Kiriman dibuat oleh Andini Putri Endria 2213053149

Nama: Andini Putri Endria
NPM: 2213053149
Kelas: 2C

Analisis jurnal integrasi nasional
Sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini negara dan bangsa Indonesia mempunyai sejumlah pengalaman diantaran mengalami perubahan azaz, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Identitas nasional di awal masa Indonesia merdeka ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat indonesia. Identitas merupakan representasi diri seseorang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitassosial-budaya, identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan sendiri, sedangkan di sisi lain akan sangat bergantung pada sekitar yang mengharuskan kita untuk merespon. Sedangkan Integrasi terbentuk jika ada idntitas yang mendukungnya contohnya kesamaan bahasa, cita-cita, serta pandangan hidup.

Integrasi nasional versus otonomi daerah
Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan dengan kondisi Indonesia. Akibat adanya perbedaan pada akhirnya menimbulkan pertentangan yang memicu konflik. Maka itu muncullah faham sentrisme yang melahirkan etnosentrisme, religisentrisme, dan sebagainya. Etnosentrisme sendiri ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangakan otonomi daerah dan pemekaran daerah.
Nama: Andini Putri Endria
NPM: 2213053149
Kelas: 2C

Identitas nasional terdiri dari 2 kata yaitu identitas dan nasional. Identitas secara harfiah merupakan ciri-ciri, tanda-tanda, atau jadi diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakan dengan yang lainnya. Dan nasinal merupakan identtas yang melekat pada kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan baik budaya, agama, bahasa, keinginan, cita-cita dan tujuan. Sedangankan secara terminologi adalah suatu ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bahasa tersebut dengan bangsa yang lain.

Untuk membentuk identitas negara diperlukannya unsur-unsur diantaranya suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Dimana dari unsur-unsur tersebut dibag menjadi 3 bagian yaitu identitas fundamental, identitas instrumental dan indentitas alamiah. Yang untuk membentuk identitas nasional terdapat faktor pembentukan yaitu faktor objektif meliputi faktor geografis, ekologis dan demografis, kondisi geografi-ekologis dan faktor subjektif meliputi faktor histori, sosial, politik, dan kebudayaan.
Menurut Robert de Ventos, munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil empat faktor penting, yaitu faktor primer, faktor pendorong, faktor penarik, dan faktor reaktif. Dengan ini untuk embentuk identitas nasinal diperlukannya beberapa faktor.
Dengan pembentukan identitas nasional memiliki tujuan dan fungsi sebagi pemersatu bangsa, landasan negara serta identitas negara tersebut yang memili peran bagi negara.