Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS VIDEO 2
Dari analisis video yang berjudul " Wajib tahu! Ini 5 Masalah Terbesar Remaja Masa Kini" dapat disimpulkan bahwa:
Remaja adalah masa transisi dari anak menuju dewasa jadi wajar bila remaja sering mengalami banyak masalah. Masalah tersebut seperti:
1. Masalah penampilan
Remaja sering kali tidak percaya diri dan minder terhadap penampilanya seperti berat badan dan jerawat. Namun, kita juga perlu mengupgrade diri menjadi pribadi yang berattitude dan memiliki moral yang baik tidak hanya mementingkan penampilan saja
2. Pendidikan
Pendidikan jaman sekarang tidak semudah di jaman sebelumnya. Pendidikan yang sekarang mempunyai tekanan belajar yang cukup tinggi sehingga menyebabkan stress pada remaja. Walaupun begitu, pendidikan jaman sekarang juga telah dipermudah dengan banyaknya akses teknologi yang memudahkan pelajar untuk mencari informasi.
3. Persahabatan
Banyak remaja yang melakukan berbagai cara agar dapat diterima di lingkungan pertemanannya. Remaja juga ingin dianggap 'gaul' dengan mengikuti perilaku temanya yang mungkin kurang baik. Berteman tanpa membedakan tapi juga harus bijak dalam memilih teman. Dengan siapa bereman akan mempengaruhi masa depan remaja.
4. Percintaan
Tak jarang percintaan membuat para remaja mengalami berbagai masalah yang menganggu aktivitas belajarnya, seperti ketika sedang galau atau putus cinta. Hal itu membuat perasaan buruk dan tidak semangat untuk belajar. Boleh jatuh cinta asal tetap memprioritaskan pendidikan.
5. Percaya diri
Banyak remaja yang sering minder dan tidak percaya diri dengan kemampuanya. Percaya diri penting karena itu merupakan ujung tombak dalam kehidupan sehari hari yang sangat dibutuhkan. Percaya diri harus diasah dan dibiasakan untuk dapat mengatasi masalah saat dewasa nanti.
Posts made by Afanin Yuli Safitri 2213053020
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS VIDEO 1
Dari video berjudul "Video Animasi Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat" yang telah saya analisis, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa contoh nilai dan moral yang baik di lingkungan masyarakat yaitu:
1. Saling tolong menolong
2. Menyapa demgan tutur kata yang baik
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Saling menyapa/bertegur sapa
5. Mengikuti pelajaran dengan tertib
Dan ada juga contoh nilai dan moral yang tidak baik di lingkungan masyarakat seperti:
1. Mencuri/mengambil barang milik orang lain
2. Membuang sampah sembarangan
3. Sombong dan merendahkan orang lain
4. Kebut-kebutan di jalan
5. Membuang sampang di sungai
6. Berkelahi dengan teman dan membiarkan mereka berkelahi
Nilai dan moralbmerupakan suatu nilai yang menjadi tolak ukur baik atau buruknya seseorang. Moral memiliki maksud atau ajaran tentangbbaik buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Istilah moral juga sering disebut sebagai akhlak, budi pekerti atau susila.
NPM: 2213053020
ANALISIS VIDEO 1
Dari video berjudul "Video Animasi Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat" yang telah saya analisis, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa contoh nilai dan moral yang baik di lingkungan masyarakat yaitu:
1. Saling tolong menolong
2. Menyapa demgan tutur kata yang baik
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Saling menyapa/bertegur sapa
5. Mengikuti pelajaran dengan tertib
Dan ada juga contoh nilai dan moral yang tidak baik di lingkungan masyarakat seperti:
1. Mencuri/mengambil barang milik orang lain
2. Membuang sampah sembarangan
3. Sombong dan merendahkan orang lain
4. Kebut-kebutan di jalan
5. Membuang sampang di sungai
6. Berkelahi dengan teman dan membiarkan mereka berkelahi
Nilai dan moralbmerupakan suatu nilai yang menjadi tolak ukur baik atau buruknya seseorang. Moral memiliki maksud atau ajaran tentangbbaik buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Istilah moral juga sering disebut sebagai akhlak, budi pekerti atau susila.
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 2
Judul jurnal: Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Nama Jurnal : Jurnal Rechten : Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia
Halaman dan Volume: hal 17-27, vol.3
Nomor dan Tahun : No.3 Tahun 2021
Perubahan zaman pada saat ini terlihat baik-baik saja, namun tanpa disadari dapat menghilangkan budaya, kebiasaan, etika dan moral. Dengan diciptakannya hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Etika dan moral dalam masyarakat bukan lagi hal sepele dan perlu dibahas lebih dalam. Perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Etika dan moral yang terbentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur akibat zaman.
Ada faktor yang menyababkan kurangnya seseorang dalam beretika. 1) orang tua kurang pedulian pada pentingnya menanamkan dan mengajarkan etika (moral) terhadap anak. 2) perkembangan teknologi membuat pola pikir menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. 3) lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan kepribadian kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali. 4) kurangnya penanaman jiwa religius dan kurangnya pengetahuan tentang agama.
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 2
Judul jurnal: Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Nama Jurnal : Jurnal Rechten : Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia
Halaman dan Volume: hal 17-27, vol.3
Nomor dan Tahun : No.3 Tahun 2021
Perubahan zaman pada saat ini terlihat baik-baik saja, namun tanpa disadari dapat menghilangkan budaya, kebiasaan, etika dan moral. Dengan diciptakannya hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Etika dan moral dalam masyarakat bukan lagi hal sepele dan perlu dibahas lebih dalam. Perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Etika dan moral yang terbentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur akibat zaman.
Ada faktor yang menyababkan kurangnya seseorang dalam beretika. 1) orang tua kurang pedulian pada pentingnya menanamkan dan mengajarkan etika (moral) terhadap anak. 2) perkembangan teknologi membuat pola pikir menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. 3) lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan kepribadian kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali. 4) kurangnya penanaman jiwa religius dan kurangnya pengetahuan tentang agama.
Untuk mencegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia tidak hilang terbawa zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang kita sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini yaitu:
1. Upaya Internal
▪︎ Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
▪︎ Menciptakan lingkungan yang baik dalam
masyarakat
▪︎ Membatasi teknologi yang ada
2. Upaya eksternal
▪︎ Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
▪︎ Seminar tentang kesadaran hukum
▪︎ Menegakan HAM dimasyarakat
▪︎ Pemerintah harus bertindak
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 1
Judul Jurnal: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono
Secara etimologis, dalam istilah filsafat terkandung persoalan tentang sistem perilaku (morality) atau etika.
de Vos (1987), mengatakan bahwa “etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan dan moral. Sedangkan moral adalah hal-hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan - tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma”. Di dalam satu keterikatan moral, bermasyarakat sesuai prinsip etika normatif untuk mencapai tujuan.
Unsur -unsur hakiki kehidupan bermasyarakat adalah manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Kehidupan bermasyarakat adalah suatu sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama dapat terwujud.
Sistem nilai adalah suasana moralitas manusia yang harus dipertanggung - jawabkan secara etis di sepanjang kehidupan. Di kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma -norma etika, menurut kesadaran moral, karena mereka akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban. Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat berfungsi sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum.
Ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu: 1) pencerdasan spiritual, menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan, 2) pencerdasan intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul di sepanjang kehidupan, 3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai bagi tujuan kehidupan. Nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya.
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 1
Judul Jurnal: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono
Secara etimologis, dalam istilah filsafat terkandung persoalan tentang sistem perilaku (morality) atau etika.
de Vos (1987), mengatakan bahwa “etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan dan moral. Sedangkan moral adalah hal-hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan - tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma”. Di dalam satu keterikatan moral, bermasyarakat sesuai prinsip etika normatif untuk mencapai tujuan.
Unsur -unsur hakiki kehidupan bermasyarakat adalah manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Kehidupan bermasyarakat adalah suatu sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama dapat terwujud.
Sistem nilai adalah suasana moralitas manusia yang harus dipertanggung - jawabkan secara etis di sepanjang kehidupan. Di kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma -norma etika, menurut kesadaran moral, karena mereka akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban. Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat berfungsi sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum.
Ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu: 1) pencerdasan spiritual, menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan, 2) pencerdasan intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul di sepanjang kehidupan, 3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai bagi tujuan kehidupan. Nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya.
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS VIDEO 4
Hasil dari analisis video berjudul "Film Pendek Korupsi - Pelajar Anti Korupsi"
Korupsi merupakan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan moral juga nilai pancasila. Korupsi tidak hanya bisa terjadi di kalangan pejabat saja, namun bisa juga terjadi di kehidupan sehari hari. Seperti halnya dalam video ini, seorang pelajar memalsukan nota dan menaikkan total harga setiap ia memotokopi tugas. Walaupun hanya mengambil sedikit keuntungan, itu tetaplah korupsi.
Korupsi di sekolah tidak hanya tentang uang, mencontek juga merupakan bentuk korupsi di sekolah. Korupsi menimbulkan kerugian bagi korbannya, dan menimbulkan ketidakberkahan bagi pelakunya. Korupsi juga tidak dibenarkan dalam agama maupun masyarakat. Kebiasaan tidak baik ini jika dibiarkan akan menjadi bibit korupsi yang lebih besar ketika anak telah dewasa nanti. Maka dari itu anak di sekolah harus diajarkan sikap anti korupsi melalui pendidikan nilai dan moral.
NPM: 2213053020
ANALISIS VIDEO 4
Hasil dari analisis video berjudul "Film Pendek Korupsi - Pelajar Anti Korupsi"
Korupsi merupakan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan moral juga nilai pancasila. Korupsi tidak hanya bisa terjadi di kalangan pejabat saja, namun bisa juga terjadi di kehidupan sehari hari. Seperti halnya dalam video ini, seorang pelajar memalsukan nota dan menaikkan total harga setiap ia memotokopi tugas. Walaupun hanya mengambil sedikit keuntungan, itu tetaplah korupsi.
Korupsi di sekolah tidak hanya tentang uang, mencontek juga merupakan bentuk korupsi di sekolah. Korupsi menimbulkan kerugian bagi korbannya, dan menimbulkan ketidakberkahan bagi pelakunya. Korupsi juga tidak dibenarkan dalam agama maupun masyarakat. Kebiasaan tidak baik ini jika dibiarkan akan menjadi bibit korupsi yang lebih besar ketika anak telah dewasa nanti. Maka dari itu anak di sekolah harus diajarkan sikap anti korupsi melalui pendidikan nilai dan moral.