Kiriman dibuat oleh Fara Adilia 2213053003

Nama : Fara Adilia
NPM : 2213053003
Pendidikan moral di sekolah dasar dapat disampaikan melalui berbagai cara, seperti cerita, permainan, diskusi, dan contoh nyata. Guru memiliki peran penting dalam membimbing siswa dalam memahami dan mengadopsi nilai-nilai moral. Selain itu, orang tua juga berperan dalam mengkomunikasikan dan memperkuat nilai-nilai moral di rumah.

Tahap-Tahap Perkembangan Moral, diantaranya :
1. Usia 6 - 12 Bulan
2. Usia 12 - 18 Bulan
3. Usia 18 - 30 Bulan
4. Usia 30 - 36 Bulan
5. Usia 3 - 4 Tahun
6. Usia 4 - Tahun
7. Usia 7 - 8 Tahun
8. Usia 9 - 11 tahun
9. Usia 12 - 15 Tahun
10. Usia 16 - 20 Tahun
11. Dewasa Muda (Usia 20 - 40 Tahun)
12. Dewasa Tengah (Usia 40 - 65 Tahun)
13. Dewasa Tua (Usia 65 Tahun)
Nama : Fara Adilia
NPM: 2213053003

Dari video tersebut, dijelaskan mengenai tanggung jawab diri sendiri dalam keluarga yang dapat dilakukan dengan cara mendengar nasihat ayah, membantu ibu, menemani kakak, dan menjaga keselamatan adik.
tanggung jawab digambarkan dengan poin empat gambar yang terdiri dari (1) mendengar nasihat ayah maksudnya kita harus patuh kepada seorang ayah karena ayah merupakan kepala keluarga, (2) membantu ibu misalnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti mengelap kaca, menyapu dan lain - lain, (3) menemani kakak, (4) menjaga keselamatan adik.
Nama : Fara Adilia
Kelas : 2213053003
Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital
bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega
Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim
pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang
terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan
PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta
dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda
agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu
Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga
mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang
mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus
dilaksanakan dan ditingkatkan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen
untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari
keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini,
masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan
menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan
memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.
Diharapkan PKM yang dilaksanakan dengan sasaran Siswa di Mts Insan
Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor
ini dapat bermanfaat kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung
ataupun tidak. Selain itu diharapkan PKM ini dapat menginspirasi berbagai pihak
untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang serupa
Nama : Fara Adilia
NPM : 2213053003
Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi
tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang
memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa
yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan
perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam
memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui
pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas
penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan
sikap toleransi, 3) Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, 4) Menghargai hidup
dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, 5)
Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan
dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar
lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan
dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, 6) Mampu menalar
dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar
lingkungan hidupnya secara objektif, 7) Mempunyai wawasan pendidikan
politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai
bagian dari warga Negara, 8) Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut
serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nama : Fara Adilia
NPM: 2213053003

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini harus dirancang dengan cermat dan memperhatikan aspek-aspek berikut:
Kesesuaian dengan perkembangan anak: Instrumen harus mempertimbangkan tahap perkembangan anak usia dini dan dapat diadaptasi sesuai dengan usia mereka.
Holistik: Instrumen sebaiknya mencakup berbagai aspek pengembangan nilai agama dan moral, seperti pemahaman nilai, perilaku, dan sikap.
Keberlanjutan: Instrumen penilaian harus dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mengukur perkembangan anak seiring waktu.
Objektif: Instrumen harus dirancang sedemikian rupa sehingga hasil penilaian dapat diinterpretasikan secara objektif dan konsisten.
Validitas dan reliabilitas: Instrumen harus diuji untuk memastikan bahwa ia mengukur apa yang seharusnya diukur (validitas) dan memberikan hasil yang konsisten (reliabilitas).
Konteks budaya dan agama: Instrumen harus mempertimbangkan konteks budaya dan agama di mana anak tumbuh, sehingga nilai-nilai yang dinilai sesuai dengan nilai-nilai yang dihormati dalam lingkungan tersebut.
Fleksibilitas: Instrumen penilaian sebaiknya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai situasi dan pengaturan pendidikan anak usia dini.
Manfaat penilaian dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Bagi Anak, untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat, anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan nya.
2. Bagi Orang Tua. Orang tua akan memperoleh informasi pertumbuhan, perkembangan, dan minat anak pada satuan PAUD, memudahkan orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika dirumah, membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak satuan PAUD dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak.
3. Bagi Guru, untuk mengetahui perkembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan, mendapatkan informasi awal tentang hambatan dan gangguan dalam perkembangan anak, mengetahui kesesuaian stimulasi dalam pelayanan dengan Kebutuhan perkembangannya, berikan dukungan yang tepat kepada anak, dan memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak.