Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053083
Analisis Vidio 1
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Plosok Kalimantan
Dari hasil vidio tersebut Menceritakan tentang pendidikan. Pendidikan itu seperti cahaya sebenarnya, jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat, tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah Kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau.
Inilah anak-anak Dayak Kalimantan Utara, mereka satu dari sekian banyak keragaman dalam negara kesatuan kita Indonesia. Namaku martensis Siregar pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar.
Sudah hampir 6 bulan aku bersama anak-anak ini menjadi guru mengajar dan menjadi guru les. aku belum pernah tinggal di pelosok tanjung matol ini, tak heran jika Mama dan Bapak masih selalu cemas.
Anak-anak Tanjung mantol ini masih sedikit yang minat melanjutkan pendidikan setelah tamat SD, orang tua di sini masih kurang sadar pentingnya pendidikan, anak perempuan di Desa Tanjung Mantol penempatanku banyak menikah di usia dini dari umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar.
Cita-citaku di sini sederhana membuat anak Tanjung mantol mau pergi ke sekolah belajar dan bisa punya bekal yang lebih baik untuk masa depannya. Optimisku pada mereka ketika kelak aku selesai penugasan dan harus pergi meninggalkan Desa Tanjung mantol serta SDN Negeri 11 sembako, merekalah penerus tongkat estafet pendidikan anak-anak ini.
NPM: 2213053083
Analisis Vidio 1
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Plosok Kalimantan
Dari hasil vidio tersebut Menceritakan tentang pendidikan. Pendidikan itu seperti cahaya sebenarnya, jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat, tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah Kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau.
Inilah anak-anak Dayak Kalimantan Utara, mereka satu dari sekian banyak keragaman dalam negara kesatuan kita Indonesia. Namaku martensis Siregar pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar.
Sudah hampir 6 bulan aku bersama anak-anak ini menjadi guru mengajar dan menjadi guru les. aku belum pernah tinggal di pelosok tanjung matol ini, tak heran jika Mama dan Bapak masih selalu cemas.
Anak-anak Tanjung mantol ini masih sedikit yang minat melanjutkan pendidikan setelah tamat SD, orang tua di sini masih kurang sadar pentingnya pendidikan, anak perempuan di Desa Tanjung Mantol penempatanku banyak menikah di usia dini dari umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar.
Cita-citaku di sini sederhana membuat anak Tanjung mantol mau pergi ke sekolah belajar dan bisa punya bekal yang lebih baik untuk masa depannya. Optimisku pada mereka ketika kelak aku selesai penugasan dan harus pergi meninggalkan Desa Tanjung mantol serta SDN Negeri 11 sembako, merekalah penerus tongkat estafet pendidikan anak-anak ini.