གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Hasa Hesta Wahid 2213053042

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Hasa Hesta Wahid 2213053042 གིས-
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Vidio ini membahas perbandingan sistem pendidikan dasar antara Indonesia dan Jepang. Pertama, Indonesia menghadapi masalah kebersihan dan kebiasaan membuang sampah, sementara Jepang mengajarkan tanggung jawab atas kebersihan sejak dini tanpa petugas kebersihan di sekolah. Kedua, makan siang di Jepang menjadi momen untuk membangun hubungan positif antara siswa dan guru, berbeda dengan Indonesia yang memberikan siswa kebebasan lebih besar dalam memilih tempat makan. Ketiga, jumlah mata pelajaran di Indonesia lebih banyak dan sering diajarkan beberapa kali dalam seminggu, berbeda dengan Jepang yang lebih ringkas dengan mata pelajaran diajarkan hanya pada hari-hari tertentu. Keempat, Indonesia lebih menekankan ujian sebagai ukuran keberhasilan siswa, sementara Jepang lebih fokus pada pendidikan karakter selama tiga tahun pertama tanpa adanya ujian. Kelima, minat baca di Indonesia dianggap rendah, sedangkan di Jepang siswa dibiasakan membaca buku sebelum pelajaran. Keenam, perbedaan dalam perlengkapan sekolah, di mana di Jepang semua siswa menggunakan seragam tas dan sepatu yang seragam, sedangkan di Indonesia variasi tas dan sepatu dapat menciptakan perbandingan di antara siswa. Terakhir, tekanan belajar yang tinggi di Jepang menjadi permasalahan serius yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, bahkan bunuh diri.

Perbandingan ini memberikan wawasan yang mendalam tentang kelebihan dan kekurangan dalam sistem pendidikan kedua negara. Meskipun terdapat aspek positif dalam setiap pendekatan, penting untuk memahami bahwa tidak ada sistem yang sempurna.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Hasa Hesta Wahid 2213053042 གིས-
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Vidio di atas menggambarkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan di SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka. Keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kurangnya ruang kelas dan keberadaan jaringan telekomunikasi, menciptakan tantangan nyata bagi pendidikan di sekolah tersebut. Seperti penggunaan teras sebagai ruang kelas mencerminkan adaptasi yang diperlukan untuk mengatasi keterbatasan fisik yang ada di sekolah tersebut. Akan tetapi dengan semangat belajar yang tinggi dari para siswa inilah yang menjadi sebuah aspek positif di dalam situasi yang sulit seperti ini. Meskipun dihadapkan dengan kesulitan akses dan jarak tempuh yang jauh, mereka tetap bersemangat untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini menunjukkan ketekunan mereka dalam menghadapi keterbatasan.
Jadi kita sebagai calon pendidik perlu untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah di daerah terpencil dan mengingatkan kita akan pentingnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Hasa Hesta Wahid 2213053042 གིས-
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Vidio di atas menceritakan seorang pengajar muda yaitu martensis yang ditempatkan di desa Tanjung Matong, Nunukan, Kalimantan Utara, ia membagikan pemikirannya tentang pendidikan melalui sebuah perumpamaan yang menarik. Baginya, pendidikan adalah seperti cahaya yang membimbing perjalanan hidup kita. Dalam pemikirannya, Martensis menggambarkan betapa pentingnya cahaya dalam perjalanan. Dia menyamakan kondisi tanpa pendidikan dengan keadaan "tersesat" dalam kehidupan. Dengan kata lain, tanpa pencerahan pendidikan, kita bisa kehilangan arah dan tujuan dalam hidup.

Kisahnya juga mencerminkan identitasnya sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Mengajar, menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya di desa Tanjung Matong. Dengan berbagi pengalamannya dan membawa cahaya pendidikan ini menunjukkan kontribusi serta upaya mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di daerah-daerah terpencil.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Hasa Hesta Wahid 2213053042 གིས-
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Dalam membentuk nilai-nilai moral seseorang, keluarga memiliki peran sentral. Ketika proses pembentukan moral berjalan lancar di lingkungan keluarga, individu akan memiliki dasar moral yang kuat. Orang tua adalah figur utama yang berperan sebagai contoh dan panutan bagi anak dalam membentuk moral. Keluarga memiliki berbagai fungsi dalam penanaman dan penerapan nilai moral. Beberapa di antaranya termasuk fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pemeliharaan lingkungan. Masing-masing fungsi keluarga membantu membentuk nilai-nilai moral yang beragam, seperti keimanan, kerukunan, keadilan, dan kebersihan. Dari delapan fungsi keluarga ini, jelas bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk nilai moral.

Oleh karena itu, orang tua, sebagai tokoh kunci di lingkungan keluarga, harus menjadi contoh yang baik dalam mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak. Hal ini penting dalam membentuk dasar moral yang kuat pada generasi muda.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Hasa Hesta Wahid 2213053042 གིས-
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Moralitas dalam pendidikan di sekolah sangat penting dan aspek itulah yang akan menjadi pondasi utama dalam dunia pendidikan. Artinya siswa juga belajar menjadi baik dan melakukan hal yang benar. Di sekolah, guru dan karyawan lainnya juga memiliki peran dalam mengajarkan nilai-nilai moral kepada siswa. Guru adalah panutan utama, dan mereka harus menunjukkan perilaku yang baik kepada siswa. Selain itu, pelajaran tentang bagaimana berperilaku dengan baik terhadap teman-teman dan lingkungan juga perlu diajarkan. Hal ini bertujuan agar siswa tumbuh menjadi individu yang baik, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain serta lingkungan sekitarnya. Dengan pendidikan moral yang intensif di sekolah, diharapkan siswa akan membawa nilai-nilai positif ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.