གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Tria Selvia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Jurnal 2
"PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA"

Berdasarkan jurnal tersebut, penurunan kualitas karakter Indonesia perlu diatasi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan nilai dengan menggunakan pendekatan komprehensif, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah semakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. Dilihat dari segi materinya, pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena·nilai-nilai fundamental yang dapat menuntun ke arah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh umat manusia telah di sampaikan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, melalui Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, masih banyak kelemahan yang perlu diatasi.

Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan' watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat di· integrasikan kedalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila Khususnya mengenai. pendidikan kewarganegaraan, termasuk didalamnya pemabaman dan penghargaan terhadap sitem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan bekerja sama, dan ketrampilan mengatasi konflik.

Jurnal ini memberikan pandangan yang berharga tentang pentingnya pendidikan nilai yang komprehensif dalam mendukung pembentukan karakter yang baik di kalangan generasi muda. Dalam konteks pendidikan Indonesia, pendekatan ini mungkin sangat relevan untuk meningkatkan kualitas karakter dan moral masyarakat.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Jurnal 1
“Pendidikan Moral di Sekolah”

Berdasarkan jurnal yang telah saya analosis bahwa sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis. Hal tersebut juga diamanatkan di dalam tujuan pendidikan berdasarkan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Materi pendidikan moral mencakup ajaran serta pengalaman belajar yang dapat menunjang bagi penanaman moral. Pendidikan PPKn dan Agama dapat menjadi salah satu materi pelajaran yang baik dalam pembentukan moral anak, keduanya memiliki hubungan yang erat dalam hal ini. Pendidikan moral pada jaman sekarang menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan hal ini seiring dengan kemajuan globalisasi yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi. Jadi jika berbicara mengenai pendidikan moral di sekolah maka seluruh orang yang ada didalam dunia pendidikan berperan penting dalam penanaman nilai - nilai moral pada anak sehingga anak akan mampu berperilaku sesuai aturan dan tidak menimbulkan sebuah permasalahan dalam kehidupan sehari - hari.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis Video 2
" Pendekatan Pentahelix pendidikan nilai dan moral"

Pendekatan pentahelix dalam pendidikan nilai dan moral melibatkan lima pihak yang saling berinteraksi, yaitu pendidik, siswa, orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Pendekatan pentahelix dalam konteks pendidikan nilai dan moral merujuk pada kerangka kerja yang menggabungkan lima pemangku kepentingan utama yang saling berinteraksi untuk mempromosikan nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Lima pemangku kepentingan ini adalah pemerintah, industri, akademisi, masyarakat sipil, dan individu.

Nilai artinya memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi. Moral berasal dari kata "Morse" yang artinya kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh sekelompok orang. Terdapat pendekatan Pintahelix yaitu:
1. Pemerintah membuat UUD NO 12 Tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. Agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia wajib ada di dunia pendidikan, sebagai penanman nilai.
2. Masyarakat/komunitas, kebiasaan-kebiasaan dimasyarakat akan membantu menanamkan nilai.
3. Akademis, guru maupun dosen atau siapapun yang bekerja di bidang akademis akan melakukan transfer of knowledge serta transfer of velue di dalamnya.
4. Pengusaha/pemilik modal.
5. Media, baik itu elektronik maupun media sosial

Herman (1972) menyatakan
bahwa substansi nilai tidak semata-mata ditangkap dan diajarkan, tepapi harus ditangkap, dicerna, di internalisasikan, dan dibekukan di dalam pendidikan. Menilai kualitas orang bisa dilihat dari penerapan nilai pada dirinya.