གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Tria Selvia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Video 2

Peserta didik SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Pasalnya, sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil itu terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas. Sekolah yang terletak di kaki gunung api Egon tersebut hanya memiliki 6 ruangan. Dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas, dan 1 ruangan sebagai ruang guru. Jangankan kelas perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini.
Meski begitu, para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah. Setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 kilometer guna bisa belajar di sekolah. Di masa pandemi covid-19 ini, ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar daring, sekolah ini tak mampu melaksanakannya. Di wilayah ini, belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali. Karena itu, pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah. Pihak sekolah pun berharap, pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwasannya pemerintah memiliki tugas yang penting dalam menghadapi persoalan pendidikan di daerah terpencil. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah pelosok agar pendidikan disana dapat dijalankan dengan baik. Anak-anak sudah seharusnya mendapatkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, dengan fasilitas yang memadai agar kegiatan belajar mengajar dapat dijalankan dengan baik.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Video 1

Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan

Pendidikan bagaikan cahaya. Tanpa adanya cahaya memungkinkan kita untuk tersesat dalam mencari jalan. Pendidikan bagaikan cahaya karena bisa menuntun kita ke jalan yang benar. Martencis Veronica Siregar seorang pengajar muda yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Nunukan Kalimantan Utara. Aktivitas pendidikam di daerah tersebut masih sangat minim, dimana anak anak Tanjung Matol masih memiliki minat untuk belajar yang sedikit, kesadaran orang tua yang masih minim, dan bahkan anak anak perempuan di desa tersebut lebih memilih menikah dini. Taman kanak kanak dan PAUD belum bisa masuk di desa tersebut, sehingga kelas 1 menjadi jalan untuk masuknya pendidikan, tantangan yang harus dihadapi adalah mennciptakan suasana belajar yang kondusif, biasanya bisa dilakukan dengan oembelajaran di luar kelas sehingga anak anak tidak bosan, bagi siswa yang berprestasi mendapatkan reward yaitu berjalan jalan menggunakan mobil mengelilingi Desa Tanjung Matol, hal ini dilakukan sebagai sarana agar siswa lebih bersemangat dalam belajar dan sebagai motivasi anak anak Matol akan dunia luar. Bagi anak berprestasi tersebut diberikan kesempatan untuk menceritakan kegiatan nya kepada teman temannya, sehingga teman temannya menjadi termotivasi dan dapat mempunyai semangat yang sama dalam bersekolah. Di Desa Matol masih diperbolehkan untuk berburu dan meramu, adanya program mengajar ini memberikan kita pandangan terhadap dunia pendidikan yang belum terlaksana fungsinya secara merata di Indonesia, maka sepatutnya kita sebagai calom pengajar memberikan konstribusi yang baik dalam dunia pendidikan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
Npm : 2213053258

Hardskil yaitu berupa jumlah nilai
merupakan kriteria terpenting dalam penentuan peringkat siswa. Jumlah nilai didapatkan dari hasil jumlah seluruh mata pelajaran(dapat diukur secara konkret).
Sedangakan Untuk nilai soft skills (lebih sulit diukur) dan ada dua kriteria,yaitu:
1. Nilai Sikap
Nilai sikap adalah nilai dari sikap dari masing-masing siswa dalam mengikuti pembelajaran sehari-hari. Masing-masing guru mempunyai penilaian sikap dan sudah memahami siswanya tersebut. Jadi yang digunakan dalam penentuan peringkat yaitu rata- rata nilai sikap dari semua mata pelajaran.
2. Nilai Agama
Nilai agama dipakai dalam kriteria
penentuan peringkat karena berdasarkan kurikulum 2013 lebih ditekankan terhadap pendidikan karakter sehingga nilai agama juga dimasukkan dalam kriteria pemeringkatan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 4

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis video 4
“ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING”

Dalam video tersebut membahas mengenai pentingnya etika dan moral dalam menghadapi perkembangan zaman dan maraknya permasalahan kriminalitas. Etika dan moral merupakan peran penting dalam membimbing perilaku manusia sesuai aturan yang berlaku.

Meskipun istilah etika dan moral mungkin terdengar klasik, keduanya berperan sebagai panduan perilaku manusia sesuai aturan yang berlaku. Terdapat tiga persamaan utama antara etika dan moral:
1. Mengacu perbuatan, tingkah laku dan sifat seseorang.
2. Prinsip atau aturan hidup manusia
3. Bukan faktor keturunan.

Selain itu dalam video menjelaskan bahwa sekolah memainkan peran penting dalam membentuk nilai moral peserta didik. Di sekolah, mereka diberikan pedoman, aturan, dan pembelajaran etika dan moral. Bahkan selama pandemi COVID-19 dengan pembelajaran daring, etika dan moral tetap memiliki nilai penting. Ini mencakup menjaga sopan santun dalam komunikasi online dan menjalankan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas. Hal ini menegaskan bahwa etika dan moral tetap relevan dan perlu dijunjung tinggi dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pembelajaran yang terus berkembang.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis video 3 "Menerapkan dan Menanamkan Nilai - Nilai Moral Dalam Keluarga"

Pendidikan moral dimulai dari lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak. Lingkungan dimana seorang anak mulai mengembangkan moralnya. Oleh karena itu orangtua memiliki peran yang sangat penting. Orangtua dapat menanamkan nilai-nilai moral dengan memberi contoh melakukan tindakan-tindakan yang positif. Tindakan tersebut yang awalnya sebagai tindakan biasa namun nantinya akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan yang akan diterapkan oleh seorang anak dalam kehidupan sehari-hari.

8 fungsi keluarga dalam penanaman dan penerapan nilai moral yaitu sebagai berikut :
1). Fungsi Agama, dalam agama nilai moral yang terkandung adalah keimanan, ketaqwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolonh, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang.
2). Fungsi sosial, adapun nilai moral yang terkandung adalah gotong royong, sopan santin, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan.
3). Fungsi Cinta Kasih, nilai moral yang ada adalah empati, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, dan bertanggung jawab.
4). Fungsi Perlindungan, nilai moral yang ada adalah pemaaf, tanggap, dan ketabahan.
5). Fungsi Reproduksi, nilai moral yang ada adalah bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.
6). Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, nilai moral yang ada adalah percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.
7). Fungsi Ekonomi, nilai moral yang ada adalah hemat, ketelitian, dispilin, kepedulian, dan keuletan.
8). Fungsi Pemeliharaan Lingkungan, nilai moral yang ada adalah kebersihan dan kedisiplinan.

Dengan 8 fungsi tersebut orangtua atau lingkungan keluarga dapat bekerja sama saling berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang positif dengan senantiasa menjadi teladan bagi anaknya. Sehingga nantinya moral anak akan terus berkembang dan menjadi generasi muda yang memiliki moral yang kuat, berintegritas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.