གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Afanin Yuli Safitri 2213053020

Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
ANALISIS JURNAL 1

Judul Jurnal: PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini
Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD
FKIP Unsyiah
Vol, No, hal: Vol 1, No 1, 68-77
Tahun: 2016

Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral mengenai kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga kita butuh menanamkan kembali nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Pembentukan anak secara mendasar bergantung pada orang-orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan dan diharapkan anak-anak di masa mendatang memiliki moral yang baik, karena jika dibiarkan dapat mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Paul Suparno dkk mengatakan nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang Sekolah Dasar adalah sebagai berikut: 1) Nilai Religiusitas, 2) Nilai Sosialitas, 3) Nilai Gender, 4)Nilai Keadilan, 5) Nilai Demokrasi, 6) Nilai Kejujuran, 7) Nilai Kemandirian, 8) Nilai Daya juang, 9) Nilai Tanggung Jawab, 10) Nilai Penghargaan terhadap Lingkungan Alam.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, seperti
a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral,
b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral,
c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan),
d)Perkembangan Teknologi,
e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan
f) Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Lampeuneurut dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran. Guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan memasukkannya ke semua mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. Peserta didik yang sudah mempunyainilai moral harus terus dibimbing/diajarkan agar nilai moral tersebut tidak hilang karena apabila sudah ada dasarnya maka segala sesuatu akan lebih mudah.
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
Kelas: 3G
Prodi: PGSD
ANALISIS VIDEO 2
Judul video: Pendidikan Moral di Sekolah Dasar

Pendidikan moral merupakan usaha yang dilukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, dan kelakuan yang dilakukan peserda didik agar mampu berinteraksi dengan masyarakat sesuai dengan nilai moral yang berlaku.
Ada beberapa tahap perkembangan moral yaitu
1. usia 6 sampai 12 bulan
2. usia 12 sampai 18 bulan
3. usia 18 sampai 30 bulan
4. usia 30 sampai 36 bulan
5. usia 3 sampai 4 tahun
6. usia 4 sampai 6 tahun
7. usia 7 sampai 8 tahun
8. usia 9 sampai 11 tahun
9. usia 12 sampai 15 tahun
10. usia 16 sampai 20 tahun
11. dewasa muda (20-40 tahun)
12. dewasa tengah (40-60 tahun)
13. dewasa tua (65 tahun)

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam proses pembelajaran di SD. Implikasi ini sangat penting dalam proses pembelajaran, anak kadang perlu teman dalam proses belajar namun anak juga dapat belajar secara mandiri.
Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak SD. Pendidik sebaiknya mengajar tentang identitas gender supaya perilaku dan moral anak sesuai dengan gendernya. Disini peran orang tua juga sangat penting.

Permasalahan dan solusi perkembangan moral anak SD
1. hilangnya kejujuran, seperti mencontek saat ujian. Solusinya adalah dengan mengajarkan anak lebih percaya diri dan belajar bicara jujur.
2. hilangnya rasa tanggung jawab, seperti tidak mengerjakan tugas. Solusinya mengajarkan anak bersikap tanggung jawab seperti memberi pelajaran baik pada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas.
3. rendahnya disiplin, seperti tidak tepat waktu atau terlambat, pendidik harus tegas supaya dapat mengatasi permasalahan ini.
4. kurang bisa bekerja sama, solusinya membiasakan anak untuk aktif terlibat dalam kegiatan kerja sama.
5. mengambil hak orang lain, seperti mencuri, solusinya membiasakan anak untuk menerima dan bersyukur atas apa yang mereka miliki dan tidak mengambil hak orang lain
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
Kelas: 3G
Prodi: PGSD
ANALISIS VIDEO 1

Judul video: Pendidikan Moral Tanggung Jawab Diri dalam Keluarga

Tanggung jawab dalam keluarga contohnya patuh terhadap nasihat ayah maupun kedua orang tua, membantu ibu, menemani kakak dan menjaga adik. Bisa dikatakan bahwa tanggung jawab merupakan tugas atau keharusan yang mesti kita lakukan.

Tanggung jawab itu penting terutama dalam keluarga. Tanggung jawab akan menciptakan hubungan keluarga menjadi erat dan harmonis, contohnya pulang kampung saat liburan. Keamanan keluarga juga terjamin karena kita punya tanggung jawab untuk menjaga rumah supaya aman. Lalu tanggung jawab dapat meringankan tugas keluarga seperti membantu atau menolong anggota keluarga. Selain itu dengan tanggung jawab, kita juga dapat mengembanggakan keluarga.

Ketika kita telah melakukan tanggung jawab dengan baik, tentunya kita akan merasa senang dan bangga karena telah melakukan keharusan tersebut, dan dengan tanggung jawab kita akan menjadi anak yang baik dan disayang banyak orang.
Nama: Afanin Yuli Safitri
NPM: 2213053020
Kelas: 3G
Prodi: PGSD
ANALISIS JURNAL 2

Judul Jurnal: MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Penulis: Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli

Dosen Agama Islam Universitas Pamulang melihat adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Kalangan millennial saat ini memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Banyak kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama.

Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan

Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.