Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258
Analisis Video 2
" Pendekatan Pentahelix pendidikan nilai dan moral"
Pendekatan pentahelix dalam pendidikan nilai dan moral melibatkan lima pihak yang saling berinteraksi, yaitu pendidik, siswa, orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Pendekatan pentahelix dalam konteks pendidikan nilai dan moral merujuk pada kerangka kerja yang menggabungkan lima pemangku kepentingan utama yang saling berinteraksi untuk mempromosikan nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Lima pemangku kepentingan ini adalah pemerintah, industri, akademisi, masyarakat sipil, dan individu.
Nilai artinya memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi. Moral berasal dari kata "Morse" yang artinya kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh sekelompok orang. Terdapat pendekatan Pintahelix yaitu:
1. Pemerintah membuat UUD NO 12 Tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. Agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia wajib ada di dunia pendidikan, sebagai penanman nilai.
2. Masyarakat/komunitas, kebiasaan-kebiasaan dimasyarakat akan membantu menanamkan nilai.
3. Akademis, guru maupun dosen atau siapapun yang bekerja di bidang akademis akan melakukan transfer of knowledge serta transfer of velue di dalamnya.
4. Pengusaha/pemilik modal.
5. Media, baik itu elektronik maupun media sosial
Herman (1972) menyatakan
bahwa substansi nilai tidak semata-mata ditangkap dan diajarkan, tepapi harus ditangkap, dicerna, di internalisasikan, dan dibekukan di dalam pendidikan. Menilai kualitas orang bisa dilihat dari penerapan nilai pada dirinya.