Nama : Anisa Zatun Nitha Qoini
NPM : 2213053053
Tugas analisis jurnal
-Internalisasi Pancasila Melalui Mata
Kuliah Pancasila
Hadirnya Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016
Tentang Hari Lahir Pancasila telah
menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai
Hari Lahir Pancasila tidak membuat serta
merta Pancasila sudah terinternalisasi secara
konsisten ke dalam diri negara Indonesia.
Banyak generasi muda yang tidak paham
mengenai Pancasila. Penafsiran Pancasila
pun terkadang masih tergantung pada
penguasa. Internalisasi Pancasila sudah
diupayakan semenjak tahun 1960 pada saat
pemerintahan Presiden Pertama Ir. Soekarno
dalam kerangka Nation and Character
Building. Upaya ini dilakukan untuk mengIndonesiakan masyarakat dengan pedoman
visi dan misi politik pada masa itu, sehingga
bahan-bahan pengetahuan dan pelajaran
pada pendidikan formal yang diberikan
bukan hanya tentang Pancasila dan UUD
1945 tetapi juga berisi pandangan politik
pada masa itu.
Pada era reformasi Pancasila seolah-
olah telah memudar eksistensinya
dikalangan generasi milenial. Hal tersebut
dibuktikan ketika dilakukan wawancara oleh
peneliti kepada beberapa mahasiswa di
bulan Februari 2018 masih ada yang tidak
paham mengenai Pancasila dan bahkan ada
yang tidak hafal isi dari sila-sila Pancasila.
Pendidikan merupakan sarana
terbaik untuk memberikan pengetahuan
pada peserta didik tentang apa yang harus
mereka ketahui. Pendidikan yang berhasil
bukan hanya terpatok pada sebuah angka di
dalam suatu penilaian, tetapi juga output
yang berupa sikap setelah mengikuti
serangkaian proses pendidikan di dalam
pendidikan formal.
Pancasila sebagai pengetahuan
ilmiah-filosofis dapat dipahami dengan
menggunakan sisi verbalis, konotatif, dan
denotatif. Pengetahuan secara verbalis
merupakan pemahaman Pancasila dari aspek
rangkaian kata-kata yang diucapkan seperti
hafalan sila-sila dari Pancasila. Pengetahuan
secara konotatif merupakan upaya untuk
memahami Pancasila menggunakan metode .
ilmiah dengan menggunakan metode.
-Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah
Kebangsaan
Pancasila mempunyai kedudukan
dan fungsi yang bermacam-macam, seperti
Pancasila sebagai dasar, ideologi,
pandangan hidup, dasar filsafat, serta masih
banyak kedudukan dan fungsi lainnya.
Fungsi dan kedudukan Pancasila tersebut
tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan
merupakan satu kesatuan.
Pancasila diharapkan hadir untuk
menyelesaikan semua permasalahan tersebut
karena nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila selalu relevan dengan
perkembanan zaman. Pancasila dianggap
sebagai idiologi yang pas dan sudah final
untuk bangsa dan negara Indoensia yang
dapat mengatasi masalah perbedaan dan
masalah-masalah kebangsaan lainnya.
Mata kuliah Pancasila sangat efektif
dilaksanakan dengan menggunakan
pendekatan kontekstual dengan cara
mendekatkan Pancasila kepada mahasiswa
dengan memberikan contoh mengimplementasikan Pancasila ke dalam
kehidupan sehari-hari seperti melakukan
kunjungan ke Kampung Pancasila dan bakti
sosial yang dilakukan oleh mahasiswa pada
dua pertemuan terakhir mata kuliah
Pancasila.
NPM : 2213053053
Tugas analisis jurnal
-Internalisasi Pancasila Melalui Mata
Kuliah Pancasila
Hadirnya Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016
Tentang Hari Lahir Pancasila telah
menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai
Hari Lahir Pancasila tidak membuat serta
merta Pancasila sudah terinternalisasi secara
konsisten ke dalam diri negara Indonesia.
Banyak generasi muda yang tidak paham
mengenai Pancasila. Penafsiran Pancasila
pun terkadang masih tergantung pada
penguasa. Internalisasi Pancasila sudah
diupayakan semenjak tahun 1960 pada saat
pemerintahan Presiden Pertama Ir. Soekarno
dalam kerangka Nation and Character
Building. Upaya ini dilakukan untuk mengIndonesiakan masyarakat dengan pedoman
visi dan misi politik pada masa itu, sehingga
bahan-bahan pengetahuan dan pelajaran
pada pendidikan formal yang diberikan
bukan hanya tentang Pancasila dan UUD
1945 tetapi juga berisi pandangan politik
pada masa itu.
Pada era reformasi Pancasila seolah-
olah telah memudar eksistensinya
dikalangan generasi milenial. Hal tersebut
dibuktikan ketika dilakukan wawancara oleh
peneliti kepada beberapa mahasiswa di
bulan Februari 2018 masih ada yang tidak
paham mengenai Pancasila dan bahkan ada
yang tidak hafal isi dari sila-sila Pancasila.
Pendidikan merupakan sarana
terbaik untuk memberikan pengetahuan
pada peserta didik tentang apa yang harus
mereka ketahui. Pendidikan yang berhasil
bukan hanya terpatok pada sebuah angka di
dalam suatu penilaian, tetapi juga output
yang berupa sikap setelah mengikuti
serangkaian proses pendidikan di dalam
pendidikan formal.
Pancasila sebagai pengetahuan
ilmiah-filosofis dapat dipahami dengan
menggunakan sisi verbalis, konotatif, dan
denotatif. Pengetahuan secara verbalis
merupakan pemahaman Pancasila dari aspek
rangkaian kata-kata yang diucapkan seperti
hafalan sila-sila dari Pancasila. Pengetahuan
secara konotatif merupakan upaya untuk
memahami Pancasila menggunakan metode .
ilmiah dengan menggunakan metode.
-Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah
Kebangsaan
Pancasila mempunyai kedudukan
dan fungsi yang bermacam-macam, seperti
Pancasila sebagai dasar, ideologi,
pandangan hidup, dasar filsafat, serta masih
banyak kedudukan dan fungsi lainnya.
Fungsi dan kedudukan Pancasila tersebut
tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan
merupakan satu kesatuan.
Pancasila diharapkan hadir untuk
menyelesaikan semua permasalahan tersebut
karena nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila selalu relevan dengan
perkembanan zaman. Pancasila dianggap
sebagai idiologi yang pas dan sudah final
untuk bangsa dan negara Indoensia yang
dapat mengatasi masalah perbedaan dan
masalah-masalah kebangsaan lainnya.
Mata kuliah Pancasila sangat efektif
dilaksanakan dengan menggunakan
pendekatan kontekstual dengan cara
mendekatkan Pancasila kepada mahasiswa
dengan memberikan contoh mengimplementasikan Pancasila ke dalam
kehidupan sehari-hari seperti melakukan
kunjungan ke Kampung Pancasila dan bakti
sosial yang dilakukan oleh mahasiswa pada
dua pertemuan terakhir mata kuliah
Pancasila.