Kiriman dibuat oleh Chindy Alviona 2213053093

Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053083

Analisis Vidio 1
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Plosok Kalimantan

Dari hasil vidio tersebut Menceritakan tentang pendidikan. Pendidikan itu seperti cahaya sebenarnya, jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat, tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah Kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau.

Inilah anak-anak Dayak Kalimantan Utara, mereka satu dari sekian banyak keragaman dalam negara kesatuan kita Indonesia. Namaku martensis Siregar pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar.

Sudah hampir 6 bulan aku bersama anak-anak ini menjadi guru mengajar dan menjadi guru les. aku belum pernah tinggal di pelosok tanjung matol ini, tak heran jika Mama dan Bapak masih selalu cemas.

Anak-anak Tanjung mantol ini masih sedikit yang minat melanjutkan pendidikan setelah tamat SD, orang tua di sini masih kurang sadar pentingnya pendidikan, anak perempuan di Desa Tanjung Mantol penempatanku banyak menikah di usia dini dari umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar.

Cita-citaku di sini sederhana membuat anak Tanjung mantol mau pergi ke sekolah belajar dan bisa punya bekal yang lebih baik untuk masa depannya. Optimisku pada mereka ketika kelak aku selesai penugasan dan harus pergi meninggalkan Desa Tanjung mantol serta SDN Negeri 11 sembako, merekalah penerus tongkat estafet pendidikan anak-anak ini.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Jurnal 2
A. IDENTITAS JURNAL
Judul: Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis: Kanesa Putri, STAI Al-Masthuriyah, Sukabumi - kanesa.putri@gmail.com,
Muhammad Eko Maryana, STAI Al-Masthuriyah, Sukabumi – eko.maryana@gmail.com.

B. HASIL ANALISIS
Menurut Muchtar Samad (2016) kata moral berasal dari bahsa latin mores dengan asal kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat dan kelakuan demikian kata moral dapat diberikan makna kesusilaan, dengan demikian kata moral, yaitu jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau masyarakat yang lebih ditekankan kepada ketentuan yang bersifat sosial (Samad,2016). Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat.
Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis.
Ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
1. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit),
2. Keadilan (gerechtigkeit),
3. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit).

Tujuan utama era reformasi di Indonesia adalah penegakan hukum dan keadilan. Namun pada kenyataannya hal itu masih belum berjalan maksimal, kurangnya etika masyarakat di zaman modern ini membuat Indonesia kehilangan banyak penerus yang bermoral dikarenakan tidak adanya upaya pemerintah atau penegak hukum untuk menangani masalah ini.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa yaitu:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

Analisis Jurnal 1
A. IDENTITAS JURNAL
Judul: Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.

B. HASIL ANALISIS
* Arti dan Isi Filsafat
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata - kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Pada dasarnya dalam ungkapan cinta dan kearifan terkandung suatu pengetahuan mendalam (hakikat). Jadi, cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika.
* Arti Moral dan Etika
Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin “mos” atau “mores”, berarti costum, … “relating to principles of right and wrong in behavior ”. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertib tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi, moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik. Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.
* Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat
Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur” menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Ki Ageng Suryomentaram (1974) misalnya, berpendapat bahwa: “manusia termasuk jenis yang cara hidupnya berkelompok, jadi serupa dengan jenis lebah. Dalam kelompok, orang saling memberi dan mengambil kefaedahan masing-masing. Tindakan tersebut dinamakan gotong -royong atau kemasyarakatan.
* Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat
Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang hidup dengan mengisolir diri di tengah hutan, seolah-olah tidak memerlukan moral dan etika. Tetapi ketika mulai memanfaatkan sumber daya hutan, apalagi jka cara pemanfaatannya cenderung merusak, maka perilakunya sudah masuk ke dalam lingkup moral dan etika. Hal itu karena kelangsungan hidup dan kehidupan pada umumnya, termasuk kehidupan bermasyarakat, mutlak bergantung pada keberadaan hutan. kesadaran moral juga berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (k etika harus kehilangan). Sesungguhnya, kesadaran moral itu selalu ada di dalam diri setiap orang.
* Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan
Sejak lahir, manusia menyandang sifat labil. Meski di dalam sifat labil terkandu ng potensi dinamis, tetapi jika tidak mendapat binaan secara tepat justru bisa merusak kehidupan. Di balik ke-labil-an itu terlihat jelas bahwa pendidikan menjadi tuntutan kodrat manusia. Manusia siapapun, di manapun berada, sampai kapanpun wajib berpendid ikan di dalam menghadapi setiap peri-kehidupannya. Dari sisi pendidikan, dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik -mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 2
Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Hasil analisis dari vidio tersebut yaitu para siswa sd negeri gelar kabupaten sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras kelas. teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas sekolah yang terletak di kaki gunung api gone ini, hanya memiliki enam ruangan dimana lima ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan satu ruangan sebagai ruang guru. jangankan kelas, perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah. setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga dua kilometer guna bisa belajar di sekolah, mengalami di masa pandemic covid 19 ini, ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar, dari sekolah ini tak mampu melaksanakannya, di wilayah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali karena itu pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah. anak-anak belajar diteras karena tidak ada ruang belajar. berkekurangan ruang belajar, bagaimana kalau musim hujan anak-anak yang belajar di luar tidak bisa belajar karena hujan angin, mereka harus berteduh dibawah pohon karena panas matahari tembus langsung. harapan saya kepada pemerintah supaya pemerintah segera membangunkan satu ruang kelas supaya anak aman belajar. pihak sekolah pun berharap pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 2
Pendidikan moral anak sekolah (pendidikan pancasila)

hasil analisis video tersebut menjelaskan tentang pendidikan moral, terutama yang bernilai Pancasila, sangat penting untuk anak sekolah dasar karena dapat membantu dalam membentuk karakter anak dan membedakan antara benar dan salah. Guru sebagai pendidik bertugas meluruskan dan memberi nasihat kepada siswanya yang berbuat salah. Sedangkan kita sebagai siswa sudah sepatutnya berperilaku sopan dan santun kepada sesama manusia, terlebih pada guru. Untuk memberikan pendidikan moral Pancasila yang baik bagi anak sekolah dasar, perlu adanya kerjasama antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya. Materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Dalam penanaman nilai bagi anak zaman modern sekarang ada yang Namanya metode inkulkasi atau penanaman nilai. Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara.