གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Febrianti Azzahra 2213053208

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Febrianti Azzahra 2213053208 གིས-
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 2
PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA

Dari jurnal tersebut dijelaskan bahwa Pendekatan pendidikan nilai secara komprehensif merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan dalam pembentukan akhlak bangsa. Pendekatan ini melibatkan berbagai aspek dalam proses pembelajaran, termasuk penanaman nilai-nilai moral dan etika kepada siswa. Dalam pendekatan ini, pendidikan moral tidak hanya dilakukan melalui mata pelajaran khusus seperti Pendidikan Agama, namun juga terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran dan kegiatan di sekolah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa nilai-nilai moral dan etika diterapkan dalam setiap aspek kehidupan siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan' watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia.
Pendidikan nilai dan moral hendaknya dilengkapi pengembangan kognitif tingkat tinggi sehingga peserta didik akan memiliki keterampilan dalam membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri, memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan untuk melakukan tindakan bermoral.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Febrianti Azzahra 2213053208 གིས-
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 1
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Dari jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Hal
tersebut juga diamanatkan di dalam tujuan pendidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu guru juga bertugas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Tujuan pendidikan
nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga. Dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi,metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Febrianti Azzahra 2213053208 གིས-
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Video 2
PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL

Dari penjelasan video terserah terdapat beberapa pendekatan yang dapat membantu dalam menanamkan nilai yaitu :
1. Pemerintah, pemerintah membuat UUD nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan wajib ada dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai.
2.Masyarakat / Komunitas, kebiasaan-kebiasaan kita ataupun oranglain lakukan dapat membantu dalam penanaman nilai dan moral.
3. Akademisi, tenaga pendidik baik guru ataupun dosen ataupun seluruh orang yang ada di lingkungan pendidikan akan melakukan transfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
4. Pengusaha / Pemilik Modal, penerapan nilai dapat dilakukan melalui pengusaha atau pemilik modal.
5.Media, penanaman nilai dapat dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang saat ini berkembang pesat yakni melalui media sosial maupun media elektronik.

Nilai sangat perlu di ajarkan seperti pendapat Herman (1972) ia mengemukakan bahwa substansi nilai tidaklah semata - mata ditangkap dan diajarkan. Beberapa aliran dalam pengajaran nilai yaitu aliran relativisme bersifat relatif, subjektif, dan temporer, dan aliran kebebasan(value free)menekankan pembebasan dalam nilai. Penanaman nilai sangat penting bagi kehidupan manusia untuk menjalani kehidupan.