གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Febrianti Azzahra 2213053208

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Febrianti Azzahra 2213053208 གིས-
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Video 1
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan

Dari video tersebut menjalaskan bahwa Pendidikan dibaratkan seperti cahaya. Cahaya menerangi kegelapan agar tau arah, sama halnya pendidikan disini juga memberikan pengetahuan dari ketidaktahuan dan menjadi arahan dalam hidup. Pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat indonesia dimana pun tempatnya semua berhak untuk mendapatkan pendidikan. Martencis Veronica Siregar merupakan seorang relawan muda dari gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di sekolah pelosok, yakni di salah satu sekolah di desa Tanjung Matong, Nunukan, Kalimantan Utara. Walaupun ia di temoatkan di pelosok namun ia sangat peduli dengan pendidikan. Ia memotivasi anak-anak disana bahwa pendidikan itu sangat penting untuk mereka kedepannya.
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 2
PENDAPAT TENTANG MORAL DI ZAMAN NOW

Moral adalah adat istiadat aturan kesusilaan. Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Pencegahan penurunan moral perlu adanya penanaman internalisasi baik bersifat pendidikan kewarganegaraan atau pendidikan pancasila, pendidikan karakter. Solusi peningkatan moral perlu adanya tripusat yang informal seperti keluarga dan masyarakat misalnya dalam keluarga bagaimana orang tua dalam keluarga mendidik anaknya dengan baik dan benar. Moral yang sesuai untuk kedepannya yakni moralitas yang mampu mengedepankan nilai-nilai moral, terutama nilai-nilai pancasila, karena pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mampu menjadi tolak ukur kehidupan masyarakat indonesia.
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 1
Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalamMasyarakat

Masalah moralitas merupakan masalah yang tak henti-hentinya menjadi persoalan. Terdapat banyak sekali permasalahan yang berkaitan dengan moralitas, yakni Penyalahgunaan narkoba dan obat- obatan terlarang, Pola hidup (Life Style), Pornografi, Konsumerisme, KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme).

Beberapa cara dalam penanganan permasalahan moralitas yang ada dalam masyarakat, dalam hal ini beberapa faktor yang perlu kita perhatikan, yaitu:

1). Faktor spiritual; agama adalah benteng utama bagi kita untuk membentengi kita dari perbuatan- perbuatan yang melanggar moral. Apabila seseorang memiliki agama yang kuat dan teguh sudah semestinya seseorang tersebut dapat menghindari dirinya dari perbuatan yang tercela.
2). Faktor keluarga; keluarga memiliki tanggungjawab yang besar terhadap moralitas anak. Yang mana kita ketahui bahwasanya lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak.
3). Faktor lingkungan dan pergaulan; menjadi salah satu faktor yang sering kali menyebabkan orang jatuh kedalam permasalahan moralitas. Oleh karena itu, kita harus dapat memilih lingkungan yang baik dan memperhatikan dengan siapa kita akan bergaul.
4). Faktor pendidikan; bahwa pendidikan juga merupakan hal yang penting jika dikaitkan dengan moral anak. Karena tingkat pendidikan yang dijalani seseorang akan juga mempengaruhi cara hidupnya dan cara berpikirnya.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Febrianti Azzahra 2213053208 གིས-
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 2
Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Hakikatnya manusia adalah makhluk bermoral. Untuk menjadi makhluk sosial yang memiiki kepribadian baik serta bermoral tidak berjalan secara otomatis, perlu suatu usaha yang disebut pendidikan.

Penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.

Setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Febrianti Azzahra 2213053208 གིས-
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3 F

Analisis Jurnal 1
Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat : Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Dari Jurnal tersebut Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam.

Tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara p aham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan. Di dalam masyarakat berkeadilan, setiap individu mendapat keleluasaan berdinamika untuk mengoptimalkan potensi dirinya menjadi seorang individu berkepribadian ideal. Sebaliknya, dengan demikian otomatis masyarakat menemukan jati dirinya yaitu sebagai suatu sistem manajemen sosial.