Posts made by Fara Adilia 2213053003

Nama : Fara Adilia
NPM : 2213053003
Dalam video membahas tentang pendekatan pentahelix dalam pendidikan nilai dan moral. Nilai diartikan sebagai penilaian terhadap suatu konsep, sementara moral, yang berasal dari kata 'morse', mengacu pada kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh suatu komunitas.
Beberapa pendekatan yang dapat membantu dalam menanamkan nilai yaitu :
1.) Pemerintah, dalam hal ini pemerintah membuat UUD nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan sudah sepatutnya ada dalam dunia pendidikan yang digunakan sebagai langkah dalam penanaman nilai.
2.) Masyarakat / Komunitas, kehidupan atau kebiasaan yang ada di masyarakat dapat membantu dalam penanaman nilai dan moral.
3.) Akademisi, seorang tenaga pendidik ataupun seluruh orang yang ada di lingkungan pendidikan akan mentransfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
4.) Pengusaha / Pemilik Modal, penerapan nilai dapat juga melalui pengusaha atau pemilik modal.
5.) Media, dalam hal ini penanaman nilai dapat dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik
Nama : Fara Adilia
NPM : 2213053003
Kesadaran nilai moral di dunia pendidikan masih menjadi pokok permasalahan karena masih banyak ditemukan beberapa pelanggaran yang berkaitan dengan kesadaran moral.

Jika seorang anak tidak dibekali dengan pendidikan moral akan mengakibatkan munculnya masalah moral yaitu suatu masalah yang terjadi pada anak karena tidak adanya pembekalan pendidikan moral.
Peran pendidik menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKn:
1. Indoktrinasi yaitu membantu peserta didik menjadi lebih dewasa dengan menanamkan pendisiplinan.
2. Klarifikasi nilai yaitu guru menyampaikan perbuatan mana yang baik dan perbuatan yang buruk
3. Teladan atau contoh, seorang sebaiknya bisa menjadi contoh baik untuk anak didiknya
4. Pembiasaan dalam perilaku, biasanya dilakakuan pada saat KBM. Seperti doa sebelum dan sesudah belajar, mengucap salam kepada teman/guru dan sebagainya.
Nama : Fara Adilia
NPM : 2213053003
Mengenai perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg dapat disarikan sebagai berikut:

Perkembangan moral siswa sekolah dasar menurut teori Kohlberg terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat pra-konvensional, konvensional, dan post-konvensional.

Pada tingkat pra-konvensional, siswa cenderung mengikuti aturan karena takut hukuman atau demi mendapatkan hadiah. Mereka memiliki pandangan moral yang sangat sederhana dan egois.

Pada tingkat konvensional, siswa mulai memahami pentingnya mematuhi norma sosial dan aturan yang ada. Mereka berperilaku baik untuk memenuhi harapan sosial dan menghindari konflik.

Pada tingkat post-konvensional, siswa mampu berpikir secara abstrak tentang prinsip-prinsip moral yang lebih tinggi. Mereka mengembangkan pandangan moral yang didasarkan pada prinsip universal seperti keadilan, hak asasi manusia, dan etika.

Perkembangan moral siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman sosial, pendidikan, dan nilai-nilai keluarga.

Pentingnya pendidikan moral yang mendukung perkembangan siswa menuju tingkat post-konvensional untuk membangun individu yang lebih sadar akan nilai-nilai universal dan etika dalam kehidupan.
Nama : Fara Adilia
NPM: 2213053003

Kesimpulan mengenai pendidikan nilai moral dari perspektif global dapat dirangkum sebagai berikut:

Pendidikan nilai moral memiliki nilai universal yang penting dalam membentuk karakter individu di seluruh dunia.

Nilai moral yang diajarkan dalam berbagai budaya dan agama dapat berbeda, namun prinsip dasarnya adalah mengajarkan kebaikan, empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial.

Pendidikan nilai moral berperan penting dalam mengatasi masalah global seperti intoleransi, konflik, ketidaksetaraan, dan kerusakan lingkungan.

Keterlibatan komunitas internasional dalam promosi pendidikan nilai moral dapat memperkuat nilai-nilai tersebut di seluruh dunia.

Implementasi pendidikan nilai moral yang efektif memerlukan kerjasama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat secara global.

Kesimpulan tersebut mencerminkan pentingnya pendidikan nilai moral dalam konteks global untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan harmonis di seluruh dunia.