Nama : Yurma Vadelta
NPM : 2213053035
Kelas : 2C
Prodi : PGSD
Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
jawab :
Menurut saya isi artikel yang berjudul awal gelap untuk ham di indonesPadaIndonesia ini yaitu menjelaskan Pada menjelang peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh setiap 10 Desember, beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Dimana rasisme juga dianggap tidak pernah menjadi masalah di Indonesia. Pemerintah Indonesia meratifikasi Konvensi Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial (ICERD) sejak tahun 1999, namun objek rasisme tetap menjadi warisan dalam warisan tersebut sudah melawan HAM sebab papua juga bagian dari Indonesia dan karena beberapa oknum yang tidak mengerti adanya kebhinekaan maka bisa merusak SDM hingga menyebabkan terpecahnya sebab adanya perbedaan harusnya menjadi jembatan untuk mempersatukan bukan malah membedakan, suku, agama, warna kulit, budaya, adat kebiasaan itu karena adanya keragaman bukan malah didiskriminasi. dan dampak positif dari artikel tersebut saya bisa mengatahui bahwa Indonesia perlu perbaikan HAM dan memperbaiki kualitas SDM nya agar tidak mendiskriminasi perbedaan di Indonesia.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
jawab :
Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam pancasila, yaitu asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan asas keadilan. Kelima asas tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membangun bangsa dan negara merupakan kekuatan dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri.
Prinsip demokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu dalam berdemokrasi kita harus berjiwa dan diliputi oleh nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Dapat dikatakan demokrasi yang berketuhanan yang maha es aitu iyalah segala hal mengenai sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI dimana harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan yang Maha Esa.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
jawab :
Menurut saya belum sesuai karena ham di Indonesia tidak sepenuhnya terlaksanakan, tertera juga pada Pancasila dan UUD adanya rasa pemersatuan tetapi masyarakat tidak merasa adanya hal itu. Praktik demokrasi sudah menjadi perdebatan seru di Indonesia dimana selama ini demokrasi memang menjadi isu yang fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demokrasi dianggap sebagai sistem yang paling baik di antara sistem yang ada. Demokrasi tanpa kebijaksanaan pasti mendatangkan bencana bagi rakyatnya. Kebijaksanaan dalam ini lebih mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
jawab :
Menurut saya, masuknya kelompok elit di parlemen, artinya mereka telah mempunyai hak untuk menjadi wakil rakyat dalam penyampaian aspirasi kepada parlemen. Adapun pendapat untuk kepentingan kelompok mereka pribadi susah didengar dan diterima oleh Parlemen. Untuk itu mereka menyalah gunakan hak mereka dengan menyiratkan kepentingan mereka sambil mengatasnamakan "kepentingan rakyat". Maka pendapat mereka akan jauh lebih mungkin dipertimbangkan/didengar oleh Parlemen, karena mereka mengatas namakan kepentingan rakyat. Jadi, sikap kita adalah jangan mudah mengiyakan yang belum tentu itu benar. Kita harus cari tahu dulu yang sebenarnya. Harus meminimalisir penyebab dari mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri. Jangan sampai itu terjadi lagi.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
jawab :
Menurut pendapat saya hal tersebut terjadi karena pada era ini masih banyak rakyat yang kurang memahami mengenai agama secara mendalam, dimana mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional dan juga dengan tokoh tradisi. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh mengenai tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, mereka juga dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk tujuan mereka dimana tokoh politik seolah-olah tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu, dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka. Sedangangkan hubungannya menurut saya itu adalah pada saat Hubungan dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa ini adalah HAM hanya akan terselenggara di dalam pemerintahan yang demokratis, yang menghormati dan melindungi terhadap hak asasi manusia disetiap warga negaranya.