Kiriman dibuat oleh Hasa Hesta Wahid 2213053042

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

oleh Hasa Hesta Wahid 2213053042 -
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Hardskill:
- Hardskill merujuk pada kemampuan yang dapat diukur dengan jelas dan bisa diajarkan melalui metode tertentu.
- Evaluasi hardskill dapat dilakukan melalui sertifikasi, tes tertentu, atau ujian yang mengukur pemahaman dan penguasaan keterampilan tersebut.
- Kemampuan ini bisa diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan khusus, atau pengalaman kerja yang konkret.

Softskill:
- Softskill mencakup keterampilan yang lebih menitikberatkan pada aspek interpersonal dan kemampuan berkomunikasi.
- Di antaranya yaitu keterampilan softskill tergolong seperti kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi efektif, dan empati.
- Softskill cenderung sulit diukur secara kuantitatif dan seringkali diperoleh melalui pengalaman pribadi, interaksi sosial, serta praktik yang berkesinambungan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Tanya Jawab

oleh Hasa Hesta Wahid 2213053042 -
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi moralitas anak. Keluarga sendiri mempunyai delapan fungsi, yaitu pendidikan moral bagi anak di rumah. Berikut ini adalah:

1). Fungsi keagamaan
Keluarga hendaknya dibina sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan sarana membimbing seluruh anggotanya, khususnya anak-anak, untuk belajar keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selalu mengamalkan kegiatan ibadah, dan lain-lain.
2). Fungsi sosial budaya
Terkait sosial budaya, keluarga harus bisa mendidik anaknya belajar agar selalu dapat melestarikan budaya bangsa yang luhur dan bermartabat.
3) Lingkungan yang penuh kasih dan sayang
Dalam sebuah keluarga, perlu adanya kasih sayang antar anggota keluarga, terutama antar orang tua.
4). Fungsi perlindungan
Keluarga merupakan pelindung pertama, utama dan terkuat. Dengan kata lain, keluarga harus menghadirkan rasa aman, damai dan tenteram pada anggota keluarga.
5). Fungsi reproduksi
Terkait dengan fungsi reproduksi, artinya suatu keluarga mengatur reproduksi anak secara sehat dan terencana. Melalui upaya tersebut, kita akan melahirkan generasi muda atau generasi penerus bangsa yang berkualitas.
6). Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama yang memungkinkan terjadinya pembelajaran sehingga anak menjadi manusia yang baik dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
7). Fungsi ekonomi
Keluarga juga mempunyai fungsi ekonomi. Dalam fungsi ini, angkatan harus mampu memenuhi segala kebutuhan.
8). Fungsi lingkungan
Keluarga juga harus mampu membina keluarga dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Pentingnya peran pendidikan dalam membentuk akhlak anak diakui sebagai langkah nyata dalam membentuk generasi bertakwa dan berakhlak mulia. Akhlak diartikan sebagai aturan tentang benar dan salah, yang diturunkan dari agama, orang tua, dan lingkungan hidup sehari-hari. Pendidikan moral dalam keluarga, dampak globalisasi dan peran agama dapat mempengaruhi pembentukan moralitas. Etika yang baik dikatakan berasal dari perilaku yang sesuai dengan lingkungan dan nilai-nilai Pancasila. Penyebab rendahnya pendidikan moral ada tiga, yaitu kurangnya pendidikan moral dalam keluarga, pengaruh globalisasi dan kurangnya peran agama. Untuk meningkatkan kualitas moral anak, diperlukan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan yang tidak kondusif bagi perkembangan moral.

Pembinaan akhlak pada masa remaja hingga dewasa khususnya melalui perkuliahan dapat dilakukan melalui pembelajaran etika pada mata kuliah pendidikan Pancasila. Pembentukan etika pribadi juga memerlukan masukan dan dukungan dari lingkungan, menciptakan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Etika dianggap sebagai tindakan penting yang harus dilakukan setiap individu untuk berkontribusi terhadap pembangunan negara dan negara, dan diwujudkan melalui perilaku yang diapresiasi tinggi oleh orang-orang di sekitarnya.
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

Video ini berisi tentang refleksi moral dalam kehidupan manusia dan sangat menarik serta informatif. Video ini menjelaskan betapa pentingnya moralitas untuk memandu kehidupan kita sehari-hari. Moralitas membantu kita membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta membangun kehidupan yang baik, harmonis, dan damai.
Dijelaskan pula pentingnya akhlak: menjadi manusia yang baik dan berbudi luhur, hidup rukun, dan membangun masyarakat adil dan makmur. Video ini fokus pada penerapan moralitas dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, menolong sesama, menjaga lingkungan, dan menghargai orang lain. Video ini menyampaikan pesan bahwa akhlak yang baik sangat penting untuk menjadi pribadi yang baik. Secara keseluruhan, video ini memberikan informasi yang bermanfaat kepada pemirsanya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

oleh Hasa Hesta Wahid 2213053042 -
Nama : Hasa Hesta Wahid
NPM : 2213053042

1. Keluarga:
Cara Menanamkannya dengan melalui contoh perilaku orangtua, Komunikasi terbuka mengenai nilai-nilai moral, dan
membangun rutinitas keluarga yang positif.

Hambatannya yaitu kesibukan orangtua yang dapat mengurangi waktu untuk berinteraksi, konflik nilai di antara anggota keluarga.

Strateginya yaitu menciptakan waktu berkualitas dengan anak, mendiskusikan perbedaan nilai dengan hormat dan pemahaman.

2. Sekolah:
Cara Menanamkannya dengan memasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum, mendorong perilaku positif dengan memberikan penghargaan terhadap peserta didik.

Hambatannya, yaitu keterbatasan sumber daya untuk program pendidikan karakter, terkadang fokus yang berlebihan pada aspek akademis saja.

Strateginya bisa dengan melibatkan orangtua dalam program-program yang ada di sekolah, dengan menciptakan lingkungan yang mendukung nilai positif.

3. Masyarakat:
Cara Menanamkannya, dengan melibatkan anak dalam kegiatan di lingkungan masyarakat yang positif.

Hambatannya yaitu pengaruh media yang mungkin tidak sesuai, ketidaksetaraan sosial dan kesempatan.

Strateginya bisa dengan mengadakan kegiatan bersama di masyarakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai dan moral.

Dengan partisipasi aktif keluarga, sekolah dan masyarakat, serta konsistensi nilai-nilai yang diajarkan, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan nilai dan moral anak. Kesadaran umum akan pentingnya nilai-nilai tersebut harus dimunculkan agar anak dapat terus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.