Kiriman dibuat oleh Aulia Amanah 2213053126

Nama : Aulia Amanah
NPM : 2213053126
Kelas : 2F

ANALISIS JURNAL 1
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya.Sebagai sebuah mikrosistem, sekolah diperkirakan mempunyai pengaruh yang kuat yang dapat dilihat secara langsung dalam diri subjek didik.Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius.Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.
Maka, pengembangan manusia dalam pendidikan dapat didefinisikan menjadi "keseluruhan tindakan dan komunikasi lisan dan tertulis yang melihat tujuan pendidikan lebih mengutamakan pada upaya membantu, mendorong, memfasilitasi pertumbuhan siswa sebagai manusia utuh, termasuk di dalamnya sisi kognitif, emosional, sosial, etik, kreatif dan spiritualnya Berdasarkan pertimbangan di atas, perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya.
Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial.Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya.Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan dan Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya
Nama : Aulia Amanah
NPM : 2213053126
Kelas : 3F

ANALISIS VIDIO 2
Pendekatan pentahelix pendidikan nilai dan moral.

1. pemerintah
2. Masyarakat/komunitas
3. Akademisi
4. Pengusaha/pemilik modal
5. Media

Menurut Herman (1972) mengemukakan bahwa subtansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan.
Aliran dalam pengajaran nilai:
*Aliran relavisme: nilai tidak bisa diajarkan karena hakekat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
*Aliran kebebasan (value free): nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
Penanaman nilai dan penerapan nilai sangatlah penting bagi kehidupan seorang manusia untuk menjalani kehidupan.
Nama : Aulia Amanah
NPM : 2213053126
Kelas : 3F

Analisis jurnal 2
"PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA"

Perekonomian yang tidak kunjung membaik, penegakan hukwn yang belum terwujud kecerdasan bangsa yang barn Jnenjadi cita-cita, dan pengalmnan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin langka, merupakan beberapa faktor pemicll terjadinya bermacam-macam tindakan moral yang tidak terpuji tersebut di atas.Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dahulu cukup efektif: tidak sesuai lagi untuk generasi sekarang dan yang akan datang.Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral.

Sebagai gantinya diperlukan pendekatan pendidikan nilai dan moral yang memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalan memilih nilai-nilai yang saling bertentangan, seperti yang terjadi pada kehidupan sait ini.
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harns komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
Kedua, metode pendidikan nilai juga hams komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilanketerampilan hidup yang lain.
Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan di kelas dalam kegiatan eksttrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan.

Beberapa contoh mengenai hal ini misalnya kegiatan belajar keleompok, penggunaan bahan-bahan bacaan dan topik-topik tulisan mengenai "kebaikan ",strategi klarifikasi nilai dan dilema moral, pemberian teladan "tidak merokok", "tidak korup", "tidak munafik", dennawan", "menyanyangi sesama makhluk Allah",dan sebagainya. yang terakhir, pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalmn masyarakat.
nama : Aulia Amanah
NPM : 2213053126
Kelas : 3F

Peran pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui ppkn

Kesadaran nilai dan moral berguna untuk mengarahkan anak agar mampu membuat pertimbangan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari sekolah maupun masyarakat.

Pentingnya PPKn dalam pendidikan nilai dan moral:
1. Pembangunan watak atau karakter
2. Secara makro PPKn merupakan wahana sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
3. Acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
4. Jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik

Tujuan pendidikan kewarganegaraan
1. Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila
2. Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik
3. Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila
4. Menggugah kesadaran peserta didik sebagai warga negara
5. Memberikan motivasi agar dalam setiap langkah dan berperilaku sesuai Pancasila
6. Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik
7. Pembangunan watak dan karakter