Kiriman dibuat oleh Mutiara Deva Gusti 2213053135

Pembelajaran PKN SD 2024 -> Aktivitas 1

oleh Mutiara Deva Gusti 2213053135 -
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135

Metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah Dasar (SD) merupakan strategi yang digunakan dalam mengajar siswa mengenai nilai-nilai, prinsip, dan pengetahuan dasar tentang kewarganegaraan. Metode ini bertujuan untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, hak, dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Materi yang diajarkan meliputi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta pengetahuan tentang lembaga-lembaga negara dan proses demokrasi di Indonesia.

Beberapa metode pembelajaran PKN yang cocok untuk peserta didik di SD sesuai dengan Kurikulum 13 antara lain:

1. Diskusi Kelas: Melibatkan siswa dalam berbicara dan berpendapat tentang isu-isu kewarganegaraan. Diskusi ini dapat memperkaya pemahaman mereka tentang nilai-nilai demokrasi dan partisipasi aktif.
Simulasi: Menggunakan permainan peran atau situasi imajiner untuk mengajarkan konsep-konsep abstrak dalam PKN. Misalnya, siswa dapat berperan sebagai tokoh sejarah atau figur politik untuk memahami nilai-nilai kejujuran dan kerja sama.
2. Penugasan Kelompok: Memberikan tugas kolaboratif kepada siswa, seperti membuat poster tentang hak asasi manusia atau mengadakan kampanye sosial di sekolah. Ini membantu mereka memahami pentingnya kerjasama dan tanggung jawab dalam masyarakat.
3. Kunjungan Lapangan: Mengajak siswa mengunjungi institusi pemerintah, seperti kantor kecamatan atau balai desa. Dengan melihat langsung bagaimana pemerintahan beroperasi, siswa dapat memahami lebih baik tentang struktur negara dan peran lembaga-lembaga tersebut.
4. Menonton Film atau Video Edukatif: Pemutaran film pendek atau video singkat yang berkaitan dengan isu-isu aktual, seperti perjuangan para pejuang kemerdekaan atau hak-hak anak. Media audio-visual ini dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif.
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135
Kelas : 3G

Penanaman nilai dan moral penting dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membentuk karakter yang baik pada anak. Cara menanamkannya dapat melalui contoh teladan, pembelajaran langsung, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan yang mengajarkan nilai-nilai tersebut.Beberapa hambatan dalam proses penanaman nilai dan moral termasuk ketidaksesuaian nilai antara lingkungan, gangguan eksternal seperti media sosial, kurangnya konsistensi dalam penyampaian nilai, serta tantangan dalam memastikan anak menginternalisasi nilai-nilai tersebut.Strategi yang efektif untuk membuat penanaman nilai menjadi kebiasaan adalah dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, konsisten dalam memberikan contoh, mengintegrasikan nilai-nilai dalam kurikulum sekolah, mengadopsi pendekatan pembelajaran yang menarik dan interaktif, serta memberikan penghargaan atas perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif.Melibatkan orang tua, guru, serta tokoh masyarakat dalam memberikan contoh yang konsisten, memberikan umpan balik positif, dan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya nilai-nilai tersebut juga dapat membantu mendorong anak-anak agar menjadikan nilai dan moral sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Nama : Mutiara Deva Gusti
Npm : 2213053135
Kelas : 3G

ANALISIS JURNAL 2

Nama Jurnal : JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Volume : 02
Nomor : 01
Halaman : .30-44
Tahun Terbit : 2017
Judul : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Nama Penulis : Ilham Hudi

PEMBAHASAN

Konsep dasar karakter
terdapat enam karakter utama (pilar karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai watak dan prilaku dalam hal-hal khusus. Keenam karakter ini dapat dikatakan sebagai pilar-pilar karakter manusia, di antaranya:
1. Respect (Penghormatan)
2. Responsibility (Tanggung Jawab)
3.Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga Negara)
4. Fairness (Keadilan dan Kejujuran)
5. Caring (Kepedulian dan Kemauan Berbagi)
6. Trustworthiness (Keparcayaan).

Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2.. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Perilaku Moral (Moral Action)
1. Kompetensi
2. kehendak
3. kebiasaan

Pendidikan Orang Tua
Pendidikan karakter pada dasarnyamempunyai esensi yang tidak berbeda dengan pendidikan moral, budi pekerti dan pendidikan akhlak, yang bertujuan membentuk pribadi siswa, supaya menjadi pribadi yang baik, jika di masyarakat menjadi warga yang baik, dan jika dalam kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik. Menurut Najib Sulhan (2009:12) Pendidikan karakter dan moral dalam perspektif Islam yaitu Karakter Rasulullah juga menanamkan nilai-nilai, yaitu
1. Sidiq
2. Amanah
3. Tabligh
4. Fathanah.