གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Tria Selvia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis Video 1
"Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral"

Kesadaran nilai moral berguna untuk mengarahkan anak agar mampu membuat pertimbangan atas perilakunya dalam kehidupan sehari hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Pendidikan moral sangat penting disosialisakikan karena demi kemajuan bangsa. Pentingnya PPKn dalam pendidikan moral dapat membangun karakter/watak, PKn merupakan wahanan sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa, acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah, jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik.

PPKN sangat penting dalam penanaman nilai dan moral karena dapat membangun watak/karakter peserta didik dan jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik, berikut peran pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PPKN :
1. Indoktrinasi
Pendekatan indoktrinasi ini membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dengan menamkan nilai-nilai kedisiplinan.
2. Klarifikasi nilai
guru menyampaikan kepada peserta didik mengenai benar atau salah, baik atau buruk, namun siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menyatakan nilai-nilai dengan caranya sendiri.
3. Teladan dan contoh
guru menjadi suri tauladan atau contoh bagi peserta didiknya pembiasaan dalam berperilaku penanaman moral.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan :
A.Memberikan pengertian, pengetahuan dan pemahaman tentang pancasila.
B.Menanamkan nilai-nilai moral pancasila kedalam diri anak didik.
C.Meletakkan dan membentuk pola piker yang sesuai dengan pancasila.
D.Mengunggah kesadaran anak didik sebagai warga Negara.
E.Memberikan motivasi agar dalam setiap langkahnya bertindak dan berperilaku sesuai Pancasila.
F.Mempersiapkan anak didik untuk menjadi warga Negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik.
G.Pembangunan watak dan karakter.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis Jurnal 2

PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia, banyak hal dalam penyelesaian masalah hidup yang membutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan dan kesamaan seperti Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal, Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis.

Konsep pendidikan nilai moral dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung individualistis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyempurnaan dengan memperhatikan paradigma yang dikemukakan Capra, yaitu manusia kehidupan dibangun atas dasar pandangan hidup yang sistemik dan holistik, ada yang tidak parsial dan individualistis. Dalam implementasinya perlu pendekatan yang tepat dan metode serta teknik yang relevan. Strategi pendidikan moral yang tepat mencakup pendekatan penanaman, pemodelan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan, dan metode tersebut meliputi metode dogmatis, deduktif, induktif, dan reflektif.

Dalam teori perkembangannya, Kohlberg merumuskan tahapan perkembangan moral atas beberapa level yakni sebagai berikut
1.) Level Moralitas Pra-konvensional yang terdiri atas tahap ketaatan dan hukuman serta tahap Individualisme dan Pertukaran.
2.) Level Moralitas Konvensional yang terdiri atas tahap hubungan interpersonal serta tahap menjaga ketertiban sosial.
3.) Level Moralitas Pasca Konvensional yang terdiri atas tahap kontrak sosial dan hak perorangan serta tahap prinsip universal.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis Jurnal 1

PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia, banyak hal dalam penyelesaian masalah hidup yang membutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan dan kesamaan seperti Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal, Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis.

Konsep pendidikan nilai moral dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung individualistis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyempurnaan dengan memperhatikan paradigma yang dikemukakan Capra, yaitu manusia kehidupan dibangun atas dasar pandangan hidup yang sistemik dan holistik, ada yang tidak parsial dan individualistis. Dalam implementasinya perlu pendekatan yang tepat dan metode serta teknik yang relevan. Strategi pendidikan moral yang tepat mencakup pendekatan penanaman, pemodelan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan, dan metode tersebut meliputi metode dogmatis, deduktif, induktif, dan reflektif.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis Video 2

Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan yaitu ibu Retno Listyarti, kekerasan di Indonesia cukup tinggi baik yang dilakukan oleh anak maupun anak sebagai korban. Menurut data sejak tahun 2014 kekerasan di Indonesia meningkat akan tetapi di tahun 2017 kekerasan yang terjadi sudah penurunan. Menanggapi kasus yang terjadi bahwa apa yang dilakukan anak sebenarnya tidak berdiri sendiri artinya pasti ada sebab dan akibat yang menyebabkan anak bertindak seperti itu. Menurut KPAI poin yang dapat diambil adalah :
1. Kita harus melihat pola pengasuhan anak di rumah karena sikap dan prilaku anak tidak terbentuk secara tiba-tiba akan tetapi melalui proses yang panjang.
2. Bagimana guru melalukan pengelolaan kelas dalam menghadapi anak.
3. Apapun masalah yang ada tidak boleh ditindak dengan kekerasan baik yang dilakukan oleh siswa maupun guru.

Menurut ibu Dr. itje Chodidjah, MA sebagai Praktisi Pendidikan, menekankan kompetensi guru, termasuk kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan pendagogik. Pembekalan bagi calon pendidik harus bersifat holistik, dengan penekanan pada pemahaman akan beragam sekolah dan karakteristik siswa agar dapat menghadapinya dengan tepat.

Menurut Ibu Vero Adesla sebagai psikolog memberikan pandangannya tentang masalah ini. Dia mengakui bahwa anak-anak memiliki kemampuan berpikir dan bernalar, tetapi saat emosi atau amarah muncul, mereka mungkin bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Oleh karena itu, penting untuk melatih anak-anak dalam mengelola emosi mereka sejak dini.