Posts made by Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka

Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

Hard Skill
hard skill adalah keterampilan atau pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Misalnya, untuk pekerjaan Network Engineer, maka hard skill yang harus dimiliki adalah paham standar OSI Layer 7, subnetting IP, routing, switching, dan lainnya. Tapi, kalau kamu mau melamar pekerjaan lain, misalnya Akuntan, Graphic Designer, Copywriter, maka hard skill yang dibutuhkan pasti berbeda.
Hard skill adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan terukur. Umumnya, hard skill bisa dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal, kursus, pelatihan perusahaan, atau sertifikasi. Nah, ijazah, sertifikat pelatihan, atau penghargaan adalah contoh alat untuk mengukur seberapa kamu menguasai hard skill tertentu. Selain menunjukkan seberapa kemampuan kamu terhadap suatu hard skill berdasarkan nilai, ijazah dan sertifikat juga merupakan bukti yang nyata kalau kamu memang benar-benar menguasai hard skill tersebut.
Misalnya, kamu mau belajar bahasa Inggris. Lalu kamu mengikuti kursus di lembaga tertentu. Setelah semua kursus selesai, kamu mengikuti tes TOEFL atau IELTS dan mendapatkan sertifikat yang berisi skor tes. Nah, nilai TOEFL ini menjadi bukti kamu mahir berbahasa Inggris dengan level tertentu. Begitu juga dengan sertifikasi lainnya.
Karena itu, beberapa pekerjaan seperti Engineer dan Akuntan, sering mengambil sertifikasi ini dan itu. Selain untuk memenuhi syarat lowongan pekerjaan, sertifikasi juga bisa membantu meningkatkan karier, mendapatkan kenaikan gaji, naik jabatan atau promosi, dan lainnya.

Soft Skill
soft skill adalah atribut pribadi atau bisa juga disebut kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Soft skill, lebih menunjukkan bagaimana cara kamu berinteraksi dengan orang lain.
Kalau hard skill adalah kemampuan yang spesifik, soft skill sifatnya lebih general. Maksudnya, soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan apapun. Misalnya, komunikasi, manajemen waktu, motivasi, kecerdasan emosional, dan lainnya. Apapun pekerjaanmu, pasti perlu kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kecerdasan emosional, motivasi kerja, dan soft skill lainnya untuk mendukung kinerja mereka.
Sama seperti hard skill, soft skill juga bisa dipelajari dan dikembangkan. Soft skill bisa dipelajari melalui kursus atau pelatihan. Tapi, karena soft skill adalah kepribadian dasar dari seseorang atau bawaan, maka cara terbaik untuk meningkatkannya adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar.
Misalnya, kamu mau mengembangkan skill komunikasi. Kamu bisa belajar teorinya melalui kursus atau pelatihan. Tapi untuk meningkatkannya, kamu harus praktik. Belajar untuk ngobrol dengan orang lain, belajar mendengarkan, berpendapat, berdiskusi, dan juga menyimak. Bisa dengan ikut komunitas, ikut project di tempat kerja, gabung ke kelompok belajar, dan lainnya. Dengan praktik, pelan-pelan kemampuan komunikasi akan berkembang.
Meskipun soft skill yang kamu miliki mengalami peningkatan atau perkembangan, sayangnya hal ini sulit untuk diukur dan dibuktikan. Sulit untuk mengukur kemampuan komunikasi, kepemimpinan, atau kemampuan mengambil keputusan seseorang. Karena sifatnya sangat personal dan subjektif.
Misalnya, kamu sudah belajar meningkatkan kemampuan problem solving dan pengambilan keputusan. Lalu, dalam sebuah masalah, kamu mengambil keputusan A. Akan ada pihak yang menilai bahwa keputusan yang kamu ambil salah, tapi ada juga yang menilai bahwa keputusan yang kamu ambil sudah benar. Jadi, sifatnya sangat personal dan subjektif.

Kalau soft skills adalah kemampuan yang tidak terlihat. Kalau hard skills adalah keahlian yang bisa diukur dan bisa dinilai.
Contohnya adalah kemampuan digital marketing, copywriting, content witing, menerjemahkan bahasa, desain, programming, mengelola media sosial, sales, finance, dan lain sebagainya.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“Pendidikan Moral anak sekolah (Pendidikan Pancasila)”

Pendidikan Moral adalah bagian penting dari pendidikan di banyak negara, termasuk Indonesia. Pendidikan Moral bertujuan untuk membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai moral dan etika yang baik. Di Indonesia, pendidikan moral sering kali disebut sebagai "Pendidikan Pancasila," yang mencakup pemahaman dan penghayatan terhadap Pancasila, dasar negara Indonesia.

Tujuan utama pendidikan moral adalah membentuk karakter dan perilaku individu agar sesuai dengan nilai-nilai moral yang baik.
Dalam video tersebut memperlihatkan tentang seorang murid yang jahil serta tidak sopan terhadap guru.dalam kejadian tersebut sebaiknya guru memberikan hukuman agar murid seperti itu jera atas perbuatannya.

Kemudian ada murid yang sepulang sekolah tidak langsung pulang melainkan, mampir' minum minuman,dan merokok atas perilaku tersebut terdapat guru melihat aksi nya tersebut, kebijakan yang bisa di lakukan guru yaitu menegor menasehati dan memberi kan hukuman agar tidak melakukan kesalahan lagi.
Pendidikan moral berperan penting dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berperilaku baik dan memiliki tanggung jawab moral dalam masyarakat. Hal ini membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring”

Di zaman modernisasi dan globalisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi.
Bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan prilaku kita ada informasi positif dan informasi negatif.
Sebagai generasi muda kita dituntut untuk mengikuti zaman tapi di sisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita. Mengapa? Karena kita generasi muda yang akan meneruskan bangsa ini. Maraknya kasus kasus yang kita lihat disosial media dan media televisi ini menggambarkan perilaku manusia saat ini dan juga menggambarkan prilaku generasi muda saat ini. Permasalahan permasalah sosial seperti pembunuhan, pembuliaan, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama,tawuran, bahkan pembunuhan terhadap orang tua. Ini merupakan polemik yang memprihatinkan. Siapa yang salah dan mengapa bisa terjadi ini berhubungan dengan etika dan moral. Memang ketika kita membicarakan tentang etika dan moral merupakan hal yang klasik tetapi etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia. Moral secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu “Mos” secara jamak yaitu “Mores” yang artinya “kebiasaan atau adat” dalam kamus bahasa indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk salah maupun benar.
Sedangkan etika menurut Drs. H. Burhanudin Salam menyatakan bahwasannya etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk prilaku manusia dalam kehidupan sehari sehari.
Maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.
3 Persamaan etika dan moral:
Perbuatan, tingkah laku , dan sifat seseorang. Prinsip atau aturan hidup manusia.
Bukan faktor keturunan
perlu adanya pendidikan, pembiasaan,keteladanan.
Etika dan Moral yang terabaikan:
Tidak pamit dan mencium tangan orang tua saat pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua jika melakukan kesalahan, tidak membantu ibu dalam mengerjakan pekerjaan rumah, tidak bertutur kata lembut saat bicara kepada orang tua, membantah perintah orang tua.
Pengembangan Etika dan Moral:
Mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring.
Tata cara belajar online yang benar:
Contoh etika berkomunikasi dengan baik Dalam proses pembelajaran Daring:
Perhatikan waktu,Bahasa yang baik dan sopan, Perkenalkan diri secara lengkap.
Etika berkomunikasi dalam satu grup chat:
Gunakan nama asli akun sosial media,Tampilkan foto asli di group chat,Dari pembicaraan di luar topik pembelajaran, Bicara komentar yang baik dan sopan.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“Penanaman dan Penerapan Nilai- Nilai Moral melalui 8 Fungsi Keluarga”

1. Fungsi Agama
-keimanan
-ketaqwaan
-kejujuran
-bersyukur
-kepedulian
-tenggang rasa
-kerajinan
-kesalehan
-ketaatan
-suka menolong
-disiplin
-kesabaran
-kasih sayang

2. Fungsi Sosial Budaya
Nilai Moral:
1. Gotong Royong
2. Sopan santun
3. Kerukunan
4. Kepedulian
5. Kebersamaan
6. Toleransi
7. Kebangsaan

3. Fungsi Cinta Kasih
Nilai Moral:
1. Empati (Peka)
2. Keakraban
3. Keadilan
4. Pemaaf
5. Kesetiaan
6. Pengorbanan
7. Suka Menolong
8. Bertanggung Jawab

4. Fungsi Perlindungan
Nilai Moral:
1. Pemaaf
2. Tanggap
3. Ketabahan

5. Fungsi Reproduksi
Nilai Moral:
1. Bertanggung Jawab
2. Kesehatan
3. Keteguhan

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai Moral:
1. Percaya Diri
2. Keluwesan
3. Kebanggaan
4. Kerajinan
5. Kreatifitas
6. Bertanggung Jawab
7. Berkerjasama

7. Fungsi Ekonomi
Nilai Moral:
1. Hemat
2. Ketelitian
3. Disiplin
4. Kepedulian
5. Keuletan

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Nilai Moral:
1. Kebersihan
2. Kedisiplinan
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar”

Pendidikan Moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai budi pekerti mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab.

Penyebab Menurunnya Moral pada anak
1. Perundungan di Sekolah
Perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki laki. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.

2. Kekerasan fisik dalam keluarga
Hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya dirumah kepada anak tersebut.

Peranan orang tua dan guru
Orang tua:
Dalam hal ini kita sangat memerlukan peran orang tua di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Guru:
Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak. Serta membekali mereka dengan nilai nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan cara menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercayai dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku dilingkungan sekolah. Misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar.

Penyelesaian terhadap moral anak:
Supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai. Peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya.

Kesimpulanya:
upaya dalam mewujudkan nilai nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul betul maksimal.
Bukan hanya dari guru, tetapi pendidikan moral sudah harus diajarkan sejak dini oleh orang tuanya. Terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak baik untuk ditiru. Maka dari itu, orang tua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakat.