Kiriman dibuat oleh Tria Selvia

Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258
Kelas : 2F

Desain pembelajaran memiliki peranan yang
sangat penting dalam menciptakan kualitas
proses dan hasil pembelajaran di kelas. Keberhasilan guru dalam mengembangkan pem-belajaran sangat dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam mendesain pembelajaran. Guru
dan siswa berinteraksi dengan materi dan terlibat dalam pembelajaran yang tergambar dalam desain untuk mencapai target bersama-sama. Model desain perencanaan pembelajaran
memiliki komponen: Kompetensi Dasar, Indikator,
dan Materi pelajaran yang disusun secara paralel. Proses pembelajaran melibatkan media, metode, dan sumber untuk semua mata pelajaran juga harus menggambarkan pengalaman belajar anak melalui tahapan-tahapan pendekatan ilmiah. Evaluasi yang berorientasi pada proses dan produk secara nyata (otentik). Desain pembelajaran tematik dikawal oleh keterpaduan muatan materi di awal perencanaan. Setiap KD, Indikator, dan materi disusun secara horizontal untuk memudahkan guru dalam menyeleksi materi pada masing-masing mata pelajaran kemudian menentuklan salah satu materi yang bisa dijadikan sebagai core content untuk menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya, menghubungkan tujuan antara domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Desain pembelajaan terpadu berbasis core content terbukti lebih memudahkan guru dalam melihat titik temu dari sejumlah mata pelajaran, sekaligus melihat keterhubungan konten antar mata pelajaran, sehingga akhirnya memudahkan guru melihat rangkaian keterhubungan antar indikator semua mata pelajaran dalam satu RPP.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Tria Selvia -

Nama : Tria Selvia

NPM : 2213053258

Kelas : 2F

Analisis Jurnal "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia"

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat yang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk budaya yang kompleks. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu mewujudkannya, dan keadaan yang dinegosiasikan terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan penanaman gagasan nasionalisme dan pluralisme.


Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan dengan kondisi Indonesia pada saat ini. Ketika terjadi konflik antar etnik, konflik antardaerah, konflik antaragama, konflik antar partai politik, konflik antar pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia. menciptakan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya adalah pengidentifikasian visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM ANALISIS PRETEST

oleh Tria Selvia -
Nama : Tria Selvia 

NPM : 2213053258 

Identitas nasional merupakan sekumpulan nilai budaya yang tumbuh dalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku yang dihimpun dalam satu kesatuan. Unsur identitas nasional, yaitu Suku bangsa, agama, budaya dan bahasa. Identitas nasional dibagi menjadi tiga yaitu: 

1. Identitas fundamental (pancasila) 

2. Identitas instrumental (UUD Negara Republik Indonesia 1945) 

3. Identitas alamiah (kepulauan serta pluralisme) 


Integrasi nasional bangsa Indonesia adalah citra dan kesadaran untuk bersatu sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia . 

•Faktor pendorong dalam integrasi nasional adalah 

1. Sejarah 

2. Cinta tanah air 

3. Rela berkorban 

4. Konsesus nasional 

5. Keinginan berimprovisasi 

•Faktor penghambat integrasi nasional adalah 

1. Heterogen 

2. Etnosentrisme 

3. Ketimpangan 

4. Gangguan luar sebagainya. 

Bentuk integrasi ada 2 macam, yaitu :

 -Asimilasi (pembauran budaya yang disertai ciri khas budaya asli) dan 

-Akulturasi (penerimaan sebagian budaya asing tanpa menghilangkan budaya asli).