Kiriman dibuat oleh Chindy Alviona 2213053093

Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 2G

Analisis Vidio

Wawasan nusantara

Sebagai bentuk cinta pada Indonesia sudah seharusnya setiap warga negara memahami negara sendiri dari beragam aspek. Untuk bisa memahaminya masyarakat Indonesia dapat memahami wawasan nusantara. Dengan memahami wawasan nusantara akan tumbuh jiwa nasionalisme setiap warga negara Indonesia.

Wawasan berasal dari kata wawas atau bahasa Jawa yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. selanjutnya kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Adapun pengertian wawasan nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang meliputi darat, laut udara, di atasnya sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Wawasan nusantara memiliki peranan penting untuk mewujudkan resepsi yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia antar kelompok dan konteks sosiologi, politiks serta pantangan yang harus dihindari adalah perbuatan tindakan yang menanggapi norma-norma, etika, moral, nilai Agung atau tindakan enerkis yang menuju ke arah integrasi bangsa.

Wawasan nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman motivasi dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara dan tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara.

Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di setiap aspek kehidupan setiap Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, kelompok golongan suku bangsa atau daerah sehingga wawasan nusantara memiliki peranan penting untuk mewujudkan persepsi bersama bagi seluruh warga negara Indonesia. Perbedaan persepsi, perbedaan pendapat dalam konteks sosiologis politis serta demokrasi dianggap wajar dan sah-sah saja, hal tersebut justru diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis dan kreatif sinergis untuk saling menyesuaikan menuju integrasi.

Latar belakang historis wawasan nusantara bangsa Indonesia juga memperjuangkan konsepsi wawasan nusantara dasar Deklarasi Djuanda ini ke forum internasional agar mendapat pengakuan bangsa lain atau masyarakat yang internasional melalui perjuangan bangsa akhirnya konferensi PBB 30 April 1982 menerima dokumen yang bernama the 1982 united nations convention on the law of the sea berdasarkan konvensi hukum laut 1982 tersebut diakui kemudian diratifikasi melalui undang-undang dimiliki Indonesia menjadi sangat luas.

Latar belakang sosiologis Wawasan nusantara sebagai resepsi perwilayahan bangsa Indonesia mengusahakan dan memandang wilayah sebagai satu kesatuan namun seiring tuntunan dan perkembangan konsepsi wawasan nusantara mencakup pandangan akan satu kesatuan politik ekonomi sosial budaya yang pertahanan keamanan termasuk kesatuan sebagai satu bangsa sebagaimana dalam rumusan GBHN 1998 dikatakan kawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia untuk mewujudkan persatuan bangsa itu dibutuhkan penguatan semangat kebangsaan secara terus-menerus. semangat kebangsaan Indonesia Sesungguhnya telah dirilis melalui peristiwa kebangkitan nasional 20 Mei 1908 ditegaskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan berhasil diwujudkan dengan proklamasi kemerdekaan Bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945 latar belakang politik kawasan nusantara. Dari latar belakang sejarah dan kondisi sosiologis Indonesia kita dapat memahami perlunya wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia, cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea 2, sedangkan tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4.

Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara wilayah Indonesia menjadi sangat luas dan beragam, isi flora fauna serta penduduk yang mendiami wilayah itu, Namun demikian konsepsi wawasan nusantara juga mengajak seluruh warga negara untuk memandang perluasan wilayah dan keragaman yang ada di dalamnya sebagai satu kesatuan kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Dalam kehidupan bernegara merupakan satu kesatuan luas wilayah Indonesia tentu memberikan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mengelolanya, hal ini dikarenakan luas wilayah memunculkan potensi ancaman dan sebaliknya memiliki potensi keunggulan dan pemanfaatan nusantara adalah persatuan wilayah dan kesatuan bangsa keutuhan wilayah Indonesia adalah terbentang dari Sabang sampai Merauke. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun bersatu tanpa membedakan suku, daerah, agama atau kepercayaan serta golongan satu sosial perwujudan kepulauan nusantara sebagai salah satu kesatuan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 2G

Analisis Soal

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Isi artikel tersebur terkait penegakan HAM yaitu beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Komisi Nasional (Komnas) HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA). Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebut tahun ini demokrasi dibawa mundur jauh ke belakang dan kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata yang terlihat dari ruang-ruang kebebasan sipil yang mulai ditutup. Kami bertanya ke beberapa pakar tentang pandangan mereka terkait HAM pada 2019. Mereka setuju bahwa walaupun 2019 terlihat suram, namun ada beberapa perkembangan baik dan bisa menjadi harapan ke depannya.
Hal positif yang saya ambil dari artikel tersebut adalah Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa. Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat masih kuat menolak reklamasi Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, komunitas masyarakat pegunungan masih mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru, termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!
Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab:
Demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang dirancang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang bersumber pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia itu sendiri. Pancasila mengandung cita-cita dan pedoman dasar bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Dalam menjalankan suatu negara yang demokrasi, maka perlu sesuai dengan jati diri atau budaya bangsa Indonesia itu sendiri. Pancasila merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia. Untuk mencapai sistem pemerintahan yang baik dan lancar, demokrasi tersebut harus sesuai dan tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila. Bagaimanapun Pancasila menjadi sumber hukum dari segala sumber hukum dari negara Indonesia.
Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa Yaitu seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
Demokrasi pancasila sebagai sistem demokrasi yang dianut di Indonesia secara ringkas adalah sistem demokrasi yang dilaksanakan berdasarkan musyawarah untuk mufakat bagi kesejahteraan rakyat. Kebebasan individu dijamin namun tidak bersifat mutlak karena disesuaikan dengan tanggung jawab sosial. Penerapan demokrasi pancasila jelas lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dimana senantiasa lebih mengutamakan musyawarah mufakat. Musyawarah mufakat dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai bangsa Timur. Konsep dasar demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab:
Dengan masuknya kelompok elit di parlemen, artinya mereka telah mempunyai hak untuk menjadi wakil rakyat dalam penyampaian aspirasi kepada parlemen. Sering kali pendapat untuk kepentingan kelompok mereka pribadi susah didengar atau diterima oleh Parlemen, untuk itu mereka menyalahgunakan hak mereka dengan menyiratkan kepentingan mereka sambil mengatas namakan "kepentingan rakyat" maka pendapat mereka akan jauh lebih mungkin dipertimbangkan atau didengar oleh Parlemen ( karena mereka mengatas namakan kepentingan rakyat ). Karena masih banyak kelompok- kelompok elit daerah yang punya kepentingan pribadi masing -masing di Indonesia. Mereka ingin agar kepentingan mereka didengar dan dipenuhi oleh pemerintah. Karena alasan tersebut, mereka dengan licik menyiratkan kepentingan mereka dengan mengatas namakan aspirasi rakyat daerah agar dapat mudah disetujui oleh pemerintah (karena pemerintah berpikir bahwa semua itu mereka lakukan demi rakyat daerah). Kelompok ini terlihat menyuarakan aspirasi rakyat, namun sebenarnya menyuarakan kepentingan mereka pribadi, dan seringkali yang mereka suarakan berujung pada separatism, federalism, otonomi luas dan isu putra daerah.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
Karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik mengiming-imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu (sebagai tumbal), dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka. Mereka punya tujuan politik untuk menguasai negeri ini dengan mengandalkan sosok yang dianggap tokoh besar itulah senjata mereka.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 2G

Analisis Soal

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Tanggapan saya mengenai isi artikel tersebut yaitu Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menarik, karena jenis konflik tersebut hampir tidak terjadi di wilayah perbatasan darat Indonesia lainnya, baik di Kalimantan maupun di Papua. Biasanya masalah yang muncul di wilayah perbatasan darat tersebut belum disepakatinya delimitasi dan demarkasi batas serta maraknya aktivitas lintas batas ilegal. Bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antarwarga. Oleh karena itu, analisis terhadap konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut penting untuk dilakukan, agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.
Hal positip yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah Unsur masyarakat di sini penting karena penguasaan tanah di perbatasan terkait erat dengan adat istiadat yang berlaku di sana. Namun demikian, sebelum pelibatan unsur masyarakat tersebut dilakukan, pemerintah Indonesia perlu membekali warganya dengan pendidikan guna meningkatkan pengetahuan tentang perbatasan dan menguatkan jiwa nasionalisme, sehingga keterlibatan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi posisi Indonesia dalam perundingan. Gabungan kekuatan militer, diplomasi, dan unsur masyarakat ini dapat menjadi senjata ampuh dalam mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia. (Sandy Nur Ikfal Raharjo)

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab:
Menurut pendapat saya apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara yaitu jika kita tidak memiliki wawasan nusantara, salah satunya adalah tidak memahami bahwa kita memiliki perbedaan setiap wilayah, perbedaan bahasa, perbedaan agama, perbedaan keunikkan suku bangsa, keunikkan budaya, maka pasti akan terjadi saling merendahkan setiap orang yang kita jumpai dan konflik pasti terjadi, saling berebut lahan, saling hina menghina dan pasti banyak muncul masalah lainnya. Jika para generasi bangsa Indonesia tidak berwawasan nusantara, maka Negara ini dapat dijajah lagi oleh bangsa lain. Bahkan dapat menjadi Negara yang hancur. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya lagi rasa persatuan dan kesatuan diantara para warga Negara dan tidak adanya rasa untuk melindungi bangsa secara utuh.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawab:
Wawasan nusantara sebagai landasan pemikiran ketahanan nasional memiliki pemahaman yakni konsepsi wawasan nusantara yang mampu menumbuh kembangkan rasa dan sikap nasionalisme yang tinggi dengan pemahaman rasa senasib dan sepenanggungan, sebangsa dan setanah air. Selain itu, dengan wawasan nusantara juga akan menumbuhkan jiwa dan sikap yang mengutamakan kepentingan nasional tanpa mengorbankan kepentingan perorangan, kelompok, golongan, maupun suku bangsa. Sebagai landasan pemikiran ketahanan nasional, pemahaman terhadap wawasan nusantara berkaitan erat dengan terwujudnya ketahanan nasional melalui sebuah integrasi keadilan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.