Posts made by Okta Rizkika Ramadhona 2213053191

Okta Rizkika Ramadhona
2213053191
3F

*-Degradasi moral pelajar zaman modern-*

Banyak sekali kasus moral di kalangan pelajar pada zaman ini. Bisa dikatakan moral dalam diri pelajar khususnya di Indonesia sudah hilang, sebagai contoh kasus, banyaknya siswa yg arogan yang merasa berkuasa di sekolahnya, sehingga sering sekali membully siswa lain yg dirasa kurang mampu untuk melawan nya, adapun kasus siswa membunuh guru, dan mengajak kepala sekolah untuk ribut. Sungguh tidak pantas sekali jika dilihat dari cover seorang pelajar yang tidak memiliki moral seperti itu. Lantas apa yg harus dilakukan untuk memperbaiki nilai moral pada masa ini?Peran media sosial sangatlah penting untuk mendidik nilai moral pelajar, tontonan dan konten zaman sekarang sudah banyak dan tidak bisa disaring secara satu persatu, maka dari itu dar individu kita sendiri lah yang harus bisa membatasi mana tontonan yng bisa mendidik dan mana yg merugikan. Setelah itu, tanamkan nilai moral pada pelajar sedari dini itu adalah hal penting yg harus dilakukan bagi peran guru dan orang tua dirumah. Dengan begitu orang tua dapat mengontrol anak dari lingkungan rumah, dan guru akan mengontrol peserta didik nya dari lingkungan sekolah.
Okta Rizkika Ramadhona
2213053191
3F

'Perkembangan Moral'

->6 tahap perkembangan moral menurut kohlberg(dilakukan nya penelitian di Amerika)
Ada 3 level dalam perkembangan moral yakni
1. Pra konvensional
- menghindari hukuman : dengan arti seseorang dengan melakukan cara apapun untuk menghindari hukuman yg akan dia dapatkan, seperti pada contoh di video, seseorang berkendara berhenti pada saat lampu merah, karena apa? Karena dia tau kalau dia menerobos lampu merah, pasti dia akan dikejar polisi, maka dari itu dia berhenti dan mematuhi peraturan agar terhindar dari hukuman.
- keuntungan dan minat
pribadi. (Apa untungnya buat saya?) pada tahap ini perilaku yang telah tersedia dirumuskan dengan apa yang paling diminatinya. Penalaran tahap dua kurang menunjukkan perhatian pada kebutuhan orang lain, hanya sampai tahap bila kebutuhan itu juga berpengaruh terhadap kebutuhannya sendiri. Seperti contoh aku membantunya menyapu rumah, dan kemudian hari dia akan membantu ku menyapu kembali.
2. Konvensional. Tingkat konvensional umumnya telah tersedia pada seorang remaja atau orang dewasa. Orang di tahapan ini menilai moralitas dari suatu gerak-gerak yang dibuat dengan membandingkannya dengan pandangan dan hasrat warga. Tingkat konvensional terdiri dari tahap ketiga dan keempat dalam perkembangan moral.
- menjaga sikap orang
Baik. seseorang memasuki warga dan ada peran sosial. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan warga terhadap peran yang dimilikinya.
- memelihara peraturan. Jika peraturan tidak ada yg mematuhinya, maka keadaan akan kacau. Bila seseorang bisa melanggar hukum, mungkin orang lain juga akan begitu - sehingga telah tersedia kewajiban atau tugas sebagai mematuhi hukum dan anggaran. Bila seseorang melanggar hukum, maka dia salah secara moral, sehingga celaan menjadi faktor yang signifikan dalam tahap ini karena memisahkan yang buruk dari yang patut.
3. Pasca konvensional. dikenal sebagai tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari warga kini menjadi semakin jelas. Perspektif seseorang harus dilihat dan diteliti sebelum perspektif warga. Dampak ‘hakekat diri mendahului orang lain’ ini membikin angkatan pasca-konvensional sering tertukar dengan perilaku pra-konvensional.
- orientasi kontrak sosial : setiap orang memiliki latar belakang da situasi berbeda, tidak ada yg absolut atau pasti ketika melihat sebuah kasus, hak hak individu harus dilihat bersamaan dengan hukum yg ada.

- prinsip etika universal. penalaran moral berdasar pada penalaran mujarad menggunakan prinsip etika universal.Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan, dan komitmen terhadap keadilan juga menyertakan keharusan sebagai tidak mematuhi hukum yang tidak berpihak kepada yang telah tersedia. Hak tidak perlu sebagai akad sosial dan tidak penting sebagai gerak-gerak yang dibuat moral deontis. Menggambarkan prinsip internal seseorang . Ia melakukan halhal yang dianggapnya benar, walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.

Dilema Heinz
Apakah heinz harus mencuri obat itu? Sedangkan jika dibeli dengan harga 2000dolar hanya mendapat dosis kecil, sedangkan keadaan istri heinz sudah tidak memungkinkan jika hanya di berikan obat dengan dosis yg kecil. Tapi jika dilihat dengan teori perkembangan moral yang terlalu menekankan pada keadilan dan mengabaikan norma yang lainnya. Konsekuensinya, teori itu tidak akan menilai secara adekuat orang yang menggunakan aspek moral lainnya dalam bertindak. Mungkin heinz akan mengambil obat itu, karna dia sudah pasrah dan sangat percaya bahwa istrinya akan sembuh dengan obat baru yg ditemukan oleh seorang apoteker tersebut. Secara Heinz hanya dapat mengumpulkan uang sebanyak 1000dolar, dan apoteker tidak memberikan nya dengan harga segitu.
Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi

Di era global saat ini posisi pendidikan nilai menjadi sebuah hal yang sangat sentral karena posisinya yang sangat dibutuhkan agar mampu memberikan makna setiap subjek materi untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju peradaban Bangsa yang maju. Pendidikan nilai menurut Mulyana adalah pengajaran atau bimbingan kepada peserta didik agar menyadari kebenaran, kebaikan, dan keindahan melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Nilai berfungsi untuk mendorong dan mengarahkan sikap serta perilaku. Secara hierakris ada empat kelompok nilai yaitu nilai kerohanian, nilai kejiwaan, nilai kehidupan dan nilai kenikmatan. empat nilai itu harus disusun secara benar sehingga bangunan keseluruhan nilai menjadi kokoh dan seimbang.
pendidikan nilai dan moral sangat penting diajarkan dan dilakukan dari usia dini agar generasi muda tidak terbawa arus globalisasi yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Karena dampak globalisasi sangat berpengaruh bagi kehidupan pribadi masyarakatnya.
Okta Rizkika Ramadhona
3f
2213053191

Pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan

penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yangada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019). Penyelenggaraan pendidikan Islami di ProvinsiAceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.
Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Mirisnya kekerasan di lingkungan sekolah

Bicara tentang kekerasan sudah tak jarang lagi bagi kehidupan sehari-hari, namun belakangan ini dunia pendidikan sedang gempar gemparnya mengenai berita kekerasan yg terjadi di lingkungan sekolah. Baik antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru maupun guru dengan guru. Seperti hal nya berita tentang guru yg di tusuk oleh murid dikarenakan tidak bisa mengikuti ujian sekolah. Miris sekali mendengarnya, seorang pendidik yg hanya dibayar upah tak seberapa namun muridnya segan untuk menusuknya, lalu pada peristiwa anak yg ditusuk matanya oleh temenannya sampai buta, dan tidak ada tanggung jawab apapun dari pihak yg terkait, malah pihak korban diancam utk tidak melapor ke pihak mana pun. Sangat miris sekali dunia kekerasan d lingup pendidikan. Masalah tersebut sebenarnya bisa terjadi karena kurang nya nilai moral yg tertanam pada diri masing masing dan kurangnya didikan orang tua. Jadi pentingnya peran orangtua dirumah untuk menanamkan sikap saling menghormati dan menanamkan nilai moral, juga harus adanya kerja sama antar guru dan orang tua, agar tidak ada lagi kejadian miris di dunia pendidikan selanjutnya.