Posts made by Chindy Alviona 2213053093

Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 3G
Prodi: PGSD


Analisis Jurnal 1

A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
2. Penulis: 1. Ahmad Yani Nasution,
2. Moh Jazuli
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Email : dosen01583@unpam.ac.id
P-ISSN : 2621-7155
E-ISSN : 2621-7147

HASIL ANALISIS
Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM) . Diharapkan dengan P3KM tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Adanya fenomena tersebut melatarbelakangi para dosen agama islam Universitas Pamulang untuk memberikan materi pelatihan melalui persentasi dan diskusi dikalangan siswa-siswi Mts Insan Madani. Bagaimanapun juga siswa-siswi adalah anak- atau generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan dari fenomena tersebut.

Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Tugas analisis

by Chindy Alviona 2213053093 -
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Menurut analisa saya mengenai Penanaman nilai dan moral adalah proses pembentukan sikap, perilaku, dan karakter yang sesuai dengan norma-norma sosial, agama, dan budaya yang berlaku di masyarakat.
• Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang berkualitas. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi siswa untuk belajar nilai-nilai dasar seperti cinta kasih, hormat, jujur, tanggung jawab, kerjasama, toleransi, dan lain-lain. Sekolah adalah tempat kedua bagi siswa untuk mempelajari nilai-nilai ilmiah, akademik, seni, olahraga, kewarganegaraan, dan lain-lain. Masyarakat adalah tempat ketiga bagi siswa untuk mengamalkan nilai-nilai sosial seperti gotong royong, solidaritas, keadilan, kesejahteraan bersama, dan lain-lain.
• Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat tidak hanya bergantung pada guru atau orang tua saja. Siswa juga harus aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Siswa harus memiliki motivasi intrinsik untuk belajar karena ingin meningkatkan diri sendiri dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
• Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat juga membutuhkan dukungan dari pemerintah sebagai penyedia fasilitas pendidikan yang berkualitas. Pemerintah harus menyediakan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Pemerintah juga harus memberikan bantuan finansial atau non-finansial kepada siswa yang kurang mampu atau berkebutuhan khusus. Pemerintah juga harus mengawasi pelaksanaan kurikulum nasional yang sesuai dengan visi dan misi pendidikan nasional.
•Penanaman nilai dan moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat juga memerlukan kerjasama antara berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan. Keluarga harus bekerja sama dengan sekolah dalam memberikan dukungan moral dan materiil kepada siswa. Sekolah harus bekerja sama dengan masyarakat dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi diri mereka melalui kegiatan ekstrakurikuler atau pengabdian masyarakat. Masyarakat harus bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan bimbingan atau fasilitas pendidikan bagi siswa yang membutuhkan.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 6
Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila di Lingkungan Keluarga

Hasil dari analisis vidio tersebut yaitu di sebuah desa bernama Desa Makmur hiduplah seorang ibu yang memiliki dua orang anak, ibu tersebut bernama Ibu Lala yang memiliki sifat rendah hati dan anaknya bernama Caca. Caca memiliki sifat yang baik dan sopan santun, rajin sembahyang, suka menolong dan dia miliki satu saudara yaitu kakaknya yang bernama Santi. Santi memiliki sifat angkuh egois, tidak memiliki tata krama, jahat tidak suka sembahyang dan mabuk-mabukan.

mereka hidup bersama namun ada konflik diantara keduanya, keesokan harinya Ibu Lala menyuruh anaknya Untuk mengantarkan ke pasar, Santi Hari ini Tolong antarkan Ibu ke pasar ya, Santi nggak bisa nganter Ibu, kenapa gk aja Suruh memang, kamu mau kemana nak tidak sempat mengantar Ibu, Santi mau pergi Ibu, pergi ke mana nak, Wah Pokoknya Ibu nggak perlu tahu, kalau nanti Santi mau pergi kemana. berapa jam kemudian datanglah adik Santi yaitu Caca dan menghampiri ibu, eh ada Caca lu nganterin Ibu ke pasar ya gue mau pergi, pergi ke mana Kak, ah lu nggak perlu tahu kalau gue mau pergi kemana, sana lu jauh dari gue, Iya Kak, Caca kamu mau mengantarkan Ibu ke pasar, Iya Bu Caca yang nganter Ibu ke pasar, Oke deh kalau begitu Ibu siap-siap dulu ya, Oke bu.

Malam Kelabu Ibas sudah menandakan pukul delapan malam, Ibu Lala mulai cemas karena anaknya bernama Santi tidak kunjung datang dan datanglah Caca untuk meyakini ibunya bahwa kakaknya bernama Santi akan pulang ke rumah. Bu kenapa ibu gelisah, Ibu gelisah karena kakakmu Santi belum pulang, Tenanglah Bu kakak pasti pulang, nak Caca Ibu minta tolong coba telepon kakakmu, Iya Bu. sekarang Caca telepon Kakak nomo yang anda tuhh ini tidak menjawab silakan tinggalkan pesan suara dengan cara telepon ke bintang nomor tujuan, Maaf Bu Caca sudah menghubungi Kakak namun tidak bisa dihubungi, tidak apa Nak Yang penting kamu sudah berusaha menghubungi kakakmu. tiba-tiba tak disangka Santi pun pulang bersama temannya dengan keadaan mabuk. aduh anakku Santi kamu Kenapa nak kenapa bisa kayak gini, Maaf sebelumnya Bu Santi tadi minum alkohol di rumah saya tiba-tiba kemudian Santi pun pingsan, akhirnya kamu sadar, aku di mana nih Bu, kamu udah ada di rumah, Nak Kenapa kamu bisa begini, Ibu gak nyangka Kenapa kamu tega berbohong dengan ibu, Bu Jangan Bersedih biarkan Caca yang menemui Kakak.

selanjutnya Caca menemui kakaknya dengan mengetuk pintu kamar Kakaknya. Kakak buka pintunya ke ini Caca, ngapain lu ke sini ke kamar gue, Kak Kasihan Ibu kenapa Kakak tega berbohong dengan ibu bawa kakak mabuk, hahaha lu nggak perlu tahu Bocil ini hidup gue gue enggak nanya hahaha, tapi Kak dan akhirnya cacak meninggalkan kamar kakaknya dan langsung bergegas menemui Ibunya, Bu tadi Caca sudah bertemu dengan kakak, Terus apa yang dikatakan kakakmu, Maaf sebelumnya caca diusir oleh Kakak, Oh begitu ya nak tidak apa Nak Yang penting kamu udah berusaha membujuk kakakmu itu.

keesokan harinya Ibu dan Caca melakukan persembahyangan rutin bersama untuk membangunkan anaknya bernama Santi untuk ikut bersembahyang, santi ayo bangun dah siang nih ikut sembahyang dulu. tiba-tiba Santi mau bangun dan keluar dari kamar dan menemui ibunya, Kenapa Bu, syukurlah Kamu udah bangun nak Ayo cepat mandi ibu Mau mengajak kamu sembahyang bersama, Aku tidak mau Bu, Kenapa tidak mau nak pokoknya Santi tidak mau, tiba-tiba ada Caca menemui ibunya syukurlah kamu sudah datang, Ibu Kak Santi apakah ikut sembahyang, tidak nak kak sanyi tidak ikut sembahyang, Oh begitu ya Bu Oke kalau begitu kita berdua saja yang sembahyang Bu.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 5
Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan Kampus

Hasil dari analisis vidio tersebut menjeleskan tentan kehidupan kampus merupakan suatu awal pembentukan karakter seorang mahasiswa. setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku, ini bertujuan untuk mencetak generasi yang berakhlak dan berjiwa kritis. dalam kehidupan bermasyarakat untuk menyukseskan terbentuknya suatu moral yang baik berbagai universitas di Indonesia menerapkan kebijakan pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral, karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia. kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila. penerapan nilai-nilai moral Pancasila diarahkan berjalan secara manusiawi dan alamiah, tidak saja lewat pengalaman secara pribadi nilai-nilai moral Pancasila tidak untuk sekedar dipahami melainkan untuk dihayati, oleh karena itu penyerapan nilai-nilai moral Pancasila bukan lewat proses indoktrinasi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan berorientasi untuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik pada masyarakat Indonesia yang multikultural.

budaya kewarganegaraan perlu dibangun di atas fondasi kebajikan kewarganegaraan dan komitmen kewarganegaraan, berdasarkan nilai-nilai Pancasila seperti yang kita ketahui bahwasanya masih banyak masalah moral yang ada di lingkungan seperti:
1. vandalisme dan kekerasan hal ini sangat berbahaya bagi korbannya karena tidak hanya fisik yang tersakiti, biasanya psikis para korban juga ikut terganggu
2. mencuri, tidak sedikit para mahasiswa memanfaatkan kesempatan kecil untuk mencuri
3. mencontek ini menjadi salah satu masalah penting yang masih belum bisa dikendalikan sampai sekarang,
4. tidak terhormat Pada pejabat publik walaupun banyak dari para pejabat publik yang tidak pecus dalam tugasnya untuk membangun Indonesia dan mensejahterakan rakyatnya tetapi kita tetap patut perlu hormat terhadap pejabat publik,
5. kekejaman terhadap sesama teman seusianya atau bullying hal ini juga sangat berbahaya bagi psikis para korbannya
6. menyerang keyakinan orang lain yang berbeda, kita harus menghapus kebiasaan seperti ini karena kita harus menghargai setiap perbedaan
7. bicara kasar meski dianggap biasa dalam pertemanan berbicara kasar di dalam lingkungan kampus adalah perilaku yang tidak pantas
8. pemerkosaan dan pelecehan seksual Tak jarang para mahasiswi mendapatkan perilaku keji seperti ini
9. bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara
10. perilaku merusak diri seperti narkoba yang sangat berbahaya.

selain itu kita juga harus menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa Pancasila dapat menjadi besic Pendidikan karakter yang khas di Indonesia dengan fokus keberagaman toleransi dan keadilan sosial misalnya dengan menguraikan sila pertama menjadi bahan-bahan nilai dalam pendidikan karakter.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 4
Pendidikan Moral Di Indonesia itu salah

Saya cita-cita tinggi masuk di kampus negeri tapi tidak lulus karena tidak lulus tes itu juga tidak mencukupi katanya. Akhirnya saya masuk kampus swasta, Tapi setelah saya masuk di kampusnya, saya ini merasa bangga dengan kampusnya karena ternyata kampus saya jauh lebih canggih daripada kampusnya di negeri-negeri ini, bukannya Kampus negeri itu mereka kasih masuk mahasiswa yang lulus tes iqnya mencukupi terus masuk ke kampus itu disogook kemudian keluarannya menjadi orang pintar, ibaratnya mesin dia itu bahan bakunya tubuh terus diproduksi sedemikian rupa keluarnya jadi gula manis biasa saja memang sudah lebih canggih ya habis bicara begini nanti Sabtunya Rektor telepon Ini hari ini kau punya ijazah S1 sudah saya tandatangani jadi lebih canggih mana kampusnya atau kampusnya saya kampus yang saya lebih canggih.

kalau bicara pendidikan itu, saya juga pendidikan di Indonesia ini yang harus kita kritisi itu adalah pendidikan moral, moral bangsa yang semakin menurun yang semakin rusak pendidikan moral nya tuh banyak yang suka salah sasaran sejak awal dulu itu pertama zamannya satu namanya PMP kenapa Masa saya sendiri di sini jadi guru namanya itu PMP pendidikan moral Pancasila terus berganti PPKN Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terus ganti lagi sekarang PKN Pendidikan Kewarganegaraan. menurut saya ada yang salah dari pendidikan moral ini dari sekian ini saya pribadi Rasakan Sendiri dari sekian banyak pendidikan moral yang diterapkan di situ ada satupun yang sampai sekarang itu Membekas ingatannya saya dan setiap tahun itu adalah pendidikan moral yaitu Bagaimana menjadi anak baik, kriteria anak baik di situ banyak dipaparkan menabung, membantu orang tua. sekian banyak ceritanya yang paling Membekas dalam pikiran saya itu adalah kriteria anak baik, membantu menyeberangkan nenek-nenek. pernah kalian menyeberangkan nenek-nenek karena saya juga tidak pernah dan gara-gara statement ini saya itu merasa gagal menjadi anak baik bersama anak-anaknya tidak pernah menerangkan nenek-nenek itu kegagalan terbesarnya saya ini. penyebabnya adalah karena waktu kecil saya itu gagal menyeberangkan nenek-nenek satu kalipun. kesimpulan Ternyata kita gagal menjadi anak baik berdasarkan teori dari buku PPKn tadi ini karena jumlah nenek-nenek tidak sebanding dengan jumlah anak bayi Indonesia, kekurangan stok nenek-nenek yang untuk diseberangkan tidak ada Jadi saya ini memutuskan untuk bisa mendedikasikan hidup saya untuk membuat anak Indonesia menjadi lebih baik jadi di masa tua saya, nanti setiap hari seakan berdiri dipinggir jalan.