Nama: Febe Ririn Ariyani
NPM: 2213053277
Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO
Oleh : Enung Hasanah
Nomor : 2
Volume : 6
Tahun Terbit : 2019
Judul Jurnal : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Teori Kohlberg
Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal
disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada
karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan
afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral
merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya,
kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran
moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam
mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada
tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu
tidak menjadi pusat pengamatannya.
Untuk menemukan tahap kepatutan moral seseorang, Kohlberg
telah menyusun instrumen penelitian guna menggolongkan proses
penalaran orang tersebut dalam mengatasi dilema moral. Seseorang
dihadapkan pada dilema moral supaya muncul minatnya, lalu ditanya secara langsung bagaimana solusinya terhadap dilema tersebut dan
mengapa dia mengambil keputusan seperti itu
Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral,
artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat
pengamatannya.
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional •
Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman, Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran
Level 2. Moralitas Konvensional • Tahap 3 - Hubungan Interpersonal, Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial.
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. Tahap 5 - Kontrak Sosial
dan Hak Perorangan, Tahap 6 - Prinsip
Universal.
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori
perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang
masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan
diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu
karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini,
responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki
tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada
pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat
perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.