Posts made by Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka

Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Volume : 3
Nomor : 1
Halaman : 79-85
Tahun terbit : 2020
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Pembahasan:

PENDAHULUAN
Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM) . Diharapkan dengan P3KM tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Pamulang (Unpam) adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang secara konsisten menyelenggarakan P3KM. Pelaksanaan P3KM di Universitas Pamulang di bawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M).
LP2M Universitas Pamulang memegang peranan yang sangat penting dalam mendorong dan mengarahkan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setiap kegiatan P3KM yang diselenggarkan oleh seluruh Program Studi (Prodi) di Unpam harus berkoordinasi dengan LP2M. Khususnya saat ini LP2M sedang gencar mengkampanyekan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program PKM yang akan dilaksanakan, disesuaikan dengan bidang keilmuan di setiap Prodi dan kebutuhan masyarakat.
Para Dosen Agama Islam Universitas Pamulang melihat adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kita interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Adapun kalangan millennial saat ini akrab terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral.
Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Adanya fenomena tersebut melatarbelakangi para dosen agama islam Universitas Pamulang untuk memberikan materi pelatihan melalui persentasi dan diskusi dikalangan siswa-siswi Mts Insan Madani. Bagaimanapun juga siswa-siswi adalah anak- atau generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan dari fenomena tersebut.
“Problem Pengembangan Moral Remaja dalam Perspektif Pendidikan Islam” . Kemerosotan Moral di Kalangan Remaja: Sebuah penelitian mengenai Parenting Styles dan Pengajaran Adab .
Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik
METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
PKM dilaksanakan di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor pada hari Senin sampai dengan Rabu, tanggal 17 sampai 19 Desember 2019. Adapun Waktu pelaksanaannya dari pukul 13.30 sampai dengan 17.00 WIB. Subjek dari kegiatan PKM adalah siswa – Siswi Mts Insan Madani tersebut. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan cara memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peseerta.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM.
Adapun pemateri pada pelatihan ini adalah Ahmad Yani Nasution berisikan “Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”, yang dimoderatori oleh Ahmad Yani Nasution.

“Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits.
Kemudian pada pertanyaan kedua “Bagaimana metode dakwah yang tepat bagi kalangan milenial?” Kemudian Muhammad Jazuli (Pemateri kedua) Menjawab bahwa dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.
Siswa sangat antusias mengkuti kegoatan PKM yang dilakukan oleh TIM PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“ Bagaimana Cara Menjadi Baik “

Arie kriting:
Berbicara tentang pendidikan di Indonesia ini yang harus di kritisi di Indonesia yaitu mengenai nilai dan moral karena, moral bangsa sudah menurun akibat dari salah sasaran .
Pada zaman Arie ada PMP. PMP adalah pendidikan moral pancasila yang kemudia berganti menjadi PPKn yaitu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan diganti lagi menjadi PKN yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Ada satu poin yang sampai sekarang membekas dalam ingatan Arie, waktu dalam pelajaran ppkn cara menjadi anak baik hanya selalu tentang menabung, menyebrangkan nenek-nenek, yang membuat pikiran bahwa jika belum menyebrangkan nenek-nenek berarti belum menjadi anak yang baik. Padahal menjadi anak baik tidak hanya sebatas menyebrangkan nenek-nenek saja.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

Analisis Penanaman Nilai dan Moral

Penanaman nilai dan moral adalah proses penting yang harus dilakukan sejak dini, terutama pada anak usia sekolah dasar. Hal ini karena anak usia sekolah dasar masih dalam tahap perkembangan moral dan kepribadian. Nilai dan moral yang ditanamkan pada anak usia sekolah dasar akan menjadi pondasi bagi perkembangan moral dan kepribadian mereka di masa depan.

Cara Menanamkan Nilai dan Moral

Penanaman nilai dan moral dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat:

Di Lingkungan Keluarga

Orang tua menjadi contoh yang baik. Anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tua mereka. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka dalam hal nilai dan moral.
Orang tua memberikan penjelasan. Orang tua dapat memberikan penjelasan mengenai nilai dan moral kepada anak-anak mereka dengan cara:
Membacakan cerita yang mengandung nilai dan moral
Berdiskusi tentang nilai dan moral
Menjelaskan makna dan pentingnya nilai dan moral
Di Lingkungan Sekolah

Guru menjadi contoh yang baik. Guru juga harus menjadi teladan yang baik bagi siswa-siswa mereka dalam hal nilai dan moral.
Guru mengajarkan nilai dan moral. Guru dapat mengajarkan nilai dan moral kepada siswa-siswa mereka dengan cara:
Menanamkan nilai dan moral dalam pembelajaran
Melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan nilai dan moral
Melakukan pembiasaan nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari di sekolah
Di Lingkungan Masyarakat

Masyarakat menjadi contoh yang baik. Masyarakat juga dapat menjadi teladan bagi anak-anak dalam hal nilai dan moral.
Hambatan-Hambatan dalam Penanaman Nilai dan Moral

Penanaman nilai dan moral tidak selalu berjalan dengan lancar. Ada beberapa hambatan yang dapat menghambat proses penanaman nilai dan moral, yaitu:

Kurangnya kesadaran orang tua, guru, dan masyarakat akan pentingnya penanaman nilai dan moral.
Pengaruh lingkungan yang kurang mendukung.
Perilaku orang dewasa yang tidak sesuai dengan nilai dan moral yang diajarkan.
Trik dan Strategi yang Tepat untuk Menjadikan Penanaman Nilai dan Moral Menjadi Kebiasaan

Agar penanaman nilai dan moral dapat menjadi kebiasaan dan dilakukan secara terus menerus oleh anak didik, maka perlu dilakukan trik dan strategi yang tepat. Berikut adalah beberapa trik dan strategi yang dapat dilakukan:

Menjadikan penanaman nilai dan moral sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Nilai dan moral harus diajarkan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat.
Melakukan pembiasaan. Pembiasaan adalah salah satu cara yang efektif untuk menanamkan nilai dan moral. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembiasaan nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
Memberikan penghargaan. Penghargaan akan mendorong anak didik untuk melakukan hal-hal yang baik. Oleh karena itu, perlu diberikan penghargaan kepada anak didik yang telah melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan nilai dan moral yang diajarkan.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“ Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral “

Lemahnya kesadaran kita terhadap lingkungan hidup itu juga terjadi karena adanya anggapan yang memandang bahwa pemanfaat alam bagi manusia itu adalah hal yang wajar. Menebang pohon guna kebutuhan manusia juga adalah hal yang sangat lumrah membuang sampah sembarangan dimanapun sepertinya masi merupakan suatu hal yang wajar karena belum ada aturan yang ketat untuk itu dengan kata lain proses kerusakan lingkungan hidup itu dapat digambarkan seperti seorang pecandu rokok ataupun minuman keras. Seorang pecandu pastilah tau bahwa rokok atau minuman keras itu dapat merusak tubuh. Namun mereka tetap menikmatinya mungkin mereka baru benar-benar akan sadar terhadap dampak negatif rokok atau minuman keras ketika telah mengalami sakit. Proses yang sama kiranya juga terjadi terhadap sikap kita kepada alam dan lingkungan hidup ini kita tau bahwa menebang pohon seenaknya atau membuang sampah sembarangan itu adalah hal-hal yang jelas salah tapi kita tetap saja melakukannya berulang-ulang sebab kita itu diuntungkan dan tidak menjadi repot dan sudah menjadi hal yang biasa ataupun kita menikmatinya.
Lingkungan dalam kajian perspektif etika dan moral:
1. Penyusutan Sumber Daya Alam
2. Polusi/ Pencemaran
3. Bisnis dan Konservasi Sumber Daya Alam

Penyusutan SDA
SDA meliputi : sumber daya lahan; hutan; air; mineral.
SDA merupakan modal utama dan fundamental untuk melaksanakan aktifitas pembangunan.
SDA yang dieksploitasi akan mengalami penyusutan dan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan.

Polusi/ Pencemaran
-udara
-tanah
-air
-suara
-limbah domestik rt
-radiasi (alam/buatan)
-teknologi.

Bisnis dan Konservasi SDA
- Konservasi merupakan segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik.
- Konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan.

UU No 24 Tahun 1992
•Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan dengan fungsi utama •lindung atau fungsi utama budidaya.
Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian LH untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
•kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi SDA.

Konseravasi SDA Di Indonesia
Sifat SDA di Indonesia yang menonjol adalah:
1. Penyebaran yang tidak merata
2. Sifat ketergantungan antara SDA

Tujuan Konservasi SDA:
-memelihara proses ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan.
-menjamin keanekaragaman genetik.
-pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.

Peranan Kawasan Konservasi
•penyelamat usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan.
•sebagai pengembangan ilmu pendidikan.
•pengembangan pariwisata alam dan peningkatan devisa.
•pendukung pembangunan di BID Pertanian.
•keseimbangan lingkungan alam.
•bermanfaat bagi manusia.

Fakta Etika Lingkungan:
1. Perumusan kebijakan masih terfokus pada unrenewable resources.
2. Kewajiban pada lingkungan adalah mengenai keberlanjutan hidup manusia.
3. Ekonomi vs etika lingkungan: penggunaan poluters pay principle.
4. UU lingkungan hidup adalah yang paling sulit diterapkan di Indonesia.

Masalah Lingkungan:
Bencana Kekeringan / pengendalian SDA:
-Erosi
-penurunan keanekaragaman hayati
-kehilangan sumber plasma nutfah
-pemanfataan sumber daya perikanan yang merusak dengan menggunakan racun,bom ikan,arus listrik dan penangkapan ikan yang melebihi MSY.

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3):
Limbah B3:
Limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat atau konsentrasinya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak dan mencemari lingkungan.

Limbah yang termasuk B3 memenuhi kriteria (salah satu atau lebih):
-mudah meledak
-mudah terbakar
-bersifat reaktif
-beracun
-menyebabkan infeksi
-bersifat korosif
-limbah lain, yang apabila diuji toksisitasnya dapat digolongkan sebagai B3.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“ Pengaruh Lingkungan dalam Pembentukan Moral “

Nilai-nilai moral yang ada dimasyarakat pada pendidikan. Perkembangan iptek menjadi faktor utama dalam kemerosotannya moral khususnya pada remaja-remaja di Indonesia sehingga permasalahan moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia untuk menemukan solusi yang baik bagaimana cara mengatasi permasalahan moral pada sistem pendidikan saat ini.
Moral sendiri memiliki arti akhlak. Pendidikan moral juga ialah usaha nyata dalam membentuk moralitas anak didik menjadi generasi bangsa yang taqwa kepada tuhan yang maha esa dan bermoral juga memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat.
Dikemukakan oleh suseno dalam sigit mulyono tahun 2011 bahwa kata moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya. Dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk layak tidak layak dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama,orang tua,dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari.
Pendidikan Moral dikembangkan dilingkungan sekolah atau di setiap pendidikan juga di lingkungan rumah sendiri yaitu faktor keluarga dan juga faktor masyarakat. Pada dasarnya pendidikan moral akan lahir dari perilaku setiap individu sesuai dengan lingkungannya berada. Adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat dan serta keadilan di setiap masyarakat kemasyarakatannya. Ada 3 faktor yang menjadi penyebab khususnya pendidikan moral , yang pertama kurangnya pendidikan moral dikeluarga yang kedua adanya pengaruh globalisasi yang ketiga kurangnya peranan dari agama,lingkungannya maupun disetiap individu itu sendiri. Maka dari itu untuk membangun kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembangnya seseorang dalam berbagai aspek terutama pendidikan moral dan karakternya. Pada usia remaja menuju dewasa khususnya bagi para mahasiswa pembentukan moral dan karakter seharusnya bisa dikondisikan dan dibenahi melalui diri sendiri. Tetapi di perkuliahan mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai moral pada mata kuliah pendidikan pancasila untuk menyempurnakan pembentukan dari moral yang sudah dimiliki. Mahasiswa sendiri perlu membantu dan membentuk susunan moral dilingkungannya agar tercipta rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Sehingga dapat dikatakan bahwa moral menjadi suatu tindakan yang penting untuk ditanamkan dan dikembangkan disetiap individu untuk mengembangkan bangsa dan negaranya. Sebab memiliki moral yang baik akan menjadi cerminan untuk setiap individu dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan ketentuan yang sudah ada dan ditetapkan akan disenangi oleh banyak orang disekitarnya.