གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Indra Ulfayani 2213053171

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Indra Ulfayani 2213053171 གིས-
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 22213053171

Jawaban :
REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Seorang ahli sosiologi Pierre Bourdieu mengatakan pendidikan adalah agen bagi reproduksi kultural (Piere Bourdieu). Artinya pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. Disekolah anak-anak yang datang berangkat dari keluarga yang memiliki kultur berbeda-beda dalam bentuk relasi/pergaulan sosial, bahasa dan tradisi, serta gaya hidup lainnya. Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah.

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kompetensi: (1) berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan, (2) berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti korupsi, (3) berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa yang lainnya. (4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Abdul Ghofur, 2007).

Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap peranannya di masa sekarang dan akan datang. Upaya pemberian pendidikan moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu: Penanaman nilai (inculcation approach), perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), analisis nilai (values clarification approach), pembelajaran berbuat (action learning approach) (Teuku Ramli Zakaria, 2011).

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Indra Ulfayani 2213053171 གིས-
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Jawaban :
Analisis Video 1
Etika, nilai dan Moral
Etika, nilai norma, dan moral adalah serangkaian yang tidak terlepas jika berbicara tentang perilaku masyarakat. Tujuan dari adanya etika, nilai, norma ,dan moral ini agar perilaku manusia tertata sebagaimana mestinya seperti budaya yang sudah ada dan diajarkan secara turun-temurun oleh leluhur kita dari sejak dahulu sebelum Indonesia menjadi negara. Namun, pada era sekarang, masyarakat Indonesia banyak yang memudarkan persatuan negara Indonesia karena tingkah laku sehari-hari yang bukan lagi menjadi cita-cita bangsa Indonesia dan nilai itu terkandung dalam Pancasila.

Etika Moral merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Setiap orang pasti memiliki etika dan setiap orang harus memiliki etika moral yang baik. Etika merupakan tindakan manusia secara keseluruhan. Secara umum, etika adalah filsafat tentang tindakan manusia sebagai manusia. Etika merupakan penuntun manusia untuk bagaimana menjadi baik dan harus mengejar nilai-nilai kebaikan. Nilai merupakan suatu hasil dari adanya tindakan, dan tindakan harus menuntun manusia pada kebaikan.

Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenan dengan baik dan buruk. Nilai, norma, etika dan moral kesemuanya saling berkaitan, sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Indra Ulfayani 2213053171 གིས-
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171
Kelas : 3F

Jawaban :
 
Pendekatan pendidikan nilai secara komprehensif merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan dalam pembentukan akhlak bangsa. Pendekatan ini melibatkan berbagai aspek dalam proses pembelajaran, termasuk penanaman nilai-nilai moral dan etika kepada siswa. Dalam pendekatan ini, pendidikan moral tidak hanya dilakukan melalui mata pelajaran khusus seperti Pendidikan Agama, namun juga terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran dan kegiatan di sekolah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa nilai-nilai moral dan etika diterapkan dalam setiap aspek kehidupan siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Pendekatan pendidikan nilai secara komprehensif juga melibatkan peran aktif dari guru dan orang tua dalam membentuk akhlak siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa, sementara orang tua berperan sebagai mitra dalam memperkuat nilai-nilai tersebut di rumah. Selain itu, pendekatan ini juga menekankan pada pengembangan sikap kritis dan reflektif siswa terhadap nilai-nilai moral yang diajarkan. Siswa diajak untuk memahami dan merenungkan nilai-nilai tersebut serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan pendidikan nilai secara komprehensif juga mengakui pentingnya memperhatikan konteks budaya dan sosial dalam pembentukan akhlak bangsa. Setiap negara atau daerah memiliki nilai-nilai yang berbeda, oleh karena itu, pendekatan ini mempertimbangkan nilai-nilai lokal yang relevan dengan budaya dan tradisi setempat. Dengan pendekatan pendidikan nilai secara komprehensif, diharapkan bahwa pembentukan akhlak bangsa dapat dilakukan secara holistik dan berkelanjutan. Siswa akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai moral dan etika serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.