Kiriman dibuat oleh CHEZA MELVINOSA 2213053251

Analisis Jurnal
Oleh : Cheza Melvinosa (2213053251)

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Nomor : 3
Halaman : 710-724
Tahun Terbit : 2021
Judul : Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh
Nama Penulis :
• Iwan Fajri
• Rahmat
• Dadang Sundawa
• Mohd Zailani Mohd Yusof

Pembahasan
Konsep Pendidikan moral dan sistem Pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh dalam penyelenggaraan Pendidikan islam berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Selain itu, pada bagian ini dijelaskan mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik, juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dalam pembahasan juga dijelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sulaiman et al. (2020) yang menjelaskan bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Aceh mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 5 Diatur. Terdapat pula pembahasan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan nilai dan moral menurut Lickona (2004) yang menggambarkan bahwa nilai terlihat. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam yang menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Kesimpulan
Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh
diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh.

Kelebihan
Dalam jurnal ini, penulis menggunakan bahasa yang mudah dupahami sehingga apa yang coba disampaikan oleh penulis dapat dimengerti dan dipahami.
Kekurangan
-
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video
Judul: Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan masyarakat semakin meresehkan .dalam menyelesaikan satu konflik atau permasalahan selalu di sertai dengan tindakan kekerasan. Saat ini kekerasan di lingkungan sekolah telah banyak menjadi berita utama di media masa. Tidak hanya kekerasan antara murid, namun juga antar guru bahkan antar guru dan murid,dan bahkan hampir melanda sebagian besar masyarakat.namun yang paling memprihatinkan adalah kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah,dimana sekolah merupakan tempat untuk menuntun ilmu bukan ajang melakukan kekerasan.

Sekolah merupakan salah satu institusi diluar keluarga yang berperan dalam mendidik dan membentuk karakter anak.elemen yang tidak dapat dilepaskan adalah hubungan antara guru dan murid.peran guru dan kondisi lingkungan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter anak.seperti halnya orangtua,guru di sekolah juga memiliki peran yang hmpir sama dengan orangtua yaitu mendidik anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik.dalam menjalankan perannya,guru dituntut untuk mengayomi siswanya.namun,dalam mendidik siswanya terutama dalam hal disiplin,seringkali guru memperlakukan siswa dengan kasar mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa.Secara umum,kekerasan dapat di defenifikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh satu individu terhadap yang lain mengakibatkan terjadinya gangguan secara fisik dan mental.kekerasan terhadap anak adalah semua bentuk perlakuan salah secara fisikdan atau emosional,penganiayaaan seksual,penelantaran, atau exploitasi secara komersial atau lainnya yang mengakibatkan gangguan nyata ataupun potensial terhadap perkembangan kesehatan,dan kelangsungan hidup anak ataupun terhadap martabatnya dalam konteks hubungan yang bertanggungjawab, kepercayaan, atau kekuasaan. Kekerasan disekolah dapat dilakukan oleh siapa saja,dari kepala sekolah,guru,pembina sekolah,karyawan,ataupun antar siswa.kekerasan terhadap siswa belakangan ini terjadi dengan di alih mendisilpinkan siswa dan tidak jarang budaya di jadikan alasan terjadinya kekerasan terhadap anak terhadap siswa/siswi.

Bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah antara lain memukul dengan tangan kosong,atau benda tumpul,mencubit,menampar,mencekik,memarahi dengan ancaman kekerasan,menjemur murid dilapangan bahkan melakukan pelecehan seksual dan banyak tindakan kekerasan lainya.kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah tidak hanya kekerasan fisik saja tapi juga kekerasan psikis seperti diskriminasi teradap murid yang mengakibatkan siswa tersebut mengalami gangguan mental.diskriminasi yang dimaksud dapat berupa diskriminasi terhadap suku,agama,kepercayaan,golongan,ras maupun status sosial.selain kekerasan fisik juga terjadi kekerasan verbal seperti mengejek,menghina,atau mengucapkan kata-kata yang menyinggung atau membuat cerita bohong yang menyebabkan siswa yang menjadi sasaran terkucilkan atau atau menjadi bahan olok-olokan sehingga siswa yang bersangkutan mengalami gangguan mental.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video
Judul : The Rolley Problem
Dari rasa dilema akan sebuah moralitas terkait tindakan pasif dan aktif, dalam video ini memperkenalkan tokoh bernama Philippa Foot yang merupakan English philosopher, was one the founders of contemporary virtue ethics. Pada tahun 1967, Foot mengajukan sebuah eksperimen yang kemudia dikenal sebagai Trolley Problem. Eksperimen yang telah dilakukan di awal video merupakan sebuah adaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti: perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia. Studi ini kemudian menjadi semakin penting saat perkembangan AI dimana mesin memiliki kontrol untuk mengambil keputusan yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi.

The trolley problem akan membuat kita berpikir lebih jauh tentang sebuah konsekuensi dari sebuah pilihan. Apakah pilhan kita ditentukan berdasarkan moral atau keputusan akhir dan bagaimana kita mengekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin bahwasannya memang harus selalu ada yang harus dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Banyak pihak yang memanfaatkan pemikiran ini seingganya terjadi suatu perang, kerusakan lingkungan, dan banyak hal lain yang berdasar dengan pemikiran tidak apa mengobarkan hal kecil demi mendapat keuntungan yang lebih besar.
Analisis Jurnal
Oleh : Cheza Melvinosa (2213053251)

IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume : 1
Nomor : 1
Halaman : 90-100
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA
Nama Penulis : H. Wanto Rivaie.

PEMBAHASAN
~ Membangun Hubungan Interpersonal Antar Bangsa.
Nilai-nilai hubungan antar warga bangsa dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera. Nilai-nilai hubungan antar manusia terkait dengan kedudukan manusia sebagai makhluk Sosial, dan sekaligus sebagai makhluk individual.

~ Pendidikan Generasi Muda Yang Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar Modern.
Pembinaan generasi muda (SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, dalam membina kepribadian sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak lepas dari filsafat hidup atau pandangan hidup seseorang, masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. Jati diri generasi muda dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau oleh usaha yang terprogram, direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern (Jalaluddin, dan Abdullah Idi, 2007,184-185).

~ Diperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru, Dosen, Tokoh Masayarakat Formal/Non Formal).
Tokoh pendidikan Nasional menyatakan ada tiga pusat lingkungan pendidikan/tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Di keluarga pendidikan dilakukan oleh orang tua, di sekolah oleh guru-guru, di masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau para instruktur. Pendidikan dalam arti luas sangat berperan dalam upaya memanusiakan manusia yang memiliki jati diri yang khas dari seorang individu.

~Penciptaan Suasana Yang Kondusif Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh Nilai Kreatif Dan BertanggungJawab.
Menciptakan suasana pendidikan yang kondusif aktif, efektif, komunikatif perlu dibangun interaksi timbal balik dua arah yang akan melahirkan masukan dan hasil. Hal ini dilakukan agar tujuan tercapai. Melalui pendidikan arti luas maupun sempit, ketidakberdayaannya memerlukan bantuan orang lain.

~ Peranan Strategis Pendidikan Agama dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik dalam Kondisi Masyarakat yang Pluralistis.
Dengan landasan pendidikan agama yang dilakukan di keluarga, sekolah dan masyarakat dengan sebaik-baiknya, maka akan terbangun kepribadian peserta didik yang memiliki nilai-nilai moral yang termaktub dalam pancasila. Dan membangun peserta didik dan warga bangsa yang selalu menjunjung tinggi, dan menerapkan dalam hidup sehari-hari pola perilaku yang sesuai dengan agama yang dianutnya.

~ Faktor-Faktor Personal Yang Mempengaruhi Tindakan Manusia:
Ada dua macam pendekatan dalam pembentukan prilaku manusia. Kedua pendekatan ini menekankan faktor-faktor psikologis dan faktor-faktor sosial, istilah lain faktor-faktor yang timbul dari dalam individu (faktor personal), dan faktor-faktor berpengaruh yang datang dari luar individu (faktor environmental).
Analisis Jurnal
Oleh : Cheza Melvinosa (2213053251)

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN
Nomor : 1
Volume : 2
Halaman : 13-17
Tahun terbit : 2022
Nama penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Judul jurnal : PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH

PEMBAHASAN
Kemajuan negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan bentuk kepribadian suatu bangsa. Oleh karena itu, para founding fathers menekankan pentingnya pembangunan karakter bangsa (nation and character building). Penjelasan mengenai makna founding fathers di Negara hukum telah memberikan arah dan landasan yang jelas bagi sebuah pembangunan dan kemajuan dalam tercapainya cita-cita bangsa sesuai mukadimah pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang mempunyai nilai-nilai penguatan karakter berlandaskan Pancasila. Korupsi di Indonesia sudah diupayakan untuk diberantas dengan berbagai cara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yaitu suatu kategori melawan hukum, melakukan perbuatan yang menyejahterakan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewanangan maupun kesempatan atau sarana yang ada karena atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Metode penulisan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sumber data yang digunakan penulis dengan data primer berupa hasil observasi terhadap keadaan lingkungan masyarakat dan data sekunder berupa informasi mengenai obyek penelitian yang bersifat publik serta melalui kajian kepustakaan. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hokum yang mendasarkan pada moral dan nilai-nilai budaya asli masyarakat Indonesia. Hal ini dapat digunakan sebagai upaya untuk melakukan korupsi dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Korupsi ini dapat terjadi karena semakin lemahnya implementasi sila Pancasila yang kelima.