Kiriman dibuat oleh Deasy Adelia Syahrani 2213053091

NAMA : Deasy Adelia Syahrani
NPM : 2213053091
KELAS : 3H

ANALISIS JURNAL

Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Volume : 9
Nomor : 3
Tahun Terbit : 2021
Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama Penulis :
1. Iwan Fajri
2. Rahmat
3. Dadang Sundawa
4. Mohd Zailani Mohd Yusoff

A. Landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh
Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. Dengan dasar tersebut satuan pendidikan yang ada di provinsi Aceh menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajaran islam. Salah satu hasil dari amanah qanun tersebut adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami) sebagai landasan dalam menerapkan pendidikan di provinsi Aceh. Dengan ciri khas tersebut penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam (Sulaiman et al., 2020).

B. Integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh
Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Sehingga nilai-nilai islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari (Praja et al., 2020). Pendidikan Islami di Aceh adalah sebuah konsep ideal untuk mempersiapkan peserta didik atau tenaga kependidikan yang berwawasan keilmuan dan kepribadian sebagai nilai inti tujuan dan strategi pendidikan nasional pendidikan Aceh.

C. Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh
Islam berupaya memadukan semua aspek kehidupan materialistis atau spiritual, dan berupaya membangun tujuan individu sejalan dengan tujuan masyarakat dan menyerukan kepada semua untuk mengintegrasikan perkataan dengan perbuatan, serta menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dalam kehidupan ini dan keinginannya dalam kehidupan. kehidupan lain. Menurut Alavi (2007), Islam menjadikan sisi moral sebagai tolak ukur perbuatan baik, dan sisi utama dalam nilai adalah tujuan utama dakwah Islam.
penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019).
NAMA : Deasy Adelia Syahrani
NPM : 2213053091
KELAS 3H

ANALISIS VIDEO

Mirisnya kekerasan di lingkungan sekolah yang mana seharusnya sekolah dapat menjadi rumah kedua untuk siswanya

1) September 2015
Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya dilingkungan sekolah dengan dugaan perkelahian mulut, kejadian ini terjadi di SD Negri di Kebayoran Lama, Jakarta

2) Agustus 2017
Siswa kelas 2 SD Meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah dengan dugaan dirundung dan dilempar minuman beku, kejadian ini terjadi di Sukabumi, Jawa Barat.

3) November 2017
Duel antar 2 siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam Hari Guru dengan dugaan pelaku terganggu korban menyalakan motor bising, kejadian ini terjadi di SD Negri, Kab.Bandung
NAMA : Deasy Adelia Syahrani
NPM : 2213053091
Kelas : 3H

ANALISIS VIDEO

Pada tahun 1967 foot mengajukan eksperimen yang kemudian dikenal dengan Trolly Problem yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam kondisi seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi dan euthanasia. Studi ini kemudia menjadi sangat penting saat perkembangan (Artificial Intelligence). Machine learning dimana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The Trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikanya pada kehidupan sehari-hari. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah kebenaran belaka
Kita mungkin sering mendengarkanya bahkan sepanjang hidup kita Pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang kebih besar, maka tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membernarkan perang hanya dengan alasan perdamaian dunia dan demi kepentingan umum.
Analisis Video
Nama : Deasy Adelia Syahrani
NPM : 2213053091
Kelas : 3H


PENGAMALAN SILA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN

Pengamalan Pancasila adalah Penerapan nilai-nilai pncasila dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai yang terkandung dalam pancasila yang harus kita teladani antara lain sebagai berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa (Mengajak kita untuk percaya kepada tuhan dan melaksanakan perintah-Nya)
Berikut beberapa contoh pengamalan sila pertama Pancasila:
a) Bersyukur kepada Tuhan
b) Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
c) Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
d) Berdoa sebelum dan sesudah makan
e) Menghormati agama orang lain
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia)
Berikut beberapa contoh pengamalan sila kedua Pancasila:
a) Membantu korban bencana alam
b) Membantu adik belajar
c) Tidak berbuat kasar kepada orang lain
d) Menolong teman yang sedang kesulitan
e) Bersikap sopan kepada orang tua
3. Persatuan Indonesia (Mengajak kita untuk cinta terhadap Bangsa Indonesia)
Berikut beberapa contoh pengamalan sila ketiga Pancasila:
a) Mengikuti upacara bendera dengan tertib
b) Mencintai dan bangga menggunakan barang buatan Indonesia
c) Bermain dengan rukun
d) Melestarikan budaya daerah
e) Berteman tidak membeda-bedakan suku dan agama
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan (Mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyeleseikan suatu masalah)
Berikut beberapa contoh pengamalan sila keempat Pancasila:
a) Menyampaikan pendapat
b) Berdiskusi atau kerja kelompok
c) Saling menghargai pendapat
d) Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada
e) Musyawarah dalam memilih ketua kelas
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama)
Berikut beberapa contoh pengamalan sila kelima Pancasila:
a) Tidak berbuat curang kepada orang lain
b) Menghargai hasil karya orang lain
c) Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang
d) Tidak boros dan suka menabung
e) Bergotong royong membersihkan kelas
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah lunturnya nilai-nilai Pancasila adalah dengan memberikan edukasi dan pemahaman tentang pentig pentingnya pancasila. Guru dan orang tua sangat berperan dalam meberikan pemahaman tersebut.
Nama : Deasy Adelia Syahrani
NPM : 2213053091
Kelas : 3H

ANALISIS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora
Nomor : 1
Halaman : 89-100
TahunTerbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL BUDAYA INDONESIA DIKALANGAN REMAJA
Nama Penulis : H Wanto Rivaei

Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.

Dengan landasan pendidikan agama yang dilakukan di keluarga, sekolah dan masyarakat dengan
sebaik-baiknya, maka akan terbangun kepribadian peserta didik yang memiliki nilai-nilai moral yang termaktub dalam pancasila, dimana sila yang pertama adalah Sila Ketuhanan YME, yang menjadi dasar sila-sila yang lain. Hal ini dimaknai sebagai upaya membangun peserta didik dan warga bangsa yang selalu menjunjung tinggi, dan menerapkan dalam hidup sehari-hari pola perilaku yang sesuai dengan agama yang dianutnya, karena sebagai bangsa yang beragama tidak ada satupun ajaran agama yang menganjurkan kejahatan, kecuali ajaran agama tersebut dibelokkan oleh akal manusia
untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, dan bukan untuk kesejahteraan umat manusia.