Posts made by Filicia Salsabella Choirunisa 2263053001

Nama: Filicia Salsabella Choirunisa
NPM: 2263053001
Kelas: 2C

Analisis Jurnal
Integritasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia

Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi disekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya. Dan, respons tersebut secara tidak langsung. Identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Demokrasi pemerintahan yang seharusnya dapat menjadi tempat pergaulan lintas-budaya dan lintas-etnis, sekarang menghadapi bahaya bahwa tiap daerah menuntut agar posisi-posisi birokratis ditempati oleh putra daerahnya sendiri. Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia.
Nama: Filicia Salsabella Choirunisa
NPM: 2263053001
Kelas: 2C

Analisis Jurnal
Urgensi Pendidikan kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan masyarakat madani

Pendidikan Kewarganegaraan tidak lepas dari realitas bangsa Indonesia saat ini yang masih awam tentang demokrasi. Lebih dari sekedar pendidikan kewarganegaraan yang umumnya dikenal sebagai Pendidikan Demokrasi, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki dimensi dan orientasi pemberdayaan warga negara melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam praktik berdemokrasi langsung sepanjang perkuliahan. Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter bangsa Indonesia. Proses demokrasi Indonesia membutuhkan topangan budaya demokrasi yang genuine. Tanpa dukungan budaya demokrasi, proses transisi demokrasi masih rentan terhadap berbagai ancaman buaya dan perilaku tidak demokratis warisan masa lalu, seperti perilaku anarkis dalam menyuarakan pendapat, politik uang (money politics), pengerahan massa untuk tujuan politik, dan penggunaan symbol-simbol primordial (suku dan agama) dalam berpolitik. Pengakuan dan dukungan rakyat bagi suatu pemerintahan sangatlah penting.

Negara berkewajiban untuk membuka saluran-saluran demokrasi baik secara formal melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan partai politik, dan juga saluran-saluran non-formal seperti fasilitas-fasilitas umu, atau ruang public (public spheres) sebagai sarana interaksi sosial seperti radio, televisi, media sosial dan lain sebagainya. Sarana ini dapat digunakan oleh semua warga negara untuk menyalurkan pendapatnya secara bebas dan aman. Demi tegaknya prinsip demokrasi, keterlibatan warga negara sangatlah penting untuk mendorong negara bersikap tegas terhadap tindakan kelompok-kelompok yang berupaya mencederai prinsip-prinsip demokrasi. Secara garis besar perkembangan pemikiran HAM di Indonesia dapat dibagi ke dalam dua periode yaitu periode sebelum dan sesudah kemerdekaan. Mahasiswa juga merupakan salah satu komponen strateis bangsa Indonesia dalam pengembangan demokrasi dan masyarakat madani.
NAMA: FILICIA SALSABELLA CHOIRUNISA
NPM: 2263053001
KELAS: 1C

Analisis Soal 2

A. Sebagai ideologi, pancasila memuat 5 aspek. Dimana ke lima aspek tersebut telah menjawab persoalan yang ada. Pancasila sebagai aspek yang memegang peranan bangsa secara keseluruhan seharusnya mampu menang akan zaman. Untuk mencapai hal tersebut, sebagai generasi bangsa, yang nantinya harus mampu mewakilkan negara untuk menyuarakan pendapat, kita harus mampu mengimplementasikan ideologi pancasila yang ada. Namun di tengah persaingan global saat ini, pancasila tenggelam akan pengaruh teknologi yang ada, tiap-tiap masyarakat mulai memiliki tikik apatismenya, individualisnya, dan diskriminatif mulai berkembang tanpa di sadari. Keimanan akan tuhan dan sikap toleransi sulit untuk di konkrit kan, membuat persatuan terpecah belah, dan keadilan sulit untuk di dapat. Tidak dapat diingkari, teknologi sangat membantu, namun pada hakikatnya teknologi akan berjalan ke arah yang sama dengan tujuan pancasila, jika pengembangannya sendiri sesuai dengan asas-asas yang ada.

B. Pancasila hanyalah sebuah ideologi mati secara fisik, dan yang mampu menghidupkan pancasila itu sendiri yaitu jiwa-jiwa keindonesiaan yang ada dalam setiap raga, maka itulah calon pemimpin yang pantas ada. Jiwa nasionalisme yang kuat, toleransi dan keperdulian yang besar, dan pemikiran kritis akan penegakan hukum, sosok pemimimpin yang harus ada, dalam setiap tingkatannya.