara sadar, jujur dan bertanggung jawab serta berpedoman pada itikad baik sesuai dengan hati nurani orang tersebut.
Nilai-nilai perintah adalah sebagai berikut:
A. Negara adalah untuk kepentingan semua orang.
B. Kedaulatan ada di tangan rakyat
C. Rakyat Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan tanggung jawab yang sama.
D. Kepemimpinan populer adalah kebijaksanaan.
E. Keputusan diambil atas dasar perundingan, yang tujuannya adalah persetujuan para anggota parlemen.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Keadilan berasal dari kata justice yang berarti keadilan yang berlaku dalam segala bidang kehidupan masyarakat, baik materiil maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia adalah semua warga negara Indonesia, baik warga negara Indonesia di bawah pemerintahan maupun warga negara yang tinggal di luar negeri. (Burhanuddin, 1988). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti semua rakyat Indonesia diperlakukan sama di bidang hukum, politik, ekonomi dan budaya.
Nilai-nilai perintah 5 adalah:
A. Perlakuan yang adil dalam segala bidang kehidupan, terutama politik, ekonomi, sosial dan budaya.
B. Terwujudnya keadilan sosial meliputi seluruh rakyat Indonesia.
C. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
D. Menghormati hak milik orang lain
E. Cita-cita masyarakat adil dan makmur yang sama-sama material dan spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia.
F. Cinta untuk kemajuan dan pembangunan.
NAMA : RATRI EKA NINGTYAS
NPM : 2213053214
KELAS : 1E

Analisis Soal 2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab :
Peranan Pancasila sebagai paradigma keilmuan disiplin ilmu, yaitu:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menerapkan ilmu pengetahuan, mencipta, menyeimbangkan antara rasional dan irasional, akal, emosi dan kehendak. Berdasarkan perintah pertama ini, iptek berpikir tidak hanya tentang apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga tentang tujuan dan akibatnya, apakah itu merugikan manusia dan lingkungannya. Penanganan diimbangi dengan penyimpanan. Ajaran pertama tidak menempatkan manusia di pusat alam semesta, tetapi sebagai bagian sistematis dari alam, yang mereka olah.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan landasan moral bahwa manusia harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pengembangan iptek harus berpijak pada hakikat tujuan kesejahteraan umat manusia, iptek harus dipersembahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia makhluk yang sombong dan angkuh. menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Sila persatuan Indonesia, yang memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa nasionalisme bangsa Indonesia disebabkan oleh sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, persatuan dan kesatuan bangsa, persaudaraan dan persahabatan antar berbagai daerah. kawasan dapat terealisasi dan terpelihara. karena tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, iptek harus dapat berkembang untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dan hal ini dapat dikembangkan lebih lanjut dalam hubungan masyarakat Indonesia dengan masyarakat internasional.
4. Sila Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Latar belakang perkembangan iptek yang demokratis adalah tatanan kerakyatan yang berpedoman pada kearifan dalam diskusi/presentasi. Artinya, setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap ilmuwan harus menghargai dan menghargai kebebasan orang lain serta bersikap terbuka, yaitu terbuka terhadap kritik, revisi, dan perbandingan dengan hasil teori lain.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan terhadap diri sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dan manusia lainnya. , manusia dan masyarakat, bangsa dan negara dan manusia dan alam.
Proses dalam persaiangan Global ini dari semua penjabaran sila tersebut masih tetap berjalan dengan irigan dan berusaha bangkit dari persaingan global yang ada.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab :
Mengenai model kepemimpinan saya harap tetap berpijak pada:
1. Pemimpin pancasila yaitu nilai-nilai luhur pancasila.
2. Takut akan Tuhan Yang Maha Esa.
3. Selalu mengamalkan keadilan, kebenaran, kejujuran, kesabaran dan kerendahan hati.
4. Senantiasa menerima saran dan kritik serta menjunjung tinggi nilai kebijaksanaan.
5. Bertanggung jawab.

Harapan saya terhadap kewarganegaraan adalah:
1. Mengamalkan semua nilai pancasila.
2. Jadilah warga negara yang jujur.
3. Ikuti setiap aturan yang Anda buat.
4. Terlibat dalam percakapan Musyawarah
5. Menjaga ketertiban dan kenyamanan.
6. Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Harapan saya kepada Ilmuwa adalah :
1. Amalkan seluruh nilai-nilai Pancasila.
2. Jadilah ilmuwan yang jujur.
3. Ikuti setiap aturan yang Anda buat.
4. Terlibat dalam percakapan Musyawarah
5. Menjaga ketertiban dan kenyamanan.
6. Iman dan takut akan Tuhan Yang Maha Esa
7. Jujur dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan atau ditemukan.
Nama : Ratri Eka Ningtyas
NPM : 2213053214
Kelas : 1E

Analisis Soal

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab :
Menurut saya,Mengenai berita tersebut kita harus pintar mensikapi mana berita yang benar dan hoaks
Jika berita tersebut hoaks maka kita dapat menhentikan stop penyebaran berita tersebut dan memberi tau kepada masyarakat bahwa berita tersebut tidak benar.
Dalam mengantisipasi dampak negative penyebaran hoaks yaitu ;
1. Hindari judul yang Provokatif
2. Periksa Sumber Berita
3. Periksa kebenaran Foto
4. Periksa Alamat Situs Web
5. Gabung dengan Grub Anti Haoks
6. Berfikir Kritis dan Logis
7. Membaca Keseluhuran Berita

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik ?
Jawab :
Pengaruh Pengembangan Iptek yang tidak sesuai dengan nilai – nilai Pancasila dapat membawa dampak yang sangat buruk dengan penyebarakan hoaks,tidak adanya saling menghargai dengan sesama,adanya sikap rasis dan adanya penyebaran hoaks dan tontonan yang tida etis dan tidak sesuai umur untuk anak – anak.
Solusi yang dapat dilakukan yaitu :
1. Dengan Menyaring Berita yang benar atau hoaks
2. Saling menghargai dan tetap dijaga rasa persaudaraan serta tidak asal upload
3. Pembatasan dan Pemberian Batas Umur untuk Video – video yang tidak patut ditonton oleh anak dibawah umur.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab :
Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya,Solusi yang dapat di laksanakan menurut Program Studi PGSD yang mana Dalam Program Studi ini mempunyai tugas nantinya dengan mendidik dan memberi pengajaran kepada penerus bangsa ,Maka Sebagai calon pendidik kita dapat memberi pemahaman kepada peserta didik bahwa sikap Konsumerisme atau sikap boros sangat tidak baik jika ditanamankan dalam diri,kita dapat membeli barang dengan mempertimbangan kebutuhan tanpa hanya mementingkan Keinginan.