Posts made by Naura Anandia Ghatsa 2213053146

Nama : Naura Anandia Ghatsa
Npm : 2213053136
Mata Kuliah: Pendidikan Pancasila

Analisis Jurnal

Identitas Jurnal
Judul : PENDIDIKAN PANCASILA, EKSISTENSINYA BAGI MAHASISWA
Penulis Jurnal:August Hadiwijono
Volume, Nomor, Halaman: Vol.7, No.1, Hal. 82-97
Tahun Terbit : 1 Juni 2016
Kata Kunci : Mahasiswa, Pancasila, Pendidikan

Isi Jurnal

1. Pengertian Pancasila

Pancasila adalah pedoman bagi seluruh warga negara Indonesia untuk berkomunikasi bersama guna memperkokoh NKRI.

2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dirumuskan dalam visi dan misi sebagai berikut:
Visi Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah sumber nilai dan pedoman bagi pengembangan dan pelaksanaan pendidikan, program bagi mahasiswa untuk menstabilkan kepribadian mereka secara keseluruhan.

3. Kedudukan dan Tugas Pancasila
a Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
b. Pancasila sebagai pedoman hidup rakyat
Indonesia
c. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia
d. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
e. Pancasila sebagai persatuan bangsa Indonesia yang besar
f. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
g. Pancasila sebagai sumber hukum dalam negeri

4.Metode Penelitian : Penelitian Normatif

5. Pentingnya Pancasila bagi Mahasiswa

Tujuan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah agar mahasiswa :
1. Memahami dan mampu menerapkan
bagaimana Pancasila dan UUD 1945 dalam
kehidupannya. Warga negara Indonesia.
2. Memperoleh pemikiran berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tentang berbagai masalah pokok kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yang harus diatasi.
3. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma Pancasila, untuk mempengaruhi pengembangan dan pendalaman ilmu
serta pengajaran dan perolehan ilmunya.
4.Untuk membantu siswa dalam belajar, proses berpikir, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dengan menerapkan strategi heuristik pada nilai Pancasila.
Tujuan mempelajari pancasila adalah untuk mengetahui pancasila yang sebenarnya, yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara yuridis.

Makna sila-sila Pancasila
Untuk membentuk masyarakat spiritual Pancasila, pendidikan Pancasila diperlukan di semua jenjang pendidikan formal, terutama jenjang perguruan tinggi. Karena pada level ini merupakan tahapan yang paling rawan, artinya pada level banyak mahasiswa yang mencari cara pandang yang tepat tentang kehidupan (ideologi).

Mewujudkan Pancasila dalam Kehidupan Kampus
Kampus juga harus menuntut tatanan pembangunan sebagai tatanan negara, yaitu politik, ekonomi, budaya, hukum dan masyarakat antaragama, pengamalan Pancasila di lingkungan kampus pengamalan pancasila secara subjektif dan secara objektif
a. Tujuan pengamalan Pancasila secara objektif Tujuan pengamalan Pancasila yang objektif adalah penerapan
dalam bentuk implementasi di setiap organisasi kampus, dan wilayah organisasi dan nonorganisasi.
b Pengamalan subyektif Pancasila
Pengamalan subyektif Pancasila adalah pelaksanaan dalam pribadi seseorang warga negara, individu, penduduk, penguasa,
dan orang Indonesia.
Nama : Naura Anandia Ghatsa
Npm : 2213053136
Mata Kuliah: Pendidikan Pancasila

Analisis Jurnal

Identitas Jurnal
Judul : AGAMA MUSUH PANCASILA?
STUDI SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA
Penulis Jurnal: Aqil Teguh Fathani
Volume, Nomor, Halaman: Vol.26, No.1
Tahun Terbit : 1 Juni 2020

Isi Jurnal

Pendahuluan
Keberadaan Pancasila sebagai falsafah nasional menjadi landasan falsafah dan landasan umum atau semboyan di tengah-tengah masyarakat dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara (Pramono, 2018). Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama. Pancasila sebenarnya tidak bertentangan dengan apa pun,Pancasila disepakati bersama oleh para pendiri bangsa, di antaranya berasal dari latar belakang yang berbeda (Manggalatung, 2017). Namun akhir-akhir ini Pancasila sering berbenturan dengan berbagai mata pelajaran, salah satunya agama.

TINJAUAN PUSTAKA
Pancasila
Ideologi Pancasila adalah sumber pemerintahan negara, digunakan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila berperan penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (2016). Nilai Pancasila pada dasarnya adalah nilai yang terbentuk dari nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia, yang di antaranya berasal dari nilai-nilai budaya secara keseluruhan (Kaelan,2007).

Radikalisme Agama Radikalisme agama kini marak terjadi di Indonesia, munculnya berbagai alasan atas tindakan kekerasan, salah satunya dari segi sosiologis.

METODE PENELITIAN
Karya ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode historis metode, yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu, dikumpulkan materi terkait kemunculan ideologi Pancasila dan perkembangan ideologi Pancasila.

PEMBAHASAN
1.Sejarah Lahirnya Pancasila

(BPUPKI) dan diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945. Pembentukan BPUPKI itu terdiri dari 8 orang dari Jepang, 15 orang dari golongan Muslim dan sisanya adalah nasionalis dan pribumi Jawa. Melihat gagasan-gagasan yang diberikan Soekarno dan Natsir di atas menggambarkan adanya pertentangan gagasan yang tajam antara dua tokoh tersebut. Perbedaan pendapat yang kuat dari kedua tokoh bangsa ini dapat menjadi pelajaran bagi
kehidupan bermasyarakat, terlihat bahwa tidak ada gesekan yang bertentangan dalam pengertian ideologi negara, meskipun kedua tokoh ini sama-sama dihadirkan argumen yang kuat. Kesimpulan akhir tentang ideologi negara diputuskan oleh pilihan Pancasila sebagai ideologi dasar dari negara, akhirnya kelompok Muslim menerima sepenuhnya Pancasila sebagai ideologi negara mereka.

2. Hubungan Agama dan Negara
Bab XI tentang Agama dalam UUD 1945 Hubungan antar agama antara agama dan negara sering kali menjadi kelebihan dan kekurangan karena agama sering digunakan untuk melawan pemerintah atau pemerintah sering digunakan sebagai kekuatan untuk menindas agama. Negara menurut pendekatan Islam (Al- Mawardi, 1950) bahwa negara memiliki agama yang dilindungi, ada penguasa yang berwibawa, harus ada keadilan, keamanan diciptakan, negara adalah generasi, dan dalam negara ada agama yang di junjung tinggi, didalam negara ada penguasa yang berwibawa, didalam negara ada penguasa yang berwibawa, didalam negara harus ada keadilan, harus ada keamanan dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat.

3. Islam dan Negara

Islam adalah agama untuk kemaslahatan dunia dan akhirat. Islam meliputi akidah, akhlak, ibadah dan mencakup prinsip-prinsip hukum dan politik. Islam membimbing orang untuk membawa perdamaian bagi umat Islam pada khususnya dan bagi semua orang pada umumnya. Negara Islam bergantung pada keragaman pandangan sebagai landasannya karena Negara Islam lahir dari sebagai respon terhadap perkembangan politik umat Islam yang sering menghadapi perubahan setelah Indonesia, negara yang didirikan oleh Pancasila, tidak bisa untuk mengklaim diri sebagai Negara Islam karena keragamannya dan untuk kesadaran dan pemahaman antara pendiri negara yang menerima Pancasila sebagai dasar ideologis bangsa dan UUD 1945 sebagai konstitusi untuk pelaksanaan keputusan negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembahasan sejak awal sebelum negara Indonesia terbentuk, para pemimpin negara selalu memperhatikan bagaimana menyatukan orang Indonesia yang sangat beragam dalam suku, ras, agama dan golongan, dapat dilaksanakan dan sesuai dengan yang dimaksudkan oleh para pendiri negara.

Kelebihan Jurnal
Materi dalam jurnal tersebut lengkap dan mudah dipahami
Nama : Naura Anandia Ghatsa
Npm : 2213053136
Mata Kuliah: Pendidikan Pancasila

Analisis Jurnal

Identitas Jurnal
Judul : INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI
Penulis Jurnal: 1. Dwi Riyanti
2. Danang Prasetyo
Volume, Nomor, Halaman: Vol.7, No.2, Hal. 82-96
Tahun Terbit : Oktober 2019

Isi Jurnal

Pendahuluan
Pemahaman siswa tentang Pancasila mulai melemah, bahkan ada yang tidak mengingat isi dari sila-sila Pancasila.
Fakta ini membuat sangat sulit untuk memahami nilai Pancasila dalam kehidupan. Padahal mahasiswa yang dinyatakan sebagai generasi penerus bangsa yang berada di garda terdepan mengikuti cita-cita para pendiri negara harus ikut membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan agar Pancasila tidak dipandang sebagai ideologi yang kuno dan ketinggalan zaman, hanya digunakan sebagai pelengkap
upacara nasional.
Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD). alasan kuat mengapa peneliti memilih UAD ulama dan dosen Pancasila serta
mahasiswa UAD sebagai objek penelitian, merupakan universitas yang tergabung dalam
organisasi keagamaan Islam yang sangat kental melingkupi nilai-nilai Pancasila dalam civitas akademiknya. Ulama ingin mengetahui bagaimana dosen Pancasila menanamkan nilai-nilai Pancasila
kepada mahasiswa UAD, sehingga nilai-nilai Pancasila dapat dibumikan kembali tanpa indoktrinasi.

METODOLOGI
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, karena tujuannya untuk mengetahui atau menyelidiki proses
penanaman nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa UAD.

Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di UAD, dimana mata kuliah yang ditargetkan Pancasila, yang menurut Creswell (2015:) adalah dimana peneliti memilih
penelitian yang dapat memberikan gambaran dari masalah penelitian. Menumbuhkan nilai-nilai Pancasila.

Data, Instrumen dan Teknik
Pengumpulan Data
Dipilih dan Ditetapkan
Objek Penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik sampling dengan menetapkan subjek. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Pertama, teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Kedua, teknik dokumentasi penelitian ini digunakan untuk mendukung dan melengkapi data wawancara utama
Teknik Analisis Data
Peneliti memeriksa keakuratan data
menggunakan triangulasi sumber.

Teknik analisis data untuk penelitian
ini, menggunakan metode analisis data yang direkomendasikan oleh Miles dan Huberman (1994:10-12), menggunakan reduksi data, penyajian data, dan
inferensi.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Revitalisasi Pancasila
Diperlukan revitalisasi Pancasila agar tidak hilang atau hanya menjadi semboyan di kalangan pemuda. Selanjutnya, tujuan revitalisasi adalah untuk meninjau defisit yang diterapkan dan kemudian menyesuaikan dengan kondisi dinamis untuk mencoba memberikan manfaat seumur hidup, tidak boleh menghilangkan esensi makna dari nilai Pancasila itu sendiri. Revitalisasi diharapkan menjadi suatu spirit dan dasar dari standar hukum yang ada dan sikap hidup masyarakat. Menghidupkan kembali Pancasila di UAD melalui proses perkuliahan dimana mahasiswa diberi tugas dan kegiatan khusus untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila.Kuesioner aktual diisi oleh
kegiatan bakti sosial dari mahasiswa semester II yang menyelesaikan mata kuliah Pancasila. Bakti sosial diberikan di Panti Asuhan Tauhidul Ummah yang terletak di Jalan Ketulan, Bulus I, Candibinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta 55582. Sebelum memberikan bantuan,
siswa diwawancarai di Panti Asuhan agar mereka mengetahui jenis
item yang dibutuhkan agar bantuan yang mereka tawarkan bermanfaat. Setelah itu,
mahasiswa akan melakukan penggalangan dana yang berasal dari mahasiswa dan dosen, untuk dibelanjakan perlengkapan mandi,mencuci, kebutuhan pokok dan juga dokumen, penyerahan bantuan disertai acara buka puasa bersama anak panti asuhan. Paparan terhadap pengalaman ini menciptakan kepedulian terhadap orang lain, empati, dan kebahagiaan ketika mereka dapat membantu dan meringankan beban orang lain.

Internalisasi Pancasila
melalui Mata Kuliah

Pancasila Upaya menginternalisasi Pancasila sangat didukung oleh UU No.12 Dari tahun 2012 sampai perguruan tinggi. Pengutannya terdapat pada pasal 35 ayat 3,
yang menegaskan bahwa kewajiban isi kurikulum perguruan tinggi harus memuat empat mata kuliah wajib, salah satunya mata kuliah Pancasila, Pelaksanaan mata kuliah Pancasila wajib diikuti semua program studi,namun tidak harus di berikan disemester ganjil dan genap. Pelaksanaannya tergantung pada fakultas yang masing-masing mengadaptasi sumber daya yang ada. Pemahaman ideologi Pancasila oleh mahasiswa UAD relatif baik, meskipun masih ada persoalan yang harus ditetapkan secara jelas untuk memahami apa itu Pancasila. Mereka hafal isi sila Pancasila, tapi tidak paham makna sila-sila Pancasila. Keadaan ini membutuhkan peran dosen dalam input sehingga dapat membantu mahasiswa memahami Pancasila pada tingkat denotatif. Jika mempelajari konsep ini, mahasiswa UAD sudah mengetahui tentang sejarah Pancasila.Penyelenggaraan dan kedudukan dasar negara dari aspek hukum dan aspek administrasi, termasuk penerapan di bidang administrasi publik dan kehidupan berbangsa dan bernegara .Internaliasi Pancasila adalah proses memperkenalkan Pancasila ke dalam diri seseorang untuk membentuk pola pikir untuk melihat makna dari nilai Pancasila (Erni Marlina, 2016: 852). Proses perkuliahan Pancasila pada mata kuliah Pancasila diharapkan dapat membentuk pemikiran mahasiswa UAD sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah
Kebangsaan

Pancasila diharapkan hadir untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut
karena nilai-nilai yang terkandung di dalam
Pancasila selalu relevan dengan perkembanan zaman. Pancasila dianggap sebagai idiologi yang pas dan sudah final untuk bangsa dan negara Indoensia yang dapat mengatasi masalah perbedaan dan
masalah-masalah kebangsaan lainnya.Sebagai nilai
fundamental bangsa Pancasila diharapkan
menjadi core value dan fondasi persatuan
bangsa dalam menyelesaikan konflik
horizintal dan vertikal yang terjadi. Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa
Indonesia yang berdasarkan sila-sila
Pancasila yang dimulai dengan sila pertama
yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang
menjiwai sila-sila berikutnya.
Nama : Naura Anandia Ghatsa
NPM : 2213053146

Analisis Video

Setelah saya melihat video tersebut, video tersebut menampilkan Ir. Soekarno yang sedang berpidato menyampaikan atau memberitahu bahwa kami memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 serta memasukan Pancasila dalam UUD negara Indonesia, beliau juga menjelaskan definisi Pancasila, bahwa Pancasila adalah dasar negara kita. Kelima sila tersebut yaitu:
1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Nasionalisme
3. Kemanusiaan
4. Demokrasi
5. Keadilan Sosial
Nama : Naura Anandia Ghatsa
NPM : 2213053146

Analisis Video

Setelah saya melihat video tersebut, video tersebut menceritakan tentang Peristiwa Rengasdengklok. Sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi serangkaian peristiwa penting yang berkaitan dengan perjalanan bangsa ini dan mengubah sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal 4 Agustus 1945 pasukan Jepang menyerah kepada sekutu, berita ini diketahui melalui oleh para pemuda bangsa Indonesia di Bandung pada tanggal 15 Agustus 1945. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta baru saja kembali ke Indonesia untuk memenuhi undangan komandan Jepang untuk Asia Tenggara, disini lah terjadinya pro dan kontra tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kelompok muda ingin cepat merdeka agar tidak bergantung pada negara lain, sedangkan kelompok tua ingin kemerdekaan Indonesia tertata. Akibat perbedaan tersebut, sekelompok pemuda menculik Soekarno Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945, hal ini dilakukan agar mereka jauh dari pengaruh pemerintah Jepang. Saat itu terjadi dua kali perundingan sengit di Jakarta antara Ahmad Soebardjo yang mewakili golongan tua dan Wikana yang mewakili golongan muda, dan akhirnya disimpulkan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus segera dilaksanakan. Akhirnya Soekarno dan Hatta dijemput dari Rengasdengklok di kawasan Menteng ke rumah Laksamana Maeda. Teks proklamasi akhirnya dirancang oleh Ir. Soekarno, Dr.Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo. Sajuti Melik adalah seorang yang mengetik teks proklamasi tersebut