Posts made by Zalianti Jahratun Nisya (2213053005)

Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Video tersebut membahas tentang nilai-nilai yang ada dalam sebuah keluarga dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan dan diterapkan melalui delapan fungsi keluarga.
Delapan fungsi keluarga adalah:

1. Fungsi Agama : Fungsi ini membimbing dan mengajarkan anggota keluarga tentang kehidupan beragama. Di dalamnya terkandung nilai-nilai seperti keimanan, ketakwaan, kejujuran, syukur, empati, ketekunan, kesalehan, ketaatan, gotong royong, kedisiplinan, kesabaran, dan kasih sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya : Fungsi ini untuk menanamkan perilaku dan sopan santun yang baik pada anggota keluarga. Di dalamnya terkandung nilai-nilai seperti gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan nasionalisme.

3. Fungsi Cinta Kasih Sayang: Fungsi ini untuk memberikan kasih sayang, perhatian, dan perhatian kepada anggota keluarga. Ini mencakup nilai-nilai seperti empati, keintiman, keadilan, pengampunan, kesetiaan, pengorbanan, menolong, dan tanggung jawab.

4. Fungsi Perlindungan : Fungsi ini untuk melindungi anggota keluarga dari bahaya. Ini mencakup nilai-nilai seperti pengampunan, daya tanggap, dan ketahanan.

5. Fungsi Reproduksi : Fungsi ini untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan anggota keluarga. Ini mencakup nilai-nilai seperti tanggung jawab dan ketekunan.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan : Fungsi ini untuk mendidik anggota keluarga menjadi individu yang baik. Ini mencakup nilai-nilai seperti kepercayaan diri, fleksibilitas, kebanggaan, ketekunan, kreativitas, tanggung jawab, dan kerja sama.

7. Fungsi Ekonomi : Fungsi ini untuk mengatur keuangan keluarga. Di dalamnya terkandung nilai-nilai seperti hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan ketekunan.

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan : Fungsi ini untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan keluarga. Ini mencakup nilai-nilai seperti kebersihan dan disiplin.

Video tersebut menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai tersebut pada anggota keluarga dan menerapkannya melalui delapan fungsi keluarga. Dengan melakukan hal ini, keluarga dapat menciptakan lingkungan yang positif dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan anggotanya.
Nama ; Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Terlihat dari video ini, kualitas pendidikan moral semakin menurun dan memudar seiring berjalannya waktu. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan pada sistem pendidikan moral dan perlu penjelasan lebih lanjut. Beberapa permasalahan yang perlu dijelaskan antara lain: Penyebab menurunnya kualitas etika pendidikan: Perlu dilakukan analisis mendalam mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan menurunnya kualitas etika pendidikan di Indonesia. Faktor penyebab fenomena tersebut antara lain kurikulum yang kurang memadai, kurangnya sumber daya yang berkualitas di bidang pendidikan moral, serta kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan moral.

Dengan melakukan analisis terhadap faktor-faktor tersebut, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan moral dan mencegah semakin pudarnya pendidikan moral bangsa ini.
Nama ; Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Video ini membahas tentang pentingnya etika dan moral dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi generasi muda. Hal ini menyoroti fakta bahwa kita hidup di dunia di mana informasi mudah diakses dan kita dihadapkan pada berbagai bentuk media yang dapat mempengaruhi pemikiran dan perilaku kita. Video tersebut menekankan perlunya individu untuk membedakan antara informasi positif dan negatif serta mengembangkan rasa moralitas dan etika untuk memandu tindakan mereka.

Video tersebut juga membahas tentang hubungan antara etika dan moralitas, mengingat keduanya berkaitan erat dan sama-sama mengacu pada prinsip atau aturan yang menjadi pedoman perilaku manusia. Penulis menjelaskan bahwa etika adalah suatu cabang filsafat yang membahas tentang nilai-nilai dan norma-norma yang membentuk tingkah laku manusia, sedangkan moralitas mengacu pada kaidah-kaidah tingkah laku yang didasarkan pada nilai-nilai dan norma-norma tersebut.

Penekanan lebih lanjut diberikan pada pentingnya pendidikan dalam mengembangkan akhlak. Dinyatakan bahwa sekolah mempunyai peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada siswanya dan orang tua serta masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk mendukung proses ini. Penulis juga menekankan peran keluarga dalam membentuk konsep moral pribadi, menunjukkan bahwa keluarga merupakan kelompok terpenting dalam kehidupan seseorang dan memberikan landasan bagi pengembangan perilaku etis dan moral.

Dalam video juga memberikan contoh perilaku yang dianggap tidak bermoral atau tidak etis, seperti tidak menghormati orang tua, berbohong, dan tidak membantu pekerjaan rumah. Ini menekankan pentingnya menghormati orang lain dan bertindak sesuai dengan prinsip etika dan moral. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan analisis mendalam tentang pentingnya etika dan moralitas dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005
Judul esai “Pentingnya Pendidikan Moral Bagi Siswa Sekolah Dasar” yang ditulis oleh Karina Syahyani, esai tersebut membahas tentang konsep pendidikan dan nilai-nilai moral, serta pentingnya pendidikan moral bagi siswa Sekolah Dasar. Suatu proses yang digunakan untuk menanamkan perilaku baik dan buruk pada anak guna mendewasakannya. Esai tersebut juga menyoroti dua penyebab utama merosotnya nilai moral anak, yaitu kurangnya perlindungan di sekolah dan kekerasan fisik di rumah. Penulis menekankan peran orang tua dan guru dalam membentuk nilai moral anak. Orang tua adalah panutan utama bagi anak-anaknya dan mereka harus memimpin dengan memberi contoh. Sebaliknya guru harus berperan sebagai motivator dan memberikan bimbingan kepada siswa agar tidak menyimpang dari tujuannya. Esai tersebut menyimpulkan bahwa pendidikan moral harus dimaksimalkan untuk memastikan bahwa anak-anak mengembangkan perilaku yang baik dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Kriteria nilai hard skill umumnya lebih mudah diukur secara objektif karena dapat diukur melalui tes atau evaluasi kinerja tertentu. Sementara, kriteria nilai soft skill lebih sulit diukur dan dikuantifikasi secara objektif karena lebih melibatkan aspek subjektif dan sulit diukur, seperti sikap, kepribadian, dan keterampilan interpersonal.

Namun, hard skill dan soft skill sama pentingnya dalam bekerja. Hard skill diperlukan untuk menyelesaikan tugas teknis dan spesifik, sedangkan soft skill diperlukan untuk berinteraksi dengan orang lain, memimpin tim, dan mengelola konflik. Oleh karena itu, kriteria hard skill dan soft skill harus dipertimbangkan sama pentingnya ketika menilai kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan.