Kiriman dibuat oleh Evangeline Yuana Elvida 2213053007

Nama : Evangeline Yuana Elvida
NPM : 2213053007
Kelas : 2C

Analisis Vidio

Berdasarkan video yang tersebut dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri sendiri dan lingkungannya dalam bentuk Pancasila dan negara nusantara berdasarkan undang-undang dasar daerah atau negara tahun 1945. Video tersebut menyebutkan berbagai teori geopolitik
1. Teori geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori geopolitik Rudolf Kjelen
3. Teori geopolitik Karl Haushofer
4. Teori geopolitik Halford Mackinder
5. Teori geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori geopolitik Guilio Douhet, William Mitchell, Saversky dan JFC Fuller
Konsep geopolitik Indonesia
Teori geopolitik bangsa Indonesia menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional yang digunakan untuk menentukan kebijakan nasional dengan kondisi dan status wilayah geografis Indonesia. Teori geopolitik pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno pada rapat BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Prinsip Geopolitik Indonesia Prinsip geopolitik Indonesia tidak menyangkut masalah kawasan, tetapi terwujudnya persatuan bangsa dalam satu wilayah. Perspektif Indonesia
A. Terwujudnya Nusantara sebagai entitas politik. B. Terwujudnya Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi
C. Integrasi nusantara menjadi satu kesatuan sosial budaya
D. Terbentuknya Nusantara sebagai kesatuan pertahanan. Kehidupan bernegara menurut Negara Kesatuan Republik Indonesia
Konsep negara kesatuan Republik Indonesia tertuang dalam Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945) yang berbunyi “Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik”. Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari satu wilayah Indonesia
1. Kesatuan politik
2. Serikat hukum
3. Kesatuan sosial budaya
4. satuan pertahanan dan keamanan
Bangsa Indonesia memiliki banyak kepentingan, yaitu kepentingan bangsa Indonesia
1. Ukuran dan potensi apartemen cukup besar
2. Keberagaman dalam berbagai bidang kehidupan sosial budaya
3. Lokasi area strategis dan lainnya
NAMA : EVANGELINE YUANA ELVIDA
NPM : 2213053007
KELAS : 2C
Prodi : PGSD

Analisis Jurnal
A. Bagaimana isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Topik utama artikel ini adalah bagaimana HAM mengalami hari kerja yang memburuk. Penurunan kinerja HAM mulai tampak mempengaruhi beberapa aspek, seperti akuntabilitas atau kerahasiaan yang semakin ketat. Akibatnya, terjadi beberapa peristiwa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun terlepas dari kenyataan yang ada, Komnas HAM terus bekerja untuk melaksanakan reformasi jangka panjang dengan tujuan mengubah perilaku karyawan untuk memastikan keberhasilan. Kemajuan positif yang saya buat adalah belajar tentang pertumbuhan HAM di Indonesia. Pasal tersebut juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperbaiki sistem hukum dan menjamin kesetaraan bagi seluruh warga negara Indonesia.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimana pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Menurut analisis saya tentang demokrasi Indonesia yang bersumber dari nilai-nilai adatistiadat, atau "bdaya", prasangka masyarakat ini adalah sesuatu yang diturunkan dari generasi ke generasi. Demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang hidup. Demokrasi melahirkan gagasan tentang kebudayaan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Prinsip dasar demokrasi adalah adat dan budaya masyarakat Indonesia. Dalam situasi ini, demokrasi berfungsi sebagai sarana untuk melindungi dan menegakkan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, demokrasi juga harus sesuai dengan hukum dan standar Pancasila dalam hal peradilan bangsa.
Sesuai dengan prinsip demokrasi yang berpijak pada ketuhanan tingkat tinggi, struktur pemerintahan negara harus diperbarui dan sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut, serta dengan perasaan bahwa keadaan akan menjadi lebih buruk. Dengan prinsip ini diharapkan seluruh penduduk dapat melihat dan mendengar.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan pancasila dan UUD 1945. Hal ini didukung oleh berbagai teori hukum yang sebagian besar tidak mencapai konsistensi, khususnya dalam sengketa terkait HAM. Selain itu, masih banyak warga lanjut usia yang lebih pro-pendapat dari warga biasa, yang berarti situasi ini membuat praktik demokrasi Indonesia kurang matang dan konsisten dengan Pancasila dan UUD 1945.

D. Bagaimana sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Menurut saya, kelompok elite yang muncul di parlemen memiliki kewenangan untuk mewakili rakyat jelata dalam menyampaikan aspirasinya kepada parlemen. Ada ketentuan untuk kebutuhan pribadi kelompok mereka, yang diberikan dan diakui oleh DPR. Untuk itu mereka menggunakan haknya sendiri sambil meneriakkan "kepentingan rakyat" sambil meneriakkan "kepentingan mereka". Sebagai hasil dari penamaan kepentingan rakyat, pendapat mereka kemungkinan besar akan diajukan oleh Parlemen. Dalam hal ini, moto kami adalah "Jangan berasumsi bahwa sesuatu itu benar hanya karena tidak jelas." Kita harus mencari kebenaran tentang apa yang sudah jelas. Penting untuk berfokus pada penerapan agenda politik rakyat sendiri daripada meminimalkan konsekuensi merendahkan nama mereka. Jangan menunggu sampai itu terjadi lagi.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah berselisih dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini ?
Jawab :
Salah satu daya tarik yang membuat masyarakat enggan menunjuk seseorang sebagai pemimpin adalah kuriasaan karismatik. Namun, ini adalah salah satu masalah yang paling signifikan dan meresahkan karena berpotensi merusak hak asasi manusia sebagai prinsip dasar di era demokrasi saat ini. Situasi di atas akan membuat keengganan masyarakat untuk menerima hak asasinya yang ditawarkan semakin nyata.
Nama : Evangeline Yuana Elvida
NPM : 2213053007
Kelas : 2C
Prodi : PGSD

Post Test
Analisis Soal

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Tanggapan saya setelah membaca artikel tersebut adalah bahwa permasalahan konflik yang terjadi antara Indonesia dengan Timor Leste tersebut menjadikan perpecahan. Dipicu oleh beberapa yang berakibat pertengkaran tersebut menjadi masalah. Salah satunya adalah masalah kesepakatan dan pembagian wilayah pada masa sebelumnya yang masih belum usai Dan juga adanya rasa ingin menguasai dari kedua pihak atas sisa wilayah yang belum jelas kepemilikannya. Aparat serta pemerintah masih belum tegas dalam mengambil keputusan sehingga berbatasan menjadi faktor utama terjadinya konflik tersebut. Jika aparat mampu tegas serta kekuatan militer yang seharusnya mampu mengatasi masalah tersebut maka akan meminimalisir masalah yang terjadi.
Hal positif yang bisa saya ambil adalah para masyarakat yang saling mengayomi juga aparat yang menjaga dan mempertahankan wilayah. Juga Indonesia dan Timor Leste yang akhirnya menjalin hubungan baik usai adanya penyelesaian konflik tersebut.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab :
Jika Indonesia tidak memiliki wawasan Nusantara maka negara akan sering mengalami konflik. Hal tersebut terjadi karena pada dasarnya indonesia adalah negara yang memiliki banyak wawasan, namun dengan tidak ada perkembangan wawasan Nusantara sangat berakibat pada Indonesia. Sebagai contoh perebutan wilayah di perbatasan dan memungkinkan Indonesia mudah melepaskan wilayah tersebut dan kehilangan wilayah yang seharusnya ada di tangan Indonesia. Akan banyak negara asing yang masuk dan mengendalikan Indonesia dan terjadinya konflik politik, sosial dan lainnya. Wawasan Nusantara memperkuat suatu negara dan menjamin negara untuk memiliki persatuan dan kesatuan.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawab :
Wawasan Nusantara yang berperan penting dalam menjaga keutuhan serta keamanan suatu negara menjadikan acuan masyarakat serta aparat untuk terus menjaga NKRI. Dengan adanya landasan Pancasila juga hukum yang berlaku di Indonesia menjadi penguat suatu negara dalam menjaga keamanan serta pertahanan dari luar. Nusantara yang dapat membentuk persamaan perspesi pada masyarakat Indonesia dalam hal mewujudkan cita-cita nasional menjadi suatu kebanggaan Indonesia serta dapat mencegah terjadinya konflik seperti yang ada pada artikel tersebut.