Kiriman dibuat oleh RELLYS PRATIWI

Nama : Rellys Pratiwi
NPM :2213053070

6 Tahap Perkembangan Moral menurut Kohlberg
Tahap perkembangan moral dibagi menjadi 3 level, yaitu :
1. Pra-Konvensional (menghindari hukuman dan keuntungan & minat pribadi) dimana seseorang memiliki alasan untuk melakukan atau tidak tindakan agar menghindari hukuman serta seseorang melakukan tindakan dengan memperhitungkan apa yang akan di dapatkannya

2. Konvensional (menjaga sikap orang baik dan memelihara peraturan) dimana seseorang memikirkan kesepakatan sosial dan pendapat yang berlaku di masyarakat dan mematuhi peraturan yang berlaku

3. Pasca Konvensional (orientasi kontrak sosial dan prinsip etika universal) dimana setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda serta hak individu dilihat secara bersamaan dengan hukum yang ada atau yang berlaku dan seseorang melakukan hal yang menurut ya benar walaupun bertentangan dengan hukum yang berlaku

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070

Moral the Trolley Problem
Pada tahun 1997, Philippa Foot mengajukan sebuah eksperimen dengan nama The Trolley Problem. Teori ini mengajarkan kita untuk berfikir jauh tentang konsekuensi (akibat) dari sebuah pilihan, yang dimana apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhir serta bagaimana cara kita mengekspresikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar memang sebuah nilai moral yang kerap kali menjadi doktrin.Sehingga tidak heran apabila moral digunakan sebagai alat untuk diskriminasi,genocuide, perusakan lingkungan, dan lain sebagainya. Terkadang apa yang kita pahami dan yakini tentang moralitas bisa jadi menyakiti orang lain. Pada teori The Trolley Problem, kita ambil satu contoh seperti apakah perang terhadap sekelompok orang atau etnis tertentu, oknum yang dicap sebagai pembuat onar dengan mengorbankan orang yang tidak bersalah hanya demi alasan perdamaian dan ketertiban dunia merupakan pilihan yang lebih bermoral?. Dengan kata lain pengambilan keputusan akan selalu dipengaruhi oleh logika dan moral, dalam pengambilan keputusan tidak hanya moral yang diperlukan tetapi juga aspek lain seperti realitas dan efisiensi untuk mencapai keputusan yang tepat.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070

Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Lingkungan yang seharusnya menjadikan tempat kedua anak-anak sebagai tempat perlindungan dan pendidikan justru menyebabkan korban jiwa. Contoh nyata terjadi pada anak kelas 2 SD yang berkelahi dengan temannya di lingkungan sekolah sehingga menyebabkan korban meninggal dunia dengan dugaaan perundungan dan dilempar dengan minuman beku. Adanya kekerasan yang terjadi tanpa adanya pengawasan dari guru ataupun pihak sekolah hingga menimbulkan korban jiwa. Kita harus menelusuri apa saja penyebab an apa saja yang membuat sekolah lepas memantau peserta didiknya, terlebih peserta didik masih tergolong usia di bawah umur. Untuk menghindari perilaku-perilaku buruk seperti itu juga di perlukan pembinaan dari orang tua juga dirumah serta pembinaan ke agamaan agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan orang lain ataupun diri sendiri.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070

PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
1. Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
2. Volume : 9
3. Nomor : 3
4. Halaman : 710 - 724
5. Tahun Terbit : 2021
6. Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
7. Nama penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, & Mohd Zailani Mohd Yusoff

Provinsi Aceh menggunakan kurikulum yang berpedoman dari pusat dan juga menggunakan qanun untuk melaksanakan pendidikan.Dasar qanun ialah pelaksanaan pendidikan islam di sekolah provinsi Aceh no 9 th 2015 atas perubahan dari qanun no 11 tahun 2014 pasal 1 ayat 21 tentang pendidikan yang dijiwai dengan ajaran islam.
Sistem pendidikan nasional di Aceh dilaksanakan secara islami dan terintegrasi untuk mencapai tujuan pendidikakan. Dalam pengembangan dan pembinaan potensi dari diri peserta didik ini di kembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan syariat islam dan kebudayaan Aceh, contohnya seperti tari Ranup Lampuan. Untuk kegiatan pengembangan karir peserta didik disediakan layanan bimbingan konseling.
Pendidikan yang diselenggarakan di Aceh merupakan implikasi dari penerapan UndangUndang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Aceh yang berbasis islami.Dalam penerapan pendidikan di Aceh, Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat, Sehingga nilai-nilai islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari (Praja et al.,2020). Pendidikan berbasis kurikulum islami ini merupakan upaya dalam mengembangkan aspek kepribadian peserta didik dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh (ureung Aceh) yang berperadaban dan bermartabat. Namun dalam pelaksanaannya, kurikulum islami ini masih belum substansif dan belum memiliki konsep yang pasti dan tetap sehingga masih sulit untuk diterapkan serta sarana dan prasarana nya juga yang belum memadai. islam berupaya memadukan semua aspek kehidupan materialistis atau spiritual, dan berupaya membangun tujuan individu sejalan dengan tujuan masyarakat dan menyerukan kepada semua untuk mengintegrasikan perkataan dengan perbuatan, serta menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dalam kehidupan ini dan keinginannya dalam kehidupan.
seorang muslim harus mengembangkan karakter moralnya, , perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019).

Kesimpulan : Sistem pendidikan di Aceh menggunakan Kurikulum nasional dan Dasar Qanun no 9 th 2015 atas perubahan dari qanun no 11 tahun 2014 pasal 1 ayat 21 tentang pendidikan yang dijiwai dengan ajaran islam

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070

Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi

Saat ini Indonesia mengalami krisis moral dan akhlak. Hal ini mencerminkan gagalnya penyelenggaraan tujuan dari pendidikan nilai di sekolah. Pendidikan yang dijalani hanya menitikberatkan pada ranah kognitif saja, padahal seharusnya antara ranah kognitif dan ranah afektif harus saling seimbang. Di era saat ini, yaitu era globalisasi teknologi dan informasi serta ilmu pengetahuan semakin maju dan berkembang tanpa bisa dihindari, banyak dampak positif yang kita dapat dari segi nilai, budaya, pengetahuan, dan agama. Namun, tidak sedikit juga dampak negatif yang ditimbulkan dari pengaruh era globalisasi ini. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan yaitu lunturnya nilai moral dan akhlak dalam masyarakat yang berlawanan dengan sikap luhur bangsa. Pada situasi seperti ini, pentingnya pendidikan nilai moral di selenggarakan di dunia pendidikan.
Nilai merupakan energi yang mempunyai potensi untuk menggerakkan seseorang untuk bersikap dan bertindak. Memiliki nilai-nilai yang luhur artinya seseorang memiliki nilai budi pekerti yang luhur (baik). Ada 4 kelompok nilai yang tersusun secara hierarki menurut Max Scheler dalam YB Adimassana 2000:2, yaitu :
1. Nilai religius
2. Nilai kejiwaan
3. Nilai kehidupan
4. Nilai kenikmatan.
Empat macam nilai ini harus disusun secara benara, dengan maksud yang paling tinggi itulah yang di prioritaskan. Pendidikan nilai merupakan bagian integral dalam pendidikan karena melibatkan pembentukan sikap, watak dan kepribadian peserta didik.

Globalisasi dan dampaknya terhadap nilai moral:
Pengaruh globalisasi meliputi dua aspek, yaitu aspek positif dan aspek negatif yang meliputi bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Era globalisasi membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan (degradasi moral dan budaya) yang condong pada pola perilaku menyimpang. Hal ini terjadi karena masuknya budaya luar yang di telan mentah tanpa di filtrasi.


Mengapa pendidikan nilai gagal?
Hal ini dapat terjadi karena dapat dilihat dari kenyataan dunia pendidikan, peserta didik dapat merasakan praktik kolusi, korupsi dan nepotisme. Adapun faktor penyebab gagalnya pendidikan nilai yaitu :
1. Pendidikan di sekolah hanya acara formal
2. Banyaknya materi yang dituntut kurikulum
3. Proses pembelajaran yang tidak melibatkan peserta didik dalam pengalaman mental dan fisik

Pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi anak
Tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik manusia yang utuh sempurna yang ditunjukkan dengan pribadi yang bermoral.