Kiriman dibuat oleh Mutiara Deva Gusti 2213053135

Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135
Kelas : 3G

Analisis video 3

Pendidikan nilai dan moral di lingkungan masyarakat

dalam video tersebut juga terdapat beberapa prilaku seseorang dalam suatu kelompok sebagai berikut:

Contoh nilai dan moral di masyarakat :

1. saling menyapa dengan sesama tetangga di lingkungan masyarakat
2. berbagi dengan sesama
3. mengerjakan solat secara berjamaa'ah
4. menyapu halaman
contoh seperti di dalam video bagaimana prilaku yusi menurut salah satu temen prilaku yusi tidak negatif, dan positifnya di dalam kelompok bisa mengajak orang melakukan ibadah dengan baik, atau bisa mengajak orang untuk berkumpul di rumahnya karena sikap dia dalam pertemanan cricle ataupun kelompok itu sangat baik dan sangan berdampak selain itu juga ada redho orangnya humble dan jika di masyrakat suka bersosialisasi dan dapat memberikan beberapa ilmu kepada masyarakat terutama pada adiknya.Ada juga qismi adalah orang yang baik yang mempunyai tata krama dan adat yang baik, baik dengan keluarganya baik dengan tetangganya baik dengan masyrakatnya,sopan, satun dan juga mudah bergaul dan windy orangnya yang pemalu dan juga kurang aktif dalam kegiatan keagaman.
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135
Kelas : 3G

Analisis Video 2

Wajib Tahu! Ini 5 Masalah Terbesar Remaja Masa Kini | Motivasi Merry | Merry Riana

5 masalah terbesar yang sering di hadapi oleh remaja :

1. Penampilan
Remaja terkadang minder karena berat badan dan jerawat yang tidak hilang-hilang. Padahal hidup ini, tidak selamanya tentang penampilan saja. Jangan terlalu fokus untuk mengupgrade penampilan saja, tetapi juga fokus untuk mengupgrade kualitas diri sendiri.
2. Pendidikan
Pendidikan zaman sekarang susah untuk mendapatkan nilai 100 seperti pendidikan zaman dulu. Tetapi, pendidikan zaman sekarang sudah dipermudah dengan adanya teknologi canggih. Daripada mengeluh dan menjadikan ini menjadi sumber masalah, lebih baik bersyukur dan belajar dengan giat.
3. Persahabatan
Persahabatan yang mendatangkan tekanan bisa menjadi masalah besar bagi remaja. Seperti rela membeli baju couple, padahal untuk biaya sekolah saja susah. Ada juga yang rela ikut tawuran hanya untuk dibilang anak gaul. Jika dia sahabat yang baik, dia akan menerima kamu apa adanya.
4. Percintaan
Jadikan jatuh cinta sebagai penyemangat kamu untuk mendapatkan prestasi di sekolah, bukan malah sebaliknya.
5. Percaya Diri
Kepercayaan diri ada karena terus di asah. Kita tidak pernah tau kalau kita tidak mencobanya.
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135
Kelas : 3G

Analisis Video1

Video Animasi NILAI DAN MORAL DILINGKUNGAN MASYARAKAT

Contoh Nilai dan Moral yang baik di Lingkungan Masyarakat :
1. Tolong Menolong
2. Menyapa Kenalan dengan Bahasa yang baik
3. Menghargai/menghormati pendapat orang lain
4. Bertegur Sapa
5. Mengikuti Pelajaran dengan Tentram
Contoh Nilai dan Moral Tidak Baik di Lingkungan Masyarakat :
1. Mencuri
2. Membuang Sampah Tidak Pada Tempatnya
3. Memandang Rendah Orang Lain
4. Berkendara Dengan Kecepatan Tinggi
5. Membuang Sampah Di Sungai
6. Berkelahi dengan teman dan Tidak melerai teman yang berkelahi
Kesimpulan : Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral memiliki makna baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Istilah moral sering disebut sebagai akhlak, budi pekerti atau susila.
Nama : Mutiara Deva Gusti
NPM : 2213053135
Kelas : 3G

A) Identitas jurnal

Nama Jurnal : JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Volume : 03
Nomor : 03
Tahun Terbit : 2021
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyaraka
Nama Penulis : Kanesa Putri , Muhammad Eko Maryana

B) Hasil analisis

Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan\adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Jadi etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Menurut Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua,yaitu Terminus Technikus dan Manner And Custom. Terminus Technikus merupakan etika yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia sedangkan Manner and Custom merupakan suatu pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia atau in herent in human nature yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.

UPAYA HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN DALAM MEMBENTUK MORAL BANGSA SAAT INI
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa :
1) Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2) Menciptkan lingkungan yang baik dalam Masyarakat
3) Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1) Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2) Seminar tentang kesadaran hukum
3) Menegakan HAM dimasyarakat
4) Pemerintah harus bertindak

Menjamin adanya hukum yang mengatur tentang etika dan moral terutama ketika terjadi pelanggan etika. Hukum etika dan moral Menjadi mata pelajaran wajib disekolah atau Perguruan tinggi Membuat aturan sebagai payung hukum yang dapat melindungi terhapa pelanggan etika dan moral Buat aturan yang dapat menyaring keluar masuk nya informasi yang dapat merusak etika dan moral bangsa
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213063135
Kelas :3 G


A) Identitas Jurnal

Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis : Suparlan Suhartono

B) Hasil Analisis

Dari jurnal tersebut menghasilkan bahwa Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik Misalnya, pembebasan tanah warga untuk pelebaran jalan akan mengakibatkan konflik antara kepentingan individual dan masyarakat keseluruhan, jika hak warga atas tanah itu dirampas begitu saja. Kini, tradisi konflik antara kepentingan individu dan masya rakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan kalau tradisi konflik kepentingan individu dan masyarakat justru "meng -gairahkan" kehidupan bermasyarakat, maka gairah itu kini berubah menjadi sebuah kesibukan yang menghabiskan energi untuk memerangi para koruptor. Padahal, jika para penguasa memiliki komitmen moral dan etika yang kuat, maka mengelola tradisi konflik kepentingan, justru memberi keuntungan bagi seluruh individu dan masyarakat dan otomatis bagi para pemimpin Karena di dalam diri individu terdapat potensi sosial dan di dalam masyarakat terdapat potensi individual. Jadi, paradigma konflik sosial antara dua kepentingan menjadi lebih rumit Potensi individual yang terkandung di dalam individualisme berubah menjadi negatif berupa keserakahan terlebih moral negatif keserakahan itu menjadi watak para pemimpin dan pejabat pemerintahan.Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat.Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan misalnya analisis obyek tentang kepentingan individual, menghasilkan ragam jenis, dan bentuk.Arti Moral dan Etika Dalam Webster's New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin "mos" atau "mores", berarti costum, Sedangkan mengenai etika, ditandaskan bahwa "etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral". Sedangkan moral adalah hal -hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan -tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma" Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif).