Posts made by CHEZA MELVINOSA 2213053251

Analisis Jurnal 2
Nama : Cheza Melvinosa (2213053251)

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : JIPSINDO
Nomor :  2
Volume : 6
Tahun Terbit : 2019
Penulis : Enung Hasanah
Judul Jurnal :  Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg

Pembahasan
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional • Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman;Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran.
Level 2. Moralitas Konvensional • Tahap 3 - Hubungan Interpersonal.; Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial.
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan.; Tahap 6 - Prinsin Universal.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti kualitatif tertarik pada kepercayaan orang, pengalaman, dan sistem makna dari perspektif orang-orang (Mohajan, 2018).

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
Analisis Jurnal
Oleh : Cheza Melvinosa (2213053251)

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Cakrawala Pendidikan
Nomor : 2
Tahun Terbit : 2009
Penulis: Sudiati
Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Pembahasan
1. Isu Pendidikan Nilai Moral di
Beberapa Negara
Di bawah ini akan dibahas isu pendidikan nilai moral yang terjadi di empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Empat negara itu dapat mewakili karakteristik bangsa dengan latar belakang ideologi yang berbeda. Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal. Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis.

a. Indonesia
Pendidikan nilai di Indonesia disadari atau tidak masih belum banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global. Persoalan pembenahan pendidikan masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang belum pernah tuntas.

b.india
Pendidikan nilai di India tampak
lebih populer dibandingkan dengan di negara lain. Dalam pendidikan nasional India, pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial.
c. malaysia
secara langsung pendidikan nilai di ajarkan melalui pendidikan nilai moral dan mata pelajaran agama sedangkan untuk pendidikan nilai melalui kegiatan kokurikuler.

d. cina
pendidikan nilai dihadapkan pada
beberapa tantangan berikut. Harapan
masyarakat dan orang tua siswa akan
kemampuan akademik diandalkan dapat memacu konsentrasi peningkatan akademik yang kemudian berakibat tergesernya pengembangan sentimental,
perasaan, dan moralitas.

2. Dimensi Pendidikan Nilai Moral
Dalam rangka mengkaji pendidikan nilai moral secara luas, berikut ini dikemukakan pula pembahasan mengenai perkembangan moral, pendidikan nilai moral, dan strategi pendidikan nilai moral.

a.Teori Perkembangan Moral
Dewasa ini, psikolog dan sosiolog banyak membahas nilai-nilai moral dalam kaitannya dengan perkembangan dan pendidikan anak.

b. Pendidikan Nilai Moral
Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi. Integrasi pribadi dapat dilukiskan sekurang-kurangnya dengan empat gambaran kepribadian.

c. Pendekatan Pendidikan Nilai Moral
Pendekatan komprehensif pendidikan nilai menurut Kirschenbaum dalam Darmiyati Zuchdi, 2008: 36-37) meliputi pendekatan (i) inculcating,yaitu menanamkan nilai dan moralitas, (ii) modelling, yaitu meneladankan nilai dan moralitas, (iii) facilitating, yaitu memudahkan perkembangan nilai dan moral.

d. Metode dan Teknik Pendidikan Nilai Moral
diperlukan beberapa metode, baik metode langsung maupun tidak langsung. Metode langsung mulai dengan penentuan perilaku yang dinilai baik sebagai upaya indoktrinasi berbagai ajaran

kesimpulan
Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebaga pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia.kemudian penyelesaian permasalahan hidup yang dialami umat manusia tidak cukup dalam negeri sendiri, namun banyak hal yang penyelesaiannya dibutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional.

Kelebihan : Jurnal ini memberikan pemaparan yang mudah dipahami oleh pembaca serta memiliki pembahasan secara menyeluruh.
Kekurangan: -
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video
Judul Video : Degradasi Moral Pelajar Jaman Modern-Opini

1. Menurut KPAI
Moral peserta didik dilihat dari pola pengasuhan di dalam rumah atau keluarga. Selain itu pengelolaan guru di dalam kelas sangat diperlukan untuk peserta didik.

2. Sisi Pengamat Pendidikan
Seorang guru harus memiliki 4 standar utama, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik.
Pembekalan untuk guru yang penting terutama dalam psikologisnya, ketika menjadi guru sudah siap untuk menghadapi peserta didiknya. Selain itu hal yang paling penting adalah Kepribadian dan sosial guru untuk menangani ragam sikap perilaku peserta didik di dalam kelas.

3. Sisi Psikologis
Latar belakang anak melakukan kekrasan karena emosi yang tidak terkontrol dan melakukan tindakan tanpa berpikir, seseorang anak tentu memiliki tingkatan kognifiti/ cara berpikir dan bernalar, ketika Terjadi suatu hal dalam dirinya kemampuan emosi peserta didik tidak terkontrol maka peserta didik sudah tidak memikirkan apapun. Anak zaman sekarang juga memiliki tekanan yang semakin besar, tetapi tidak memiliki kemampuan dalam mengelola hal tersebut. Maka, perlu adanya pengajaran pengelolaan emosi pada anak.
Nama : Cheza Melvinosa
NPM : 2213053251

Analisis Video
Judul Video : "6 Tahap Perkembangan Moral Menurut Kohlberg".

Lawrence Kholberg melakukan sebuah penilitian di Amerika, Menurut Kohlberg tahap perkembangan moral dibagi menjadi 3 level. Setiap level memiliki 2 tahap sehingga seluruhnya menjadi 6 tahap yaitu sebagai berikut.

1. Pra-Konvensional (Level Pertama)
Level pertama ini terdiri dari :
Tahap 1 menghindari hukuman
Seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu, karena untuk menghindari hukuman.
Tahap 2 Keuntungan dan minat pribadi
Tindakan di lakukan dengan memperhitungkan apa yang akan di dapatkan olehnya.

2. Konvensional
Level kedua ini terdiri dari :
Tahap 3 Menjaga sikap orang baik (seseorang mungkin menghindari pertengkaran karena ia memikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya, ia tidak bertengkar karena itu tidak baik dan orang baik tidak melakukannya) dan tahap 4 memelihara peraturan (seorang ketua kelas memarahi kedua orang temannya yang bertengkar karena ia pikir praturan harus di tegakkan, dan jika tidak ada yang mematuhinya maka keadaan akan menjadi kacau,karenanya praturan harus selalu di patuhi)

3. Pasca-Konvensional
Level ketiga ini terdiri dari :
Tahap 5 Orientasi kontrak sosial (seseorang menyadari bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan situasi berbeda, dia berfikir tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat sebuah kasus.hak hak individu harus di lihat bersamaan dengan hukum yang ada) dan Tahap 6 Prinsip etika universal (tahap yang menggambarkan prinsip internal seseorang ia melakukan hal yang di anggapnya benar walaupun bertentangan dengan hukum yang ada)
Analisis Jurnal
Oleh : Cheza Melvinosa (2213053251)

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Dinamika Pendidikan
Nomor : 2
Halaman : 63-75
Tahun Terbit : 2008
Judul : Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Nama Penulis : Hidayati

Pembahasan
Nilai adalah energi yang mempunyai potensi untuk menggerakkan seseorang untuk bersikap dan bertindak. Pendidikan nilai merupakan bagian integral kegiatan pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur. Oleh sebab itu, pendidikan harus membantu peserta didik untuk mengalami nilai-nilai dan menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidup mereka.

Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai-nilai dan moral yang pertama yaitu aspek politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Kemudian adalah aspek ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan demikian akan meningkatkan pula kehidupan ekonomi bangsa. Terakhir adalah aspek sosial-budaya, kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi, disiplin, dan Iptek dari bangsa yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

Selain pengaruh positif, globalisasi juga membawa pengaruh negatif terhadap nilai-nilai dan moral yang pertama yaitu yang utama adalah aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri yang membanjiri Indonesia. Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita. Masyarakat kita, khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh sebagian masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Terjadinya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal ini dapat menimbulkan konflik yang dapat menggangu stabilitas bangsa. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar pelaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Maka dari itu, pentingnya suatu pendidikan moral bagi anak yaitu sebelum masuk dalam dunia pendidikan formal (SD, SMP, SMA), sudah selayaknya anak memperoleh pendidikan informal guna mempersiapkan dan memudahkan mereka beradaptasi. Salah satu cara mendidik anak ialah dengan menanamkan nilai-nilai moral di usia sedini mungkin. Dengan begitu generasi tua hanya perlu memberikan pemahaman informasi dan nilai estetika, sehingga anak dapat memenuhi syarat sehat mental di era globalisasi ini. Syarat sehat mental di era globalisasi itu adalah: (1 kecerdasan (IQ) cukup rata-rata saja; (2) kembangkan kecerdasan multiple: numerik, bahasa, musik, gerak, ruang, alam, analisis pribadi ; (3) kreativitas harus tinggi; (4) kembangkan kecerdasan emosi. Selain itu, untuk menanggulangi arus globalisai memerlukan kesadaran yang tinggi dan wawasan yang luas. Dengan kesadaran kita merasakan adanya kebutuhan memahami masalah global, serta dengan wawasan yang luas kita dapat memilih dan memilah informasi atau nilai-nilai mana yang diperlukan dan mana yang tidak, mana yang sesuai dengan nilai budaya kita dan mana yang tidak.