Kiriman dibuat oleh Chindy Alviona 2213053093

Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Menurut tanggapan saya, perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill yaitu:

* Hardskill adalah keterampilan teknis yang berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan terkait pekerjaan yang dibutuhkan karyawan untuk melakukan tugas pekerjaan mereka secara efektif. Kriteria nilai hardskill biasanya dapat diukur dengan cara yang relatif obyektif, misalnya melalui tes, sertifikat, portofolio, atau hasil kerja. Contoh hardskill antara lain kemampuan bahasa asing, pengoperasian komputer, desain grafis, akuntansi, dan lain-lain. Sedangkan,
*Softskill adalah keterampilan interpersonal yang berkaitan dengan kualitas pribadi yang membantu karyawan benar-benar berkembang di tempat kerja. Kriteria nilai softskill biasanya lebih sulit diukur secara langsung, karena sering bergantung pada persepsi, dan cenderung dievaluasi melalui pengamatan perilaku, wawancara, atau tinjauan dari orang lain. Contoh softskill antara lain kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, kreativitas, adaptabilitas, dan lain-lain.
Nama : Chindy Alviona
Npm : 2213053093
Kelas : 3G

Analisis Jurnal II

1. Identitas Jurnal
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Volume : 12
Nomor : 1
Tahun : 2014
Penulis : Fahrudin
Kata kunci : Pendidikan nilai, kenakalan remaha, pendidikan keluarga

2. Hasil Analisis
Munculnya kenakalan remaja seperti, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit
kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita. Oleh karenanya keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak. Peranan pendidikan
keluarga tidak akan tergeser oleh banyaknya institusi-institusi dan lembaga-lembaga
pendidikan yang ada.

Selain itu, Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu,
untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun
masyarakat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya:
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak,
2. lingkungan masyarakat yang kurang baik,
3. Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat,
4. Suasana rumah tangga yag kurang baik,
5. Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil,
6. Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral,
7. Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu
luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral,
8. Kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini
dalam keluarga yaitu:
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 3G

Analisis Jurnal 1
A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
2. Penulis: Rukiyati (rukiyati@uny.ac.id) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
Jurnal Humanika, Th. XVII, No. 1. September 2017

B. HASIL ANALISIS
1. Pendahuluan
Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem. Bronfenbrenner (1979: 22) mengatakan bahwa mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang di dalam setting tertentu dengan karakteristik fisik khusus, yaitu suatu lingkungan kehidupan yang di dalamnya seorang individu menghabiskan sebagian besar waktunya, seperti keluarga, teman sebaya, sekolah dan lingkungan tetangga.
2. Metode Penelitian
Tulisan ini merupakan gabungan antara teori dan hasil penelitian lapangan.
3. Kata kunci
tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah, komprehensif.
4. Pembahasan
a. Pendidik Moral di Sekolah
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sebagaimana dinyatakan oleh Henry Giroux (1988: xxxiv) sekolah berfungsi sebagai ruang publik yang demokratis. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula.
b. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).
c. Metode Pendidikan Moral
Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilainilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah. Ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai.
1. Inkulkasi nilai
Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara.
2. Metode keteladanan
Keteladanan merupakan bentuk mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional, dan digunakan pula oleh masyarakat sekarang ini.
3. Metode klarifikasi nilai
Dalam masyarakat liberal, moral diperkenalkan lewat proses klarifikasi, penjelasan agar terjadi pencerahan pada subjek didik.
4. Metode fasilitasi nilai
Guru dan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok.
5. Metode keterampilan nilai
moral Keterampilan moral dalam diri peserta didik dapat diwujudkan dimulai dengan pembiasaan.
d. Evaluasi Pendidikan Moral
Di samping keempat aspek (isi, metode, proses dan pendidik), pendidikan nilai juga memerlukan evaluasi yang komprehensif. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis vidio
Etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring

Hasik analisis vidio tersebut menjelaskan tentang modernisasi dan globalisasi saat ini, kita mudah dalam mengakses informasi bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media. berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita, ada informasi positif dan informasi dari aktif. sebagai generasi muda kita dituntut untuk mencintai dalam negeri, tapi disisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk, untuk itu mengapa generasi muda yang akan maraknya kasus-kasus yang kita lihat ini menggambarkan perilaku dan juga menggambarkan perilaku generasi muda. di permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, kemudian sesuai obat penistaan agama, tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua ini merupakan polemik yang memprihatinkan. Siapa yang salah dan Mengapa bisa terjadi ini? berhubungan dengan etika dan warna memang ketika kita membicarakan tentang etika dan moral merupakan hal yang pedoman bagi setiap manusia. secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu more yang artinya kebiasaan atau adat. dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik-buruk, salah maupun benar. Sedangkan etika menurut dokterandes Haji Burhanuddin pawang Letakkan bahwasanya etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

Tiga persamaan etika dan moral yaitu:
1. etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat.

secara berkesinambungan dalam membahas etika dan moral yang paling Dasar adalah keluarga karena keluarga merupakan kelompok yang paling utama bagi manusia pada kehidupan keluarga. inti terdapat berbagai macam aturan yang terkandung didalamnya, nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran dan lain sebagainya meskipun kadangkala Penerapan nilai itu mengalami kesulitan atau hambatan, akan tetapi nilai-nilai itu kiranya sangat mendukung suatu keluarga dalam mempersiapkan dan mewujudkan sumberdaya yang berkualitas. etika dan moral sering kita abaikan Contohnya seperti tidak pamit dan mencium tangan kepada orangtua sebelum pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan, tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah, tidak bertutur kata dengan lembut dan sopan kepada orang tua, membantah orangtua, tidak saling menghormati dan menghargai, berbohong kepada orang tua, tidak Mendengarkan nasehat orang tua.

pengembangan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah, merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa. melihat kondisi sekolah saat ini dampak dari pendemi covid 19 pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah, bukan hal yang mudah melakukan pembelajaran di rumah tapi kita bisa mengantisipasi dan bisa mengurangi kesulitan itu dengan cara mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring. Bagaimana tata cara melakukan pembelajaran daring sesuai dengan nilai dan norma yang paling utama yaitu sopan.

Aturan berkomunikasi dengan baik saat pembelajaran daring misalkan lupa mengucapkan salam, lupa memperkenalkan diri, tidak mengikuti pembelajaran online itu banyak sekali ditemukan, seharusnya sebagai siswa lebih peka terhadap proses pembelajaran online, memiliki rasa tanggungjawab atas tugasnya sebagai siswa.
Contoh etika berkomunikasi dengan baik dalam proses pembelajaran daring yaitu:
1. perhatikan waktu, ketika ingin menghubungi bapak atau ibu guru Pilihlah waktu saat pembelajaran daring, hindari waktu ibadah, istirahat dan tidak menghubungi terlalu malam
2. bahasa yang baik dan sopan, Gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan mudah dimengerti oleh guru, jadi jangan hubungi seperti teman walaupun kalian dekat dengan guru tersebut
3. awali dengan salam, merupakan bentuk menghormati orang lain dan ibadah contohnya bagi muslim Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, bagi non-muslim bisa menggunakan kata selamat pagi atau selamat siang dan contoh yang tidak baik hanya mengucapkan Halo pagi, siang bahkan p
4. ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun, kita bisa mengucap kata-kata maaf karena kita tidak tahu Apa kesibukan bapak atau ibu guru. contohnya Mohon maaf Bapak atau Ibu mengganggu waktunya yang kelima perkenalkan diri secara lengkap perkenalkan diri kalian dengan menyebutkan nama lengkap dan kelas Lalu gunakan nama asli dalam akun kalian hindari, nama samaran untuk memudahkan bapak atau ibu guru dalam proses penilaiannya
6. tudepoin sampaikan tujuan kalian dengan jelas dan tidak bertele-tele
7. akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih, etika berkomunikasi dalam satu grup chat atau video dengan sama gunakan nama asli di akun sosial media kalian, yang kedua tampilkan foto asli di grup chat atau Tampilkan wajah saat video, ketiga hindari pembicaraan diluar topik pembelajaran, keempat bicara dan komentar yang baik dan sopan.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 3
Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga.

Hasil analisis vidio tersebut menjelaskan tentang:
A. Fungsi agama
Nilai moral:
1. keimanan
2. ketakwaan
3. kejujuran
4. bersyukur
5. kepedulian
6. tanggang rasa
7. kerajinan
8. kesalehan
9. ketaatan
10. suka menolong
11. disiplin
12. kesabaran
13. kasih sayang

B. Fungsi sosial budaya Nilai moral:
1. gotong royong
2. sopan santun
3. Kerukunan
4. kepedulian
5. kebersamaan
6. toleransi
7. kebangsaan

C. Fungsi Cinta Kasih
Nila Moral:
1. Empati (peka)
2. keakraban
3. keadilan
4. pemaaf
5. kesetiaan
6. pengorbanan
7. suka menolong
8. bertanggung jawab

D. Fungsi Perlindungan
Nilai Moral:
1. pemaaf
2. tanggap
3. ketabahan

E. Fungsi Reproduksi
Nilai Moral
1. bertanggung jawab
2. kesehatan
3. keteguhan

F. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai Moral:
1. percaya diri
2. Keluwesan 3. kebanggaan
4. kerajinan
5. kreativitas
6. bertanggung jawab
7. bekerja sama

G. Fungsi Ekonomi
Nilai Moral:
1. hemat
2. ketelitian
3. disiplin
4. kepedulian
5. keuletan

H. Fungsi Pemelihara Lingkungan
Nilai Moral:
1. Kebersihan
2. Kedisiplinan