གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka

Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“ DRAMA PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DI LINGKUNGAN KELUARGA “

Sebuah drama mengenai nilai moral yang terjadi dilingkungan keluarga, hiduplah seorang ibu yang bernama ibu lala yang memiliki sifat rendah hati dan ibu lala memiliki 2 orang anak gadis yang bernama Caca yang memiliki sifat yang baik dan sopan santun, rajin sembahyang, sedangkan kakaknya yang bernama Santi memiliki sifat egois, angkuh, tidak memiliki tata krama, tidak suka beribadah dan mabuk-mabukan.
Setelah kita menonton drama tersebut, dapat kita ambil bahwa kurangnya pemahaman terhadap nilai moral yang di miliki santi membuat santi menjadi pribadi yang angkuh, egois, tidak memiliki tata krama, jahat, tidak sembahyang, dan mabuk-mabukan serta membangkang kepada orang tua. Berbeda dengan caca, caca yang mengerti dan paham akan moral di dalam keluarga, mampu menjadi pribadi yang baik, sopan santun, rajin sembahyang, suka menolong dan patuh terhadap orang tua. Maka dari itu, pentingnya penerapan nilai moral di keluarga agar tidak terjadi konflik sesama saudara dan kepada orang tua.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

“Pentingnya Nilai Moral Pancasila Dalam Lingkungan Kampus“

Kehidupan Kampus merupakan awal pembentukan karakter mahasiswa. Setiap kampus mengupayakan untuk setiap mahasiswanya berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku, hal ini bertujuan mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat untuk terbentuknya moral yang baik.

Pendidikan pancasila berperan penting membangun jiwa nasionalis dan bermoral, karena butir pancasila mengandung makna dan menjadi pedoman bagi rakyat indonesia. Melalui pendidikan diharapkan peserta didik mampu menyerap nilai moral pancasila. Penerapan nilai moral pancasila diarahkan secara manusiawi dan alamiah.

Pendidikan kewarganegaraan berorientasi untuk mempersiapkan warga muda agar memiliki kemampuan terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik. Pada masyarakat indonesia multikultural budaya kewarganegaraan dibangun di atas fondasi kebajikan dan komitmen kewarganegaraan berdasarkan nilai pancasila.

Contoh masalah moral dilingkungan kampus :
1.Vandalisme dan kekerasan,
2.Mencuri,
3.Mencontek,
4.Tidak terhormat pada pejabat publik,
5.Kekejaman terhadap sesama (bullying),
6.Menyerang keyakinan orang lain yang berbeda,
7.Bicara kasar,
8.Pemerkosaan dan pelecehan seksual,
9.Bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara,
10.Perilaku merusak diri seperti narkoba.

kita harus menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa. Pancasila dapat menjadi basis Pendidikan karakter yang khas di Indonesia dengan fokus keberagaman, toleransi, dan keadilan sosial.
Nama: Bunga Amanda Sastra Ayu Pitaloka
Npm: 2213053034

Nama jurnal : JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Volume : 2
Nomor : 1
Halaman : 30-44
Tahun terbit : 2017
Nama penulis : Ilham Hudi
Judul : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL
PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA

Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai- nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini). sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Hal ini menimbulkan kecemasan sehingga memerlukan satu pendekatan yang lebih serius dalam memperkokoh jatidiri generasi muda melalui pendidikan karakter dan budaya bangsa. Di negara-negara maju, pembangunan karakter menjadi satu elemen penting dalam proses pendidikan guna menerapkan kembali nilai-nilai yang baik dan menyaring segala bentuk unsur negatif yang dapat mempengaruhi tingkahlaku kalangan anak-anak dan tidak terkecuali kalangan remaja.
Ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Tinjauan konsepsi moral yaitu nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat.

Konsep dasar karakter
Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
Ada enam pengetahuan
moral yang menjadi tujuan pendidikan karakter :
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Perilaku Moral (Moral Action)
Untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoral atau justru menghalanginyakita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni :
kompetensi
kemauan
kebiasaan.
Pendidikan Orang Tua
Pendidikan karakter dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang terdiri dari :
Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya
Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian
Kejujuran,Hormat dan santun,Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama,Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah,Keadilan dan kepemimpinan, Baik dan rendah hati,Toleransi, cinta damai, dan persatuan.