Kiriman dibuat oleh Mita Yogi Handayani 2213053107

Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

8 fungsi keluarga dalam menanamkan moral terhadap anak-anak di rumah sebagai berikut:

1. Fungsi Agama
Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan. Orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anak.

2. Fungsi kasih sayang
Hal ini akan menjadi modal bagi semua anggota keluarga untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dalam konteks yang lebih luas dan mampu mengurangi munculnya bibit permusuhan dan anarkisme dalam masyarakat.

3. Fungsi perlindungan
Keluarga mampu menjadi tempat yang membuat anggotanya merasa aman dan tentram

4. Fungsi sosial budaya
Keluarga juga punya peran penting dalam memperkenalkan anak kepada nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Terlebih lagi di Indonesia, sopan santun sangat dijunjung tinggi, dengan berbagai macam norma, adat istiadat, dan budi pekerti yang berlaku di masyarakat

5. Fungsi reproduksi
Salah satu tujuan sebagian besar umat manusia untuk berkeluarga adalah untuk mendapatkan keturunan. Pendidikan seks sejak dini dan sikap menghargai lawan jenis perlu ditanamkan dalam keluarga.

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya

7. Fungsi ekonomi
Kondisi ekonomi sebuah keluarga biasanya mempengaruhi keharmonisan keluarga. Karena itu, mengajarkan anak untuk berhemat dan menumbuhkan jiwa wirausaha akan membuat mereka kelak dapat cerdas secara finansial.

8. Fungsi pembinaan lingkungan
Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan sekitar seperti tetangga dan masyarakat secara umum.
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS JURNAL 2

-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Volume : 1
Nomor : 2
Halaman : 54-56
Tahun Terbit : 2015
Judul : PENDAPAT TENTANG MORAL DI ZAMAN NOW
Nama Penulis : Ni Komang Rani Pradnyani

-Pendahuluan

Dahulu Indonesia dikenal sebagai negara yang ramah, berpenduduk
penuh etika dan sopan santun. Namun seiring laju perkembangan zaman dan perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah besar. Hilangnya moral para remaja adalah
suatu hal yang telah banyak disaksikan di seluruh pelosok bumi nusantara, termasuk di Indonesia.


-Metode
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif

-Hasil Pembahasan
Moral adalah karakter atau
nilai yang ada atau melekat pada
pribadi seseorang atau pada setiap
individu. Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan
nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Nilai-nilai moral ini berlandaskan pada nilai-nilai kebangkitan yang secara objektif masyarakat secara luas membentuk
karakter dari seseorang. Moralitas yang mampu mengedepankan nilai-nilai moral, terutama nilai-nilai pancasila, karena pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mampu menjadi tolak ukur kehidupan masyarakat indonesia. Nilai Pancasila masih diyakini hingga sekarang karena nilai-nilai tersebut merupakan hasil konsensus bersama agar dijalankan oleh masyarakat dan seluruh bangsa Indonesia
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS JURNAL 1

-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik
Volume : 3
Nomor : 2
Halaman : 197-200
Tahun Terbit : 2015
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam
Masyarakat
Nama Penulis : James

-Pendahuluan
Budaya global yang dibangun
dengan kemajuan dibidang ilmu
pengetahuan, teknologi khususnya media informasi telah membawa berbagai perubahan, terutama perubahan tata nilai
dalam kehidupan manusia.

-Pembahasan
Berbagai isu moralitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat seperti
1. Penyalahgunaan narkoba dan obatobatan terlarang. Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu sebab maka narkoba menjadi salah satu permasalahan moralitas dalam masyarakat. Sasaran dan yang menjadi korban narkoba pada umumnya adalah anak-anak, siswa sekolah, remaja pemuda
dan mahasiswa. Akibatnya
agar generasi kedepan menjadi generasi bodoh dan lumpuh, baik akal dan rohani serta rusak mental spiritual, generasi bangsa ini menjadi kurang (the lost generation).
2. Pola hidup (Life Style), Ada berbagai
pola hidup yang merusak moral manusia, beberapa diantaranya yang sangat relevan dan actual dalam kehidupan masyarakat kita adalah: Free sex (seks bebas).
3. Pornografi, Istilah pornografi terdiri
dari dua kata, yakni “porno” dan “grafis”.
Kata porno atau poerneias pada hakekatnya berarti: bau, busuk tidak sedap dipandang, dilihat atau didengar, kata grafis berarti bentuk, gambar-gambar, film-film, bentuk-bentuk tayangan, yang bau busuk tidak sedap dipandang oleh mata.
4. Konsumerisme dan
materialism, Orang yang berpola hidup konsumerisme tidak dapat dibedakan dengan orang yang berpola hidup meterialisme. Persamaan yang dapat kita lihat adalah bahwa bagi mereka segala sesuatu diukur dengan materi, uang atau harta.
5. KKN adalah singkatan dari Kolusi,
Korupsi dan Nepotisme. Ketika hal ini
merupakan penyakit sosial yang melanda masyarakat dunia.

Beberapa cara dalam penanganan permasalahan moralitas yang
ada dalam masyarakat, dalam hal ini
beberapa faktor yang perlu kita
perhatikan, yaitu:
1. Faktor spiritual
2. Faktor keluarga
3. Faktor lingkungan dan pergaulan
4. Faktor pendidikan
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS VIDEO 1 "Video Animasi Nilai dan Moral di Lingkungan Masyarakat"

•Contoh nilai dan moral yang baik dilingkungan masyarakat:
1. Tolong menolong
2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Bertegur sapa
5. Mengikuti pelajaran dengan tentram

•Contoh nilai dan moral yang tidak baik di lingkungan masyarakat
1. Mencuri
2. Membuang sampah tidak pada tempatnya
3. Memandang rendah orang lain
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi saat berada di jalan raya
5. Membuang sampah di sungai
6. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman yang berkelahi

Kesimpulan : Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral memiliki makna baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Istilah moral sering disebut sebagai akhlak, budi pekerti atau susila.
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS VIDEO 1 "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia"

Martencis Siregar, pengajar muda dari kegiatan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di desa tanjung matol kalimantan utara. Sebelum bergabung dengan Indonesia mengajar, ia sempat menjadi relawan gerakan peduli HIV/AIDS di Jayapura Papua.
Ia mengajar anak anak sudah lebih 6 bulan, mengajar kelas 1 dan mengar les kelas 6.

Tanjung Matol berada di kecamatan sembakung nunukan dengan jarak tempuh 7 jam dari kabupaten. Anak anak dari tanjung mitol masih sedikit yang minat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat jenjang SD. Orang tua disana masih kurang sadar pentingnya pendidikan. Anak perempuan disana banyak yang menikah di usia dini.

Martencis pernah bertemu dengan anak perempuan yang sudah dilamar dan akan menikah dengan orang yang usianya terpaut cukup jauh lebih dewasa. Tak hanya persoalan pernikahan dini perempuan, kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak juga menjadi persoalan.

Martencis memiliki cita cita ingin menjadikan anak anak di tanjung matol mau pergi ke sekolah, belajar dan memiliki bekal yang lebih baik untuk masa depannya.

Martencis mengajar di SDN 11 Sembakung sejak Desember 2016. Pendidikan Anak Usia Dini belum ada di tanjung Matol, sehingga pendidikan sekolah dasar kelas 1 menjadi awal pendidikan disana. Jadi jangan heran apabila kelas di bentuk seperti sedemikian rupa seperti taman kanak kanak ,selain itu tantangan selanjutnya adalah menciptakan kelas yang kondusif dan tidak jarang harus memutar otak untuk hal ini,anak anak disana mudah bosan hal hasil terpaksa harus di ajak keluar kelas sambil mencari udara segar metode seperti ini agar menghilangkan rasa jenuh terhadap siswa.

Bapak kepala sekolah tahun ini mulai memberi bonus untuk siswa yang berprestasi, hadiah yang di beri cukup unik bukan sebuah barang atau uang melainkan perjalanan cuma cuma cuma keluar tanjung matol.

Martencis bertemu dengan seorang perempuan bernama Loly, gadis berusia 18 tahun yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan di desa Matol meskipun ia hanya lulusan sekolah menengah atas. Tidak hanya Loly, tetapi juga guru yang penuh semangat seperti Bapak kepala sekolah. Bersama mereka kelak masa depan anak-anak Tanjung Matol dapat terukir. Walau anak anak desa mant berada di tapal batas negara, namun cita cita mereka harus bisa melintasi pelosok negara.