Posts made by Febrianti Azzahra 2213053208

Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3F


Analisis Video 1
Tanggung Jawab Diri Dalam Keluarga

Dari video tersebut menjelaskan beberapa Tanggung jawab saya dalam keluarga sebagai berikut ;
1. Mendengarkan Nasehat Ayah
2. Membantu Ibu
3. Menemani Kakak
4. Menjaga keselamatannya adik

Ada pun Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga yaitu :
- Hubungan keluarga yang erat
- keselamatan keluarga terjamin
- Meringankan tugas keluarga, seperti membantu nenek di dapur
- Membanggakannya keluarga, dengan belajar sungguh-sungguh

Tanggung jawab terhadap keluarga itu sangat penting agar terciptanya keluarga yang harmonis dan saling mendukung.
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk
Indonesia yang lebih baik.

Untuk mengatasi degradasi moral ini, disarankan untuk mengadakan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). PKM bertujuan memberikan pemahaman tentang degradasi moral di kalangan milenial dan bagaimana menghadapinya, termotivasi peserta didik untuk melawan degradasi moral di era digital.
Di jurnal tersebut Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan PKM untuk memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial dan upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Kegiatan PKM ini juga bermanfaat untuk mendapatkan pemahaman dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1
REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL
MENUJU HARMONI SOSIAL

Dari jurnal itu di jelaskan bahwa Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa adalah tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik disekolah. Lebih dari itu unsur evaluasi yang dianggap paling menentukan seberapa berhasilkah tujuan itu tercapai perlu melihat kembali dan menata kembali suasana belajar sekolah dengan mempertimbangkan keberadaan peserta didik itu sendiri dari segi lingkungan ia tinggal dan melangsungkan kehidupan (Muali, 2016).
Perlu ada penekanan-penekanan evaluasi yang sifatnya perilaku moral yang berbudi luhur tumbuh dan mengakar pada kepribadian peserta didik sebagai hasil belajar.

Fokus pada tahapan evaluasi pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik melalui:
a) Rekonstruksi pertama harus dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik harus kompeten di bidangnya dan bisa mengintegrasikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di lingkungan kehidupan;
b) Sesekali peserta didik di hadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya. Isu-isu yang diberikan harus sesuai dengan daya kemampuan peserta didik. Kemudian pendidik sebagai fasilitator mengoreksi hasil kerja peserta didik dan memberikan ulasan dengan membawa sudut pandang kebersatuan kebhinnekaan;
c) Pendidik tidak terpaku pada instrument penilaian formalitas tapi lebih luas cakupannya;
d) Pendidik menyisipkan pembelajaran multicultural melalui kurikulum laten secara sporadic;
e) Evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar peserta didik. Penilaian lebih ditekankan pada ranah afektif yang berimplikasi pada penilaian psikomotorik peserta didik.

Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, 3) Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, 4) Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, 5) Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, 6) Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, 7) Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, 8) Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Video 2
Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini

- Instrumen Penilaian
Disini pendidik tidak hanya merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi namun pendidik juga perlu memberikan penilaian.
Instrumen penilaian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai suatu informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Manfaat penilaian :
1. Bagi anak ; untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat.
2. Bagi Orang tua ; Orang tua akan memperoleh informasi pertumbuhan, perkembangan, dan minat anak, memudahkan orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika dirumah.
3. Bagi Guru ; untuk mengetahui perkembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan, mendapatkan informasi awal tentang hambatan dan gangguan dalam perkembangan anak, mengetahui kesesuaian stimulasi dalam pelayanan dengan Kebutuhan perkembangannya.
Prinsip-prinsip penilaian ada 8 :
Mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna.
Bentuk-bentuk Penilaian, ada Penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester.
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Video 1
Etika, Nilai, dan Moral

Etika, nilai, dan moral itu saling berkaitan sebab semuanya berusaha untuk mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Etika Moral merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Setiap orang pasti memiliki etika dan setiap orang harus memiliki etika moral yang baik. Etika merupakan tindakan manusia secara keseluruhan. Secara umum, etika adalah filsafat tentang tindakan manusia sebagai manusia. Etika merupakan penuntun manusia untuk bagaimana menjadi baik dan harus mengejar nilai-nilai kebaikan. Nilai merupakan suatu hasil dari adanya tindakan, dan tindakan harus menuntun manusia pada kebaikan.

Etika dan moral memiliki definisi yang sama karena keduanya memiliki tujuan dalam mengatur tingkah laku manusia. Kemudian, nilai merupakan sesuatu yang memiliki makna tinggi dan menjiwai perilaku manusia. Nilai juga biasa dikenal dengan sebuah penghargaan atau kualitas yang bermanfaat dan menyenangkan. Nilai memiliki beberapa sifat yaitu bersifat relatif, bersifat subjektif.
Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral juga sebagai sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Contoh etika, nilai dan moral di dalam masyarakat, yaitu sopan santun terhadap orang yang lebih tua.