Nama:Ricca Tri Fadillah
Npm:2213053161
Kelas:3G
Analisis jurnal
Judul:Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial
Penulis:Ulil Hidayah
Kata kunci:Rekonstruksi,Evaluasi, Pendidikan Moral, Harmoni Sosial.
Isi jurnal
Npm:2213053161
Kelas:3G
Analisis jurnal
Judul:Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial
Penulis:Ulil Hidayah
Kata kunci:Rekonstruksi,Evaluasi, Pendidikan Moral, Harmoni Sosial.
Isi jurnal
Pemerintah mencapai kebijakan sentralisasi, desentralisasi, demokratisasi, dan perubahan kurikulum untuk meningkatkan mutu dan pendidikan di Indonesia . Disharmonisasi sosial adalah gambaran paling mencolok yang menunjukkan pendidikan membentuk manusia beradab. Kedua subjek dianggap paling bertanggung jawab terhadap etika berpikir dan berperilaku manusia terpelajar.
Diperlukannya paradigma pendidikan Islam yang lebih membumi dan humanistik, dengan melakukan kajian ulang terhadap sistem nilai sosial pesantren berdasarkan nilai al-Qur’an dan al-Hadits, sesuai dengan konteks ke-Indonesiaan.
Kejadian yang saling menyerang dan merasa kelompok yang diikutinya paling benar adalah indikasi dari kegagalan pendidikan melahirkan manusia bermoral dan berbudi pekerti. Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik.pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat.Karena itu, perlu digarisbawahi adalah out put pendidikan yang melahirkan manusia cakap dalam potensi kepribadian dan sosial.Karena masalah bangsa yang masih menjadi sorotan utama adalah out put pendidikan yang masih buram dalam membangun relasi sosial.
Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertanyakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).Kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama dan Negara yang melindunginya serta memuat materi toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan di tengah-tengah lingkungan masyarakatnya.Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik
Diperlukannya paradigma pendidikan Islam yang lebih membumi dan humanistik, dengan melakukan kajian ulang terhadap sistem nilai sosial pesantren berdasarkan nilai al-Qur’an dan al-Hadits, sesuai dengan konteks ke-Indonesiaan.
Kejadian yang saling menyerang dan merasa kelompok yang diikutinya paling benar adalah indikasi dari kegagalan pendidikan melahirkan manusia bermoral dan berbudi pekerti. Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik.pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat.Karena itu, perlu digarisbawahi adalah out put pendidikan yang melahirkan manusia cakap dalam potensi kepribadian dan sosial.Karena masalah bangsa yang masih menjadi sorotan utama adalah out put pendidikan yang masih buram dalam membangun relasi sosial.
Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertanyakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).Kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama dan Negara yang melindunginya serta memuat materi toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan di tengah-tengah lingkungan masyarakatnya.Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik
maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan
manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap
peranannya di masa sekarang dan akan datang.