Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 2
Judul Jurnal: PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Penulis: Ilham Hudi
VOL: 2
NO: 1
Tahun: 2017
Kualitas moral di kalangan peserta didik memiliki banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebut adalah keteladanan dari guru, orang tua dan masyarakat.
Tujuan pendidikan karakter memiliki 6 pengetahuan moral yaitu:
Kesadaran moral (moral awareness)
Mengetahui nilai-nilai moral (moral values)
Pengambilan perspektif
Penalaran moral (moral reasoning)
Membuat keputusan (decision making)
Memahami diri sendiri (self Knowledge)
Seseorang yang memiliki kualitas moral yang baik akan memiliki potensi untuk melakukan tindakan yang menurut mereka adalah tindakan yang benar. Terkadang seseorang mengetahui apa yang harus ia lakukan tetapi belum bisa menerapkannya melalui tindakan atau perilaku. Perlu dilihat lebih jauh pada tiga aspek karakter yaitu kompetensi, kemampuan, dan kebiasaan.
Pembinaan Imtaq dan pembudayaan meliputi pembinaan terhadap keyakinan, sikap, budi pekerti dan nilai luhur budaya bangsa. Aspek tersebut diperoleh dari proses alih nilai. Proses alih nilai dalam lingkungan keluarga dan masyarakat lebih berkesinambungan interaksi lebih efektif daripada di kelas. Pembinaan dalam keluarga juga lebih berhasil karena adanya penghayatan terhadap nilai agama yang menciptakan keyakinan, Sikap, perilaku dan budi pekerti. Penelitian yang dilakukan pada SMP Negeri Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa pengetahuan moral mempengaruhi perilaku moral berdasarkan pendidikan orang tua. Hal ini mendukung bahwa pendidikan orang tua berpengaruh baik terhadap pengetahuan moral dan mempengaruhi perilaku moralnya.
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 2
Judul Jurnal: PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Penulis: Ilham Hudi
VOL: 2
NO: 1
Tahun: 2017
Kualitas moral di kalangan peserta didik memiliki banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebut adalah keteladanan dari guru, orang tua dan masyarakat.
Tujuan pendidikan karakter memiliki 6 pengetahuan moral yaitu:
Kesadaran moral (moral awareness)
Mengetahui nilai-nilai moral (moral values)
Pengambilan perspektif
Penalaran moral (moral reasoning)
Membuat keputusan (decision making)
Memahami diri sendiri (self Knowledge)
Seseorang yang memiliki kualitas moral yang baik akan memiliki potensi untuk melakukan tindakan yang menurut mereka adalah tindakan yang benar. Terkadang seseorang mengetahui apa yang harus ia lakukan tetapi belum bisa menerapkannya melalui tindakan atau perilaku. Perlu dilihat lebih jauh pada tiga aspek karakter yaitu kompetensi, kemampuan, dan kebiasaan.
Pembinaan Imtaq dan pembudayaan meliputi pembinaan terhadap keyakinan, sikap, budi pekerti dan nilai luhur budaya bangsa. Aspek tersebut diperoleh dari proses alih nilai. Proses alih nilai dalam lingkungan keluarga dan masyarakat lebih berkesinambungan interaksi lebih efektif daripada di kelas. Pembinaan dalam keluarga juga lebih berhasil karena adanya penghayatan terhadap nilai agama yang menciptakan keyakinan, Sikap, perilaku dan budi pekerti. Penelitian yang dilakukan pada SMP Negeri Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa pengetahuan moral mempengaruhi perilaku moral berdasarkan pendidikan orang tua. Hal ini mendukung bahwa pendidikan orang tua berpengaruh baik terhadap pengetahuan moral dan mempengaruhi perilaku moralnya.