གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ febe ririn ariyani 2213053277

Nama : Febe Ririn Ariyani
Npm : 2213053277

Analisis video 4

Stand Up Comedy Arie Kriting

Arie Kriting berpendapat bahwa Pendidikan moral bangsa harus dikritisi, karena moral bangsa sudah menurun akibat dari salah sasaran

Dalam buku Pelajaran PPKN cara menjadi anak baik hanya selalu tentang menabung, menyebrangkan nenek nenek, yang membuat statement bahwa jika belum menyebrangkan nenek nenek berarti belum menjadi anak yang baik. Padahal menjadi anak baik tidak hanya sebatas menyebrangkan nenek nenek


Nama : Febe Ririn Ariyani
Npm : 2213053002

Analisis video 3

MASALAH LINGKUNGAN DALAM KAJIAN ETIKA DAN MORAL

Lingkungan Dalam Kajian Perspektif Atika Dan Moral

1.  Penyusutan sumber daya alam

Meliputi sumber daya lahan (hutan, air, mineral)

SDA merupakan modal utama & fundamental untuk melaksanakan aktivitas Pembangunan

 SDA yang dieksploitasi akan mengalami penyusutan dan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan

2.   Polusi atau pencemaran

Meliputi pencemaran udara, tanah, air, suara, limbah domestik RT, radiasi, teknologi

3.  Bisnis dan konservasi sumber daya alam

Konservasi merupakan segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik

Konservasi adalah pemeliharaan& perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan

UU NO 24 TAHUN 1992

· Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu Kawasan dengan fungsi utama lindung atau fungsi utama budidaya

 Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian LH untuk kepentingan Pembangunan berkelanjutan

·Kawasan budidaya adakah Kawasan yang ditetapkan dengan fungdi utam auntuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi SDA

KONSERVASI SDA DI INDONESIA

Sifat SDA di Indonesia yang menonjol

·   Penyebaran yang tidak merata

·    Sifat ketergantungan antara SDA

Tujuan konservasi SDA

·   Memelihara proses ekologi yang penting dan system penyangga kehidupan

·    Menjamin keanekaragaman genetic

·    Pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem

Peranan Kawasan konservasi

·    Penyelamatan usage pembangungan dan hasi- hasil Pembangunan

·     Sebagai pengembangan ilmu Pendidikan

·     Pengembangan pariwisata alam dan peningkatan devisa

·      Pendukung Pembangunan di bidang pertanian

·      Keseimbangan lingkungan alam

·      Bermanfaat bagi manusia

FAKTA ETIKA LINGKUNGAN

1.       Perumusan kebijakan masih terfokus pada unrenewable resources

2.       Kewajiban pada lingkungan adalah mengenai keberlanjutan hidup manusia

3.       Ekonomi vs etika lingkungan: penggunaan poluters’s pay principle

4.       UU lingkungan hidup adalah yang paling sulit diterapkan di Indonesia

UU NO. 11 TH 1967

1.       Tentang ketentuan- ketentuan pokok pertambangan, merupakan ketentuan tentang pengelolaan sumber daya mineral

2.       Pasal 3 dinyatakan: bahan galian terdiri atas 3 golongan

·         Golongan A bahan galian strategis

·         Golongan B bahan galian vital

·         Golongan C bahan galian yang tidak termasuk gol A dan gol B

PERATURAN PEMERINTAH NO. 32 / 1969

1.       Merupakan pelaksanaan UU NO 11 tahun 1967

2.       Menurut ketentuan pasal 1 PP32/1969 dinyatakan bahwa kuasa pertambangan untuk melaksanakan kuasa pertambangan bahan galian gol A dan gol B diberikan oleh Menteri, sedangkan gol C diberikan oleh gubernur KDH. TK 1

MASALAH LINGKUNGAN

1.       Erosi

2.       Penurunan keanekaragaman hayati

3.       Kehilangan sumber plasma nuftah

4.       Pemanfaatan sumber daya perikanan yang merusak dengan menggunakan racun, bom ikan, arus listrik, dan penangkapan ikan yang melebihi MSY

BAHAN BERBAHAYA & BERACUN (B3)

Limbah B3

Limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun, yang krn sifat atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat merusak dan mencemari lingkungan hidup dan membahayakan kehidupan manusia

Limbah yang termasuk B3 memenuhi kriteria

1.       Mudah meledak

2.       Mudah terbakar

3.       Bersifat reaktif

4.       Beracun

5.       Menyebabkan infeksi

6.       Bersifat korosif

7.       Limbah lain, yan apabila diuji toksisitasnya dapat digolongkan sbg B3

Nama : Febe Ririn Ariyani
Npm : 2213053277
Kelas: 3H

Analisis video 2

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PENDIDIKAN MORAL

Nilai nilai moral pada Masyarakat ada pada urgensi Pendidikan, perkembangan IPTEK jadi faktor utama kemerosotannya moral khususnya pada remaja di Indonesia sehingga permasalahan moral ini selalu menjadi perhatian Masyarakat Indonesia untuk menemukan solusi yang baik, bagaimana cara mengatasi permasalahan moral pada Pendidikan saat ini. Moral sendiri memiliki arti abstrak dan tidak berwujud. Pendidikan moral ialah usaha nyata dalam membentuk moralitas anak  didik menjadi generasi bangsa yang takut kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Suseno dalam Sigit Mulyono (2011) bahwa kata moral mengacu baik buruknya manusia sebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya. Dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk, layak tidak layak, dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama, orangtua, dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari hari. Pendidikan moral ditumbuh kembangkangkan dilingkungan sekolah atau lingkungan rumah dan Masyarakat. Pada dasarnya Pendidikan moral akan lahir pada setiap individu sesuai dengan lingkungannya berada. Adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai- nilai manusia dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat serta keadilan untuk setiap kemasyarakatannya.

3 faktor yang menjadi penyebab krisisnya moral

1.       Kurangnya Pendidikan moral pada lingkungan keluarga

2.       Adanya pengaruh globalisasi

3.       Kurangnya peranan dari agama dilingkungannya maupun individu itu sendiri

Maka dari itu untuk membangun kualitas anak anak bangsa agar memiliki mora, yang baik tidak bisa hanya melakukan berbagai penyuluhan, pemerintah dan Masyarakat harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembang seseorang dalam berbagai aspek terutama Pendidikan moral dan karakternya. Pada usia remaja menuju usia dewasa khususnya mahasiswa Pendidikan moral karakter seharusnya bisa dikondisikan melalui diri sendiri, tetapi diperkuliahan mahasiswa diberi Pelajaran mengenai moral pada mata kuliah Pendidikan pancaasila untuk menyempurnakan pembentukan dari moral yang sudah dimiliki. Mahasiswa perlu membantu dan membentuk susunan moral dilingkungannya agar tercipta rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.


Nama : Febe Ririn Ariyani
Npm : 2213053277
Kelas: 3H


REFLEKSI MORAL HIDUP DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan memberikan kebahagiaan dalam hidup kita serta lingkungan yang ada disekitar kita, seperti contoh dalam video tersebut. Kita juga harus menanamkan sikap baik dalam kehidupan kita sehari hari seperti menolong dan membantu sesama kita tanpa membeda bedakan suku, ras, agama, kepercayaan, ekonomi, latar belakang, dsb. Hidup dengan rasa bersyukur berdampak baik bagi orang lain menolong sesama, hidup sesuai ajaran Tuhan akan membuat hidup kita menjadi tenang dan akan dikelilinigi oleh orang- orang baik. Jadi alangkah baiknya kita harus hidup berdampak positif bagi lingkungan kita dan orang disekitar kitaagar semakin banyak orang orang baik di dunia ini. Sikap terhadap kehidupan manusia di jaman ini adalah harus banyak bersyukur, harus berbuat baik baik kepada sesama, harus mengampuni dan mengasihi sesama walaupun mereka membenci kita, jangan menjadi dampak buruk bagi sesama kita, dan hiduplah sesuai kepercayaan yang kita anut, hidup saling menghormati tanpa membeda bedakan suku, ras, agama dll


3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Tanya Jawab

febe ririn ariyani 2213053277 གིས-
Nama : Febe Ririn Ariyani
Npm : 2213053277
Kelas : 3H


Bagaimana cara 8 fungsi keluarga dalam menanamkan nilai dan moral

1. fungsi agama
Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan.  orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anak. 

2. fungsi Kasih Sayang
keluarga merupakan orang pertama yang mengenalkan kasih sayang pada saat kita lahir pertama kali. kasih sayang yang telah di berikan oleh keluarga menjadi modal bagi seluruh anggota keluarga untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dalam konteks yang lebih luas dan mampu mengurangi munculnya bibit permusuhan dan anarkisme dalam masyarakat.

3. fungsi perlindungan
 keluarga mampu menjadi tempat yang membuat anggotanya merasa aman dan tentram. Oleh karena itu, seburuk apapun konflik yang terjadi di dalam keluarga, hindari terjadinya tindak kekerasan verbal maupun fisik, diskriminasi, dan pemaksaan kehendak. 

4. fungsi Sosial Budaya
 Dari anggota keluarga yang lebih tua lah anak bisa belajar bagaimana harus bersikap terhadap orang yang lebih tua dan mempelajari hal-hal yang pantas dan tidak pantas dalam budayanya

5. Fungsi reproduksi
 Melalui pernikahan yang sah, keluarga menjadi entitas yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa. Pendidikan seks sejak dini dan sikap menghargai lawan jenis perlu ditanamkan dalam keluarga.

6. fungsi sosialisasi dan pendidikan
Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orang tua dan saudara-saudaranya. Di dalam keluarga pula proses pendidikan untuk pertama kalinya diterima oleh anak.

7. fungsi ekonomi
Dalam hal ini Kondisi ekonomi sebuah keluarga biasanya mempengaruhi keharmonisan keluarga. 

8. fungsi pembinaan lingkungan
Dalam hal ini Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan sekitar seperti tetangga dan masyarakat secara umum.