Posts made by Indra Ulfayani 2213053171

Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171
Kelas : 2F

Jawaban :
Konstitusi tertulis, konstitusi ditulis dalam bentuk buku yang diberlakukan. Konstitusi tertulis dapat diubah hanya sesuai dengan proses amandemen yang telah ditetapkan.
Pelanggaran konstitusi yaitu :
1. Pembatasan Kebebasan Berpendapat
Pelanggaran Konstitusi yang pertama dibahas ini adalah pembatasan dalam kebebasan menyalurkan pendapat. Karena hal ini telah melanggar pasal 28 dalam UUD 1945 mengenai Kebebasan dalam mengeluarkan pendapat di muka umum.
2. Penyimpangan Ideologis
Pelanggaran Konstitusi ini adalah berkenaan dengan penyimpangan ideologi. Hal ini telah tertuang secara jelas bahwa ideologi bangsa ini adalah ideologi Pancasila. Karena ideologi Pancasila merupakan ideologi yang berasal dari nilai-nilai leluhur bangsa serta telah tertanam dan nilainya sesuai dengan akar kehidupan bangsa Indonesia. Dan apabila ada yang menyimpang maka hal itu sudah termasuk pelanggaran konstitusi.
3. Tidak Ada Jaminan Atas HAM
Dalam konstitusi terdapat tiga hal penting mengenai HAM, yaitu hak untuk hidup, kebebasan beragama, serta kebebasan mengeluarkan pendapat di muka umum. Namun, kenyataannya hal ini tidak dapat diberikan jaminan perlindungan terhadap HAM secara penuh. Terbukti dengan masih ada banyaknya kasus pelanggaran HAM yang bahkan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah. Sehingga muncul kecenderungan bahwa pemerintah dalam hal ini sedikit mengabaikan mengenai HAM.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai korelasi antara penggunaan desain pembelajaran tematik berbasis core content dengan hasil belajar siswa dibuktikan dengan hasil 0,891, artinya terdapat hubungan kuat dan positif karena mendekati nilai 1 antara penggunaan desain pembe- lajaran tematik berbasis core content dengan hasil belajar siswa. Nilai pada Sig. (2-tailed) = 0.003 lebih kecil dari 0.05. Dengan demikian pada taraf signifikansi 5% penggunaan desain pembelajaran tematik berbasis core content dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Mengacu pada hasil penelitian tersebut 81% siswa mampu menguasai seluruh indikator yang terdapat pada semua mata pelajaran melalui satu wahana pembelajaran. Kemampuan berfikir mereka tidak hanya bersifat recall dan parsial tetapi lebih mengarah ke pemecahan masalah yang komprehensif. Core content ditentukan dari core centre salah satu mata pelajaran tanpa mem-fusi-kan identitas setiap mata pelajaran (Semiawan, 2002). Model ini selain dapat memfasilitasi terbangunnya keterhubungan antar mata pelajaran, ternyata juga menjadi alat pemersatu terbangunnya integrasi pengalaman belajar, dan hasil belajar (McKenna, 2007). Lihat tabel 1.
Desain pembelajaran tematik berbasis core content terbukti mempermudah ketercapaian target setiap indikator karena dibangun melalui wahana pembelajaran yang terintegrasi. Sebagai desain kurikulum tematik, integrasi seluruh mata pelajaran didasari oleh homogenitas target dari sejumlah indikator yang ingin dicapai dalam satu waktu, sehingga pengalaman pembelajaran dapat dipayungi oleh tema sebagai pusat belajar. Kegiatan ini dicancang untuk memfasilitasi integrasi kemampuan baik aspek pengetahuan, keterampilan, sosial, emosi, melalui suatu kegiatan nyata (Semiawan, 2002).
Dalam penelitian ini, guru menggunakan core content yang sudah dipilih dari salah satu Mapel untuk dijadikan core centre pada seluruh Mapel. Di dalamnya tergambar perpaduan target, materi, dan proses belajar. Lihat gambar 2.
Salah satu desain yang digunakan dalam pe- nelitian ini menggunakan core centre Ilmu Pengeta- hun Alam (IPA). Mata pelajaran yang dipadukannya adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Indra Ulfayani 2213053171 -
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171
Kelas : 2F

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.

Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas. integrasi nasional pada dasarnya memuat makna penyatuan visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat. Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan kondisi Indonesia pada saat ini. Ketika terjadi konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM ANALISIS PRETEST

by Indra Ulfayani 2213053171 -
Nama ; Indra Ulfayani
NPM : 2213053171
Kelas : 2F

Identitas nasional adalah kumpulan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan satu bangsa dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya. Identitas nasional dalam kosnteks bangsa cenderung mengacu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Seperti bahasa daerah, tarian daerah dan musik-musik daerah.

jenis-jenis identitas nasional bisa dikelompokkan sebagai berikut, yaitu:
1. Identitas Fundamental, Identitas fundamental ini memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan negara. Identitas fundamental meliputi dasar negara, falsafah dan juga ideologi
2. Identitas instrumental, Istilah instrumental bisa diartikan sebagai sebuah alat atau media. Identitas instrumental dalam identitas nasional indonesia adalah UUD 1945. Di dalam UUD 1945 sudah terdapat aturan mengenai instrumen lain sebagai identitas nasional negara Indonesia.
3. Identitas alamiah, identitas yang satu ini merupakan yang bersifat alami. Hal yang alami ini tercipta dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Identitas alamiah meliputi negara Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan jumlah ribuan.

integrasi nasional bangsa Indonesia adalah hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia.
Faktor-faktor pendorong integrasi nasional:
a. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
b. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Faktor-faktor penghambat integrasi nasional:
a. Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras, dan sebagainya.
b. Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.

Dalam praktiknya, integrasi nasional juga memiliki beberapa jenis yang menjelaskan setiap fenomena integritas yang terjadi dalam berbangsa dan bernegara seperti berikut ini:
Integrasi asimilasi adalah bentuk integrasi yang merupakan perpaduan dua budaya atau lebih yang menghilangkan ciri- ciri budaya asli yang diterima masyarakat.
Integrasi akulturasi adalah perpaduan dua budaya atau lebih tanpa menghilangkan ciri-ciri budaya asli di lingkungannya.

Definisi integrasi menurut Myron Weiner ( 1971) yaitu : Penyatuan budaya, pembentukan wewenang kekuasaan, menghubungkan pemerintah dengan yang diperintah, konsensus terhadap nilai, dan perilaku yang terintegrasi.