Posts made by CHEZA MELVINOSA 2213053251

Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251
Kelas : 3H
Analisis Jurnal 1

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD Unsyiah
Volume : 1
Nomor : 1
Halaman : 68-77
Tahun : 2016
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut
Penulis : Ruslan, Rosma Elly, Nurul Ain

PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya nilai-nilai moral pada anak dan mengeksplorasi metode yang digunakan guru untuk menanamkan nilai-nilai moral pada siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Data dikumpulkan dari wawancara terhadap 10 orang guru yang dicatat dengan menggunakan alat tulis dan elektronik. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, visualisasi data, penarikan kesimpulan/verifikasi, dan perhitungan persentase.

Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal–hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal–hal yang baik yang bisa mengubah kepribadiannya menjadi lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri Lampeuneurut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru di SD tersebut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosial, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, bisa juga melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu, peserta didik di SD Negeri Lampeuneurut memiliki perilaku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkan penanaman nilai moral yang lainnya.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 2

Pendidikan Nilai Moral di Sekolah Dasar
Pendidikan moral di sekolah dasar sangat diperlukan sejak dini karena menurut pendapat Emile Durkheim, ketika fase masa kanak-kanak selesai, maka pondasi moralitas tidak akan diletakkan, maka fondasi moralitas tidak akan pernah berakar pada moralitas.

Tahap-tahap perkembangan moral
1. Usia 6-12 bulan, orang tua akan mulai memandu, mengendalikan, dan melindungi bayi.
2. Usia 12-18 bulan, membuat komitmen sesuai dengan keadaan.
3. Usia 18-30 bulan, anak mulai menunjukkan perilaku menolong, merasa bersalah, malu dan empati.
4. Usia 30-36 bulan, agresi fisik berkurang. Lebih ke verbal.
5. Usia 3-4 tahun, perilaku menolong lebih lazim dengan motif agar mendapat pujian dan mencari penolakan.
6. Usia 4-6 tahun, penalaran moral makin terlihat
7. Usia 7-8 tahun, penalaran moral makin fleksibel
8. Usia 9-11 tahun, penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan
9. Usia 12-15 tahun, mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan
10. Usia 16-20 tahun, relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral
11. Dewasa muda 20-40 tahun, penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
12. Dewasa tengah 40-65 tahun, penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
13. Dewasa tua 65 tahun, penalaran moral bisa menjadi lebih rumit

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar yaitu anak terkadang membutuhkan teman dalam proses belajar, tetapi terkadang juga dapat melakukannya sendiri.

Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru mengajarkan kepada peserta didik mengenai identitas gender supaya moral dan perilaku peserta didik sesuai dengan gendernya. Bukan hanya guru saja, orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan moral anak.

Moral adalah akhlak kesusilaan seseorang dalam kehidupan bersosialisasinya, nilai-nilai moral yang menjadi alat untuk mengubah manusia Indonesia menjadi lebih baik dengan keunggulan dan kecerdasan dalam berbagai bidang, serta kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logis, musikal, linguistik, kecerdasan khusus, nilai-nilai moral dalam kehidupan anak yang pada akhirnya bermuara pada perilaku moral dalam kehidupan sehari-harinya.

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar:
1. Hilangnya kejujuran, seperti menyontek ketika ujian. Solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan mengajak anak tersebut untuk lebih percaya diri atas jawabannya.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab. Misalnya, ketika guru memberikan tugas pekerjaan rumah, ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas tersebut. Solusi yang dapat diterapkan yaitu mengajarkan anak untuk memiliki sifat tanggung jawab, seperti siswa yang tidak mengerjakan tugas diminta untuk maju ke depan untuk menjawab soal yang diberikan oleh gurunya.
3. Rendahnya disiplin. Misalnya, ada siswa yang terlambat datang ke sekolah. Solusi yang dapat diterapkan yaitu guru dan kepala sekolah bersikap tegas agar siswa tersebut tidak kebiasaan.
4. Kurang bisa bekerja sama. Misalnya, tidak ikut kerja kelompok. Solusi yang dapat diterapkan yaitu membiasakan anak untuk terlibat dalam kerja sama, jangan membiarkan mereka tidak terlibat aktif dalam kerja sama tersebut.
5. Mengambil hak orang lain. Misalnya, mencuri. Solusi nya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa yang ia miliki, dan tidak mengambil hak orang lain.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video 2

Pendidikan Nilai Moral di Sekolah Dasar
Pendidikan moral di sekolah dasar sangat diperlukan sejak dini karena menurut pendapat Emile Durkheim, ketika fase masa kanak-kanak selesai, maka pondasi moralitas tidak akan diletakkan, maka fondasi moralitas tidak akan pernah berakar pada moralitas.

Tahap-tahap perkembangan moral
1. Usia 6-12 bulan, orang tua akan mulai memandu, mengendalikan, dan melindungi bayi.
2. Usia 12-18 bulan, membuat komitmen sesuai dengan keadaan.
3. Usia 18-30 bulan, anak mulai menunjukkan perilaku menolong, merasa bersalah, malu dan empati.
4. Usia 30-36 bulan, agresi fisik berkurang. Lebih ke verbal.
5. Usia 3-4 tahun, perilaku menolong lebih lazim dengan motif agar mendapat pujian dan mencari penolakan.
6. Usia 4-6 tahun, penalaran moral makin terlihat
7. Usia 7-8 tahun, penalaran moral makin fleksibel
8. Usia 9-11 tahun, penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan
9. Usia 12-15 tahun, mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan
10. Usia 16-20 tahun, relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral
11. Dewasa muda 20-40 tahun, penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
12. Dewasa tengah 40-65 tahun, penalaran moral bisa menjadi lebih rumit
13. Dewasa tua 65 tahun, penalaran moral bisa menjadi lebih rumit

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar yaitu anak terkadang membutuhkan teman dalam proses belajar, tetapi terkadang juga dapat melakukannya sendiri.

Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru mengajarkan kepada peserta didik mengenai identitas gender supaya moral dan perilaku peserta didik sesuai dengan gendernya. Bukan hanya guru saja, orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan moral anak.

Moral adalah akhlak kesusilaan seseorang dalam kehidupan bersosialisasinya, nilai-nilai moral yang menjadi alat untuk mengubah manusia Indonesia menjadi lebih baik dengan keunggulan dan kecerdasan dalam berbagai bidang, serta kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logis, musikal, linguistik, kecerdasan khusus, nilai-nilai moral dalam kehidupan anak yang pada akhirnya bermuara pada perilaku moral dalam kehidupan sehari-harinya.

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar:
  1. Hilangnya kejujuran, seperti menyontek ketika ujian. Solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan mengajak anak tersebut untuk lebih percaya diri atas jawabannya.
  2. Hilangnya rasa tanggung jawab. Misalnya, ketika guru memberikan tugas pekerjaan rumah, ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas tersebut. Solusi yang dapat diterapkan yaitu mengajarkan anak untuk memiliki sifat tanggung jawab, seperti siswa yang tidak mengerjakan tugas diminta untuk maju ke depan untuk menjawab soal yang diberikan oleh gurunya.
  3. Rendahnya disiplin. Misalnya, ada siswa yang terlambat datang ke sekolah. Solusi yang dapat diterapkan yaitu guru dan kepala sekolah bersikap tegas agar siswa tersebut tidak kebiasaan.
  4. Kurang bisa bekerja sama. Misalnya, tidak ikut kerja kelompok. Solusi yang dapat diterapkan yaitu membiasakan anak untuk terlibat dalam kerja sama, jangan membiarkan mereka tidak terlibat aktif dalam kerja sama tersebut.
  5. Mengambil hak orang lain. Misalnya, mencuri. Solusi nya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa yang ia miliki, dan tidak mengambil hak orang lain.
Analisis Video 1
Nama : Cheza Melvinosa
NPM   : 2213053251
Kelas  : 3H

Pendidikan Moral dan Tnggung Jawab dalam Keluarga

Tanggung jawab anak didalam keluarga

  1. Mendengar nasihat ayah
  2. Menemani kakak
  3. Menjaga keselamatan adik
  4. Membantu Ibu
Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga
Tanggung jawab menjadi penting dikarenakan dengan tanggung jawab didalam keluarga kita dapat mewujudkan beberapa hal berikut.
  1. Hubungan keluarga menjadi erat atau bisa dikatakan keluarga akan hidup harmoni.
  2. Keselamatan keluarga terjamin.
  3. Meringankan tugas keluarga.
  4. Membanggakan keluarga dengan cara belajar.
Analisis Jurnal 2
Oleh : Cheza Melvinosa 2213053151

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Pembahasan dan Hasil
Kalangan millenial masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh
para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari
itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk
Indonesia yang lebih baik. Para Dosen agama Universitas Pamulang melihat
fenomena yang berkembang di masyarakat tentang semakin menjauhnya Agama
terhadap kehidupan bermasyarakat yang diakibatkan perkembangan teknologi
digital yang semakin merebak di era digital akhirnya berdampak pada
perkembangan pembelajaran PAI di lingkungan MTs Insan Madani Kp. Rahong
Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengan mengkaji masalah
tersebut maka diperlukan tindakan nyata minimal mengadakan sosialisasi dan
implementasi tentang pentingnya pemanfaatan teknologi sehingga dapat dijadikan
solusi yang tepat.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Menangkal
Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial dilaksanakan oleh tim
pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang
yang terdiri dari para dosen agama Universitas Pamulang untuk menjawab
fenomena di atas.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Acara ini terlaksana atas kerjasama
dengan berbagai pihak seperti Yayasan Sasmita Jaya, dosen Program Studi
Manajemen serta pengurus di Mts Insan Madani. Pelatihan ini berhasil memberikan
bekal softskill kepada anak-anak remaja di Mts tersebut.
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai
pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi
muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi
mereka. Tidak hanya itu anak-anak remaja harus diarahkan dan dibantu agar tidak
hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik,
terutama baik anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri. Harapannya
pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada
setiap jenjang pendidikan.

Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital
bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega
Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim
pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang
terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen
untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari
keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini,
masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan
menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan
memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.