Kiriman dibuat oleh Okta Rizkika Ramadhona 2213053191

Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

•Pendidikan Moral di Sekolah Dasar•

#Pengertian pendidikan moral sendiri adalah sesuatu yang dilakukan secara tersusun ataupun terencana yang dilakukan oleh peserta didik untuk mengubah perilakunya menjadi bermoral yang yang dilakukan dengan tujuan untuk supaya mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sekitar dengan ketentuan yang berlaku.

# Tahap perkembangan moral
-usia 6-12bulan
Orang tua menggunakan disiplin untuk mengendalikan bayinya
-usia 12-18bulan
Membuat komitmen dan patuh sesuai keadaan merupakan awal tanda hati nuraninurani, perhatian terhadap objek yg cacat atau rusak, mencerminkan kecemasan diri dalam melakukan hal yg salah.
- usia 18-30bulan
Menunjukan perilaku menolong
- usia 30-36bulan
Agresif fisik lebih berkurang dan dan lebih verbal.
- usia 3-4 tahun yakni perilaku menolong lebih banyak dengan tujuan mengharapkan pujian.
- usia 4-6 tahun yakni penalaran moral semakin fleksibel.
- usia 7-8 tahun yakni empati dalam perilaku semakin meningkat
- usia 9-11 tahun yakni penalaran moral semakin dipandu oleh rasa keadilan.
-usia 12-15 tahun yakni penalaran moral mencerminkan rasa keadilan,
- usia 16 - 20 tahun yakni relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral.
- usia dewasa muda yakni 20 - 40 tahun.
- usia dewasa tengah yakni 40 - 65 tahun
- usia dewasa tua yakni lebih dari 65 tahun.

#Implikasi Perkembangan Sosial dan Budaya dalam KBM meliputi,
•interaksi sosial, pengembangan pemampuan komunikasi ••pengembangan identitas diri
•pembentukan nilai dan moral
•peningkatan diri dan penghargaan diri
•pengembangan kemampuan kognitif,dan •pengembangan keterampilan penyesuain.

#Permasalahan dan solusi dari perkembangan moral

•Hilangnya kejujuran, solusinya yaitu dengan mendukung anak dalam hal jujur dan tidak memarahinya saat mereka jujur.
•Hilangnya rasa tanggung jawab, solusinya yaitu mengarahkan peserta didik untuk melaksanakan kewajiban mereka terkait tanggung jawab seperti mengerjakan pekerjaan rumah dll.
• Rendahnya disiplin, solusinya yaitu memberikan teguran ketika ada anak yang tidak disiplin
•Kurang bisa bekerja sama, solusinya yaitu membentuk kelompok belajar dan mengajak peserta didik untuk aktif dalam kelompoknya.
• Mengambil hak orang lain, solusinya yaitu memberikan teladan berupa pembiasaan untuk bersyukur terhadap kepunyaan sendiri dan tidak mengambil sesuatu dari orang lain.
Okta Rizkika Ramadhona
3F
2213053191

Pendidikan moral
•TANGGUNG JAWAB DIRI DALAM KELUARGA•

Dalam keluarga, ada beberapa point untuk menjalankan pendidikan moral didalam keluarga, yaitu
1. Mendengarkan nasihat ayah. Dalam point pertama yaitu mendengarkan nasihat aja ini berarti bahwa seorang yang lebih muda wajib Mendengarkan nasehat dari orang yang lebih tua di dalam keluarga yang wajib mendengarkan nasihat adalah anak wajib mendengarkan nasihat kedua orang tuanya maupun kakak-kakaknya jadi dalam poin penting ini yang perlu diperhatikan adalah moral keluarganya yaitu setiap anak yang lebih muda atau setiap orang yang lebih muda wajib mendengarkan nasihat dari orang yang lebih tua.
2. Membantu ibu. Pada poin kedua yaitu membantu ibu Sudah Selayaknya seorang anak membantu orang tua apalagi ibunya karena membantu ibu adalah salah satu pendidikan moral yang dapat tercipta di dalam lingkungan keluarga.
3. Menemani kakak. Poin moral ketiga yaitu menemani kakak. Jika di dalam keluarga terdapat Kakak ataupun adik Sudah Selayaknya dua orang tersebut saling menemani maupun saling menjaga begitu pula adik terhadap kakaknya Adik harus senantiasa menemani kakaknya agar terhindar dari hal-hal buruk yang akan terjadi seperti misalnya contoh adanya penculikan jadi Adik harus layaknya menemani Kakak maupun sebaliknya kakak harus menemani adiknya, dengan begitu moral adik terhadap Kakak maupun kakak terhadap adik selalu senantiasa tercipta dalam lingkungan keluarga.
4. Menjaga adik. Poin yang terakhir tidak kalah penting dengan poin-poin sebelumnya yaitu menjaga Adik sudah dibahas singkat pada poin ketiga tentang kakak dan adik yang bagaimana mereka saling berkaitan untuk menemani dan menjaga keduanya. Seorang Kakak memang Sudah Selayaknya Untuk menjaga adiknya terhindar dari segala macam hal buruk apapun yang akan terjadi kedepannya. Selain orang tua yang mempunyai kewajiban untuk menjaga anaknya Kakak pun mempunyai kewajiban untuk selalu senantiasa menjaga adiknya.

Lalu yang selanjutnya adalah pentingnya tanggung jawab dalam keluarga, yakni
•hubungan keluarga menjadi erat
•keselamatan keluarga terjamin
•membanggakan keluarga
•meringankan tugas keluarga
Okta Rizkika Ramadhona
2213053191
3F

#Menangkal Degradasi Moral di Era Digital Bagi Kalangan Millenial#

Pada jurnal yang telah diberikan, dijelaskan bahwa sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (P3KM)
Degradasi moral adalah turunnya atau merosotnya akhlak remaja karena disebabkan dari berbagai hal yaitu dari faktor ekstern dan faktor intern.
Tujuan dari dilaksanakan nya kegiatan tersebut yakni memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital.
Okta Rizkika Ramadhona
2213053191
3F

#Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial#

Dalam jurnal tersebut terpapar bahwa
Tujuan pendidikan nasional, pendidikan mempunyai pengertian bahwa pendidikan merupakan proses perwujudan manusia yang mempunyai adab.

Inovasi kurikulum manifes yang telah banyak melakukan perubahan dari pemerintah sepertinya tidak begitu memperlihatkan dampak yang optimal terhadap keberhasilan pendidikan, hal ini dapat dilihat dari output pendidikan yang dianggap sebagai produk gagal dari sistem pendidikan di Indonesia. Sedangkan melalui kurikulum laten pihak sekolah dapat lebih leluasa untuk mengkonstruk kurikulum guna menopang dari kekurangan yang ada didalam kurikulum manifes. Kurikulum laten menurut Raihan seringkali lebih berpengaruh daripada yang manifes karena dapat mengomunikasikan pada siswa tentang sikap-sikap “sekolah terhadap berbagai persoalan, termasuk bagaimana sekolah memandang mereka sebagai manusia, laki-laki, perempuan, siswa-siswa luar biasa, siswa-siswa dari beragam kelompok agama, budaya, ras, dan etnis”. Untuk mencapai idealitas diatas, maka harus dirumuskan sistem evaluasi yang tidak cukup menilai pada tataran kognitif dalam bentuk penilaian dari ulangan. Lebih dari itu aspek afektif dan psikomotorik yang sejauh ini belum tersentuh secara mendalam dalam bentuk penilaian aksi moral yang dilakukan oleh peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggung jawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Okta Rizkika Ramadhona
2213053191
3F

#Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai agama dan Moral#

Dalam sebuah pembelajaran guru bertugas bukan hanya mengevaluasi maupun menilai karakter peserta didik setiap pembelajaran namun guru juga wajib menilai apa-apa saja yang dilakukan oleh peserta didik yang di dalamnya mengandung arti nilai moral dan agama.
Instrumen penilaian ini adalah alat untuk mengukur dan mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.
Manfaat penilaian dibagi menjadi 3,yakni manfaat bagi anak, orang tua, dan guru. Manfaat bagi anak ini berupa untuk memelihara pertumbuhan anak, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangan nya, anak mendapatkan kebutuhan yang sesuai dengan perkembangan nya. Lalu bagi orang tua berupa mendapatkan informasi mengenai perkembangan anaknya di sekolah, memudahkan ortu dalam memberikan stimulasi kepada anak, membuat keputusan bersama antar orang tua dan pihak sekolah, demi memenuhi kebutuhan anak. Lalu manfaat bagi guru berupa mengetahui perkembangan sikapsikap, pengetahuan da keterampilan anak, mendapatkan informasi awal tentang hambatan setiap anak, mengetahui kesesuaian stimulasi peserta didik, dan memberikan dukungan yang tepat terhadap peserta didik, memiliki data dan informasi setiap anak untuk membuat rencana pembelajaran yang akan datang.
Prinsip-prinsip penilaian terbagi menjadi 8 yaitu :
Mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna.
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan Anekdot, rubrik atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak.