གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Mutiara Deva Gusti 2213053135

Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135

Analisis jurnal 2

Identitas jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Nomor : 1
Volume : 12
Halaman : 41-54
Tahun terbit : 2014
Nama penulis : Fahrudin
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA

Pembahasan

A. PENDAHULUAN
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Pendidikan dalam keluarga bersifat informal, Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga. Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.
B. PERANAN KELUARGA BAGI ANAK
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari interaksi dengan lingkungan pertama inilah individu memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar daripada kepribadiannya. Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak.
Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu: (1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5) fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.
C. PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK
Dalam KBBI, “moral” diartikan sebagai keadaan baik dan buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, budi pekerti dan susila.
Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meningalkan perbuatan jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat.
Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.
Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan, seperti berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya Sofyan Sauri (2010:34).
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN MORAL
Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
Suasana rumah tangga yang kurang baik.
Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral
Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.
E. PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan Ibu Bapak dan anggota keluarga, sehingga pergaulan dan kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak-anak, terutama anak yang belum berumur enam tahun
Nama : Mutiara Deva Gusti
NPM : 2213053135

Analisis jurnal 1

Identifikasi jurnal

Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun Terbit : 2017
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

1. Pendidik Moral di Sekolah
Sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
a) Inkulkasi nilai
b) Metode keteladanan
c) Metode klarifikasi nilai
d) Metode fasilitasi nilai
e) Metode keterampilan nilai moral

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, yaitu dengan menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif) yang muncul dan intensitas kemunculan afek dari tindakan atau pendapat seseorang.
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135

ANALISIS VIDEO 4

Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring
Di zaman modernisasi dan globalisasi kita mudah mengakses informasi, melihat kehidupan orang lain dengan mudah melalui sosial media. Sebagai generasi muda kita dituntut untuk mengikuti zaman tapi kita juga harus mampu melihat mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kita.

Permasalah sosial seperti Pembunuhan, pembullyan, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama, tawuran, pembunuhan terhadap orang tua.
Dalam kasus tersebut ada hubungannya dengan etika dan moral. Etika dan moral adalah pedoman setiap manusia.

-Moral secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu "MOS" Secara jamak yaitu "MORES" yang artinya adalah kebiasaan atau adat, Dalam KBBI moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk, salah maupun benar.

-Etika menurut Drs.H. Burhanuddin Salam adalah cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

• Tiga persamaan Etika dan Moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran Tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang

• Contoh Etika dan Moral sering terabaikan
- tidak pamit dan mencium tangan pada orang tua sebelum keluar rumah
-tidak meminta maaf pada orang tua ketika melakukan kesalahan
-tidak membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah
-tidak saling menghormati dan menghargai
-tidak mendengarkan nasihat orang tua

• Pengembangan Nilai Moral
Perlu dukungan dari pendidikan salah satunya dari sekolah. Karena di sekolah ada aturan tata tertib untuk siswa.

•Tata Cara Pembelajaran Daring sesuai dengan Nilai dan Moral
Yang paling utama yaitu sopan santun, banyak siswa yang kurang sopan santun ketika pembelajaran daring. Seharusnya sebagai siswa lebih peka dan tanggung jawab dalam pembelajaran daring

• Contoh Etika Berkomunikasi yang Baik dalam Pembelajaran Daring
1. Perhatikan waktu
2. Bahasa yang baik dan sopan
3. Perkenalkan diri secara lengkap

•Etika Berkomunikasi dalam Grup Chat
1. Gunakan nama asli dalam akun media sosial
2. Tampilkan foto asli di grup chat atau tampilkan wajah saat video
3. Hindari pembicaraan di luar topik pembelajaran
4. Bicara dan komentar yang baik dan sopan
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213063135

Analisis video 3

8 fungsi keluarga menerapkan dan Menanamkan nilai nilai moral dalam keluarga

1. Fungsi agama
Nilai moral yang terkandung diantaranya ada ke imanan ,ketaqwaan ,kejujuran ,bersyukur ,Kepedulian ,Tenggang rasa ,kerajinan ,kesalehan ,ketaatan dan suka menolong

2. Fungsi sosial budaya
Nilai moral yang terkandung didalamnya antara lain seperti Gotongroyong ,sopan Santun Kerukunan, Kepedulian ,kebersamaan dan toleransi

3. Fungsi cinta kasih
Nilai moral yang terdapat di antaranya Empati ,ke akraban keadilan ,pemaaf ,kesediaan pengorbanan dan suka menolong

4.Fungsi perlindungan
Nilai moral yang terkandung di dalamnya yaitu Pemaaf,Tanggap serta Ketabahan

5. Fungsi reproduksi
Nilai moral yang terkandung itu bertanggung jawab, Kesehatan dan keteguhan

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Nilai moral yang terkandung itu percaya diri ,keluasan ,kebanggaan, kerajinan dan kreativitas

7. Fungsi ekonomi
Nilai moralnya yaitu hemat ,ketelitian, disiplin Kepedulian

8. Fungsi pemeliharaan lingkungan
Nilai moralnya itu kebersihan dan kedisiplinan
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135


Analisis video 2

•Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

•Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak
-Perundungan di Sekolah
Perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Contohnya menyakiti korban secara fisik maupun sosial

- Kekerasan Fisik dalam Keluarga
Kekerasan yang dilakukan oleh saudara kandung dirumah kepada anak tersebut.

• Peranan Orang Tua dan Guru
-Peran Orang Tua
Peran orang tua penting untuk membentuk moral yang baik dan membentuk perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tua.
-Peran Guru
Guru berperan untuk memperkokoh kepribadian anak serta membekali dengan nilai-nilai agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat serta keluarga. Peran guru harus menjadi figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik agar tingkah laku siswa sesuai dengan norma yang berlaku.

• Penyelesaian Terhadap Moral Anak
Supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya dapat tercapai. Peran guru yang harus dilakukan dengan memberikan nasihat setiap hari agar siswa dapat mengingat nya dan tujuan yang akan dituju tidak menyimpang.

•Kesimpulan
Upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral dapat maksimal. Bukan hanya dari guru saja tetapi harus diajarkan sejak dini oleh orang tua, terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak baik untuk ditiru. Maka dari itu orang tua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.